Hadits

Terjemahan Kitab Tanqihul Qoul

BAB I KEUTAMAAN ILMU DAN ULAMA

Allah Ta’ala berfirman :

شهد الله انّه لااله الّاهو والملئكة واولو العلم. ال عمران : 18

Atinya : Allah menyatakan bahwasanya tidak ada tuhan melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu).

Perhatikanlah, bagaimana Allah swt. memulai dengan diri-Nya, yang kedua dengan para malaikat, dan ketiganya dengan para ahli ilmu, hal ini karena suatu kemuliaan dan keutamaan. 

Nabi saw. bersabda kepada Abdullah bin mas’ud ra. : 

يا ابن مسعود, جلوسك ساعة فى مجلس العلم لاتمسّ قلما ولاتكتب حرف خيرلك من عتق الف رقبة ونظرك الى وجه العلم خيرلك منالف فرش تصدّقت بها فى سبيل الله , وسلامك على العلم خيرلك من عبدة الف سنت

Artinya : Hai Ibnu Mas’ud, dudukmu satu jam di majlis ilmu engkau tidak menyentuh pena dan tidak menulis satu huruf saja, adalah lebih baik bagimu daripada memerdekakakan serbu budak. Dan memandangmu pada muka orang alim, adalah lebih baik bagimu daripada bersedekah seribu kuda di jalan Allah, dan salamu kepada orang alim adalah lebih baik dari pada beribadah seribu tahun.

Maksudnya bahwasanya menuntut ilmu di majlim pengajian satu jam di waktu malam atau siang tanpa membawa pulpen dan tidak mencatat apa yang diajarkan, adalah lebih baik pahalanya dari pada memerdekakan  seribu budak atau hamba sahaya atau wanita amah. Kemudian memandang wajah orang alim karena rasa cinta, adalah lebih baik dari pada menyedekakan seribu kuda dijalan Allah untuk berjihat melawan orang-orang kafir dalam menegakkan agama Allah Ta’ala. Dan mengucapkan salam untuk orang alim, adalah lebih baik daripada beribadah seribu tahun. Demikian sebagaiman di sebutkan oleh Al Hafidh Al Mundziri dalam Durratul Yatimah.

Dan warta dari sahabat Umar bin Khattab ra. berkata : Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda :

من مشى الى حلقة عالم كان له بكلّ خطوة مائة حسنة, فاذا جلس عنده واستمع ما يقول كان له بكلّ كلمة حسنة 

Artinya : Siapa yang berjalan (pergi) ke sarasehan (majlis pengajian) orang alim, ia memperoleh pahala setiap satu langkah seratus kebaikan, apabila ia duduk di sisinya dan mendengarkan apa yang diajarkan, maka baginya berpahala dari setiap kalimat satu kebaikan.

demikian di sebutkan Imam An Nawawi dalam Riyadlus Shalihin.

Nabi saw bersabda :

فقيه واحد متورّع اشدّ على الشيطان من الف عابد مجتهد جاهل ورع

Artinya : seserang alim fiqih yang perwirah adalah lebih berat bagi syetan dari pada seribu orang ahli ibadah yang tekun yang bodoh lagi perwira.

Maksudnya bahwa seseorang yang alim dengan ilmu syari’ah yang wira’i dan dibebani meninggalkan segalah yang di haramkan, adalah lebih berat bagi syetan untuk menggodanya dari pada seribu orang yang ahli ibadah tetapi bodoh dan wira’i. Hal ini karena sewaktu syetan itu membuka pintu hawa nafsu untuk manusia dan kelezatan syahwat di dalam hati mereka antara seorang Faqih yang arif syetan lebih berat menggodanya, lalu ia menutup pintu itu dan merasa menyesal dan rugi. Lain halnya seorang ahli ibadah yang bodoh, dia sekalipun sibuk beribadah namun dia berada pada tali-tali syetan sedangkan dia tidak tahu. Demikian faidah yang dikemukakan Al Azizi mengutip dari At Thibi. Dan dalam riwayat Turmudzi dan Ibnu Majah dari Ibnu Abbas : “seseorang faqih lebih berat bagi syetan dari pada seribu orang ahli ibadah”.

Nabi saw. bersabda :

فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب

Artinya : Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaan bulan di malam purbama atas seluruh bintang-bintang.

Maksudnya seorang alim di atas adalah orang alim yang mengamalkan ilmunya, adalah lebih utama daripada ahli ibadah yang bodoh bagaikan keutamaan bulan di malam purnama atas bintang-bintang. Yang dimaksud keutamaan disinih adalah keutaman banyaknya pahala yang diberikan oleh Allah kepada hambanya di akhirat dari tingkatan surga dan kenikmatannya, makanannya dan minumannya. Juga apa saja yang diberikan oleh Allah pada hambanya dari kedudukan dekatnya kepada Allah dan kelezatan memandang kepada-Nya serta mendengarkan pembicaraan-Nya. Hadist diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Mu’adz bin Jabal ra.

Dalam satu riwayat Al Harits bin Abu Usamah dari Abu Sa’id Al Khudri ra. dari Nabi saw. :

فضل العالم على العابد كفضلى على امّتى

Artinya : Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas umatku.

Dalam satu riwayat oleh Turmudzi dari Abu Umamah disebutkan ” Keutamaan seorang alim atas ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas orang yang dibawahmu”. Maksudnya bahwa kemuliaan seorang alim dibandingkan kemuliaan seorang ahli ibadah, adalah seperti kemuliaan Nabi saw. atas kemuliaan rang yang beradah dibawah Nabi yaitu para sahabat.

Al Ghazzali berkata : “Perhatikanlah, bagaiman Nabi menjadikan ilmu sebagai standar derajat kenanabian, dan bagaimana Beliau menurutkan derajat amal semata-mata dari ilmu. Dan jika seorang ahli ibadah itu ternyata tidak berilmu sekalipun ia benar-benar tekun beribadah maka ia tidak dianggab ibadahnya”.

Nabi saw. bersabda :

من انتقل يتعلّم علما غفرله قبل ان يخطو

Artinya : Siapa berpindah (pergi) menuntut ilmu maka dosanya diampuni sebelum ia melangkah.

Maksudnya orang yang berpindah atau pergi baik jalan kaki atau naik kendaraan dari suatu tempat tinggalnya ke tempat yang lain untuk menuntut ilmu dari ilmu-ilmu syari’at, maka dosa-dosa kecilnya yang sudah lalu diampuni sebelum ia melangkahkan kakinya dari tempat tinggalnya, jika bertujuan untuk mencari keridlaan Allah Ta’ala. Hadist tersebut diriwataykan oleh As-Syairazi dari A’isyah ra.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker