BAB VII KEUTAMAAN SIWAK
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : “Beberapa kesucian ada empat, yaitu : memotong kumis, mencukur bulu ari-ari, memotong kuku dan bersiwak”. Hadits ini diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Thabrani dari Abu Darda’.
Nabi saw. bersabda :
ركعتان بسواك خير من سبعين ركعة بغير سواك
Artinya : “Shalat dua rakaat dengan bersiwak adalah lebih baik dari pada shalat tujuh puluh rakaat tanpa bersiwak”.
(Hadits diriwayatkan oleh Ad Daruqutni dari Ummu Darda’ dan isnad hasa)
Maksudnya bersiwak itu mempunyai keutamaan dan mengandung beberapa faidah, yaitu dapat mengharumkan bau mulut dan mengingatkan kesaksian ketika mati. Al Nawawi berkata : “Hadits ini tidak menunjukkan tentang keutamaan bersiwak atas shalat berjamaah yang mana lipat duapuluh tujuh derajat”.
Nabi saw. bersabda :
تسوّكوا فانّ السّواك مطهرة للفم مرضاة للرّبّ
Artinya : “Bersiwak kamu semua, karena siwak itu menyucikan mulut dan meridlakan pada Tuhan”.
Hadits diriwayatkan oleh Ibnu Majah. Al ‘Alqami berkata : Ibnu Hisyam ditanya tentang Hadits ini : Bagaiman membuat khabar dari mudzakar dengan mu’anats?”. Jawabnya : “Ta” dalam “Math-haratun” itu bukan “Ta’nits” tetapi hanya merupakan perbuatan yang menunjukkan memperbanyak. Nabi saw. bersabda :
ستّة من سنن المرسلين الحياء والحلم والحجامة والسّواك والتّعطر وكثرة الازواج
Artinya : “Enam perkara termasuk melakukan kesunahan (perilaku) para utusan Allah, yaitu : Malu, murah hati, berbekam, bersiwak (bersugi), mengenakan harum-haruman, dan banyaknya isteri”.
Nabi saw. bersabda :
ثلاثة واجبة على كل مسلم : الغسل يوم الجمعة, ولسّواك, ومسّ الطّيب
Artinya : “Tiga perkara sangat dianjurkan atas setiap muslim, yaitu : Mandi pada hari jumat, bersiwak, dan menyentuh (mengoleskan) bau harum (minyak wangi)”.
Yaitu harum-haruman yang dipakai pada hari jumat, sekalipun hal itu juga dituntut untuk selainnya. Diriwayatkan dari A’isyah ra. bahwasanya Nabi saw. bersabda : “Tiga hal termasuk kefardluan dan kesunahan bagi kamu semua yaitu : bersiwak, shalat witir, dan shalat malam”.
Nabi saw. bersabda :
طيّبوا افواهكم بالسّواك فانّه طريق القران
Artinya : “Harumkanlah mulut kamu semua dengan bersiwak, karena sesungguhnya mulut itu sebagai jalan Al Quran”.
Maksudnya mengharumkan mulut adalah dengan menghilangkan bau yang dibenci dari mulut dengan cara bersiwak (bergusi). Dan dalam Hadits diriwayatkan At Thabrani dari Ibnu Masud dengan isnad hasan disebutkan : “Buanglah sesuatu di sela-sela gigi karena hal itu merupakan kesucian dan kesucian itu membawa kepada iman sedangkan iman dapat memasukkan seorng ke dalam surga”. Maksudnya keluarkanlah apa yang ada antara sela-sela gigi dari makanan dengan cungkit, karena hal itu kebersihan bagi mulut dan gigi.
Nabi saw. bersabda :
رحم الله المتخلّلين من امّتى فى الوضوء
Artinya : “Semoga Allah menyayangi orang-orang yang menyela-nyela rambut dari umatku dalam berwudlu menyela-nyela gigi dari makanan”.
Maksudnya Allah mengasih sanyangi orang-orang yang menyela-nyelai rambutnya ketika berwudlu dan mandi serta orang-orang yang mengeluarkan sisa mekanan yang terdapat di antara gigi-gigi. Dalam Hadits ini disunnahkan menyela-nyelai rambut dalam bersuci dan menghilangkan sisa makanan sela-sela gigi. Nabi saw. mendoakan mereka agar dikasih sanyangi Allah agar mereka berhari-hati dalam beribadah. Maka perhatian itu sangat dikuatkan agar termasuk dalam doa Rasulullah saw. Hadits ini diriwayatkan oleh Al Qudla’i dari Abi Ayub Al Anshari dantermasuk hadist hasan.
Nabi saw. bersabda :
لاتخلّلوا بالاس والرّيحان والقصب فانّه يورث الاكلة
Artinya : “Jagalah kamu semua mencukiti gigi dengan kayu As, kayu Raihan, dan kayu Qashab, karena hal itu menyebabakan rontoknya gigi”.
Maksud kayu As adalah setiap kayu yang berbau harum, kayu Raihan adalah setiap tumbuhanyang berbau harum, adapun kayu Qashab adalah setiap tetumbuhan yang ruasnya terdapat mata sendi-sendi seperti aur atau bambu dan sebagainya.
Nabi saw. bersabda :
صلاة بسواك خير من سبعين صلاة بغير سواك
Artinya : “Shalat dengan bersiwak itu adalah lebih baik daripada tujuh puluh shalat tanpa bersiwak”.
Maksudnya dari melakukan shalat yang banyak tanpa bersiwak. Hadits diriwayatkan Al Baihaqi dan yang lain, dan Al Hakim menshahihkannya. Adapun tujuh puluh itu untuk memperbanyak bukan untuk pembatasan. demikian faedah yang dikemukakan Al ‘Azizi.
Nabi saw. bersabda :
مازال جبريل يوصينى بالسّواك حتّى خشيت ان يدردنّ اسنانى
Artinya : “Jibril tidak henti-hentinya mewasiati aku dengan bersiwak, sehingga aku hawatir gigi-gigiku rontok”.
Maksudnya berguguran gigi-gigiku. Dalam redaksi lain disebutkan : “Jibril mewasiatiku untuk bersiwak, sehingga aku hawatir gigi-gigiku akan rontok, yakni aku mengira gugur gigi-gigiku”.
Nabi saw. bersabda :
امرت بالسّواك حتّى خفت على اسنانى
Artinya : “Aku diperintahkan untuk bersiwak sehingga aku hawatir rontok gigi-gigiku”. Hadits diriwayatkan oleh Thabrani dari Ibnu Abbas ra.








One Comment