Hadits

Terjemahan Kitab Tanqihul Qoul

BAB XX KEUTAMAAN ISTIGHFAR

Allah Ta’ala berfirman :

Artinya : “Dan memohon ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang”. (QS. An Nisaa’ : 160)

Dan firman Allah Ta’ala :

Artinya : “Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (ada pula) istri-istri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya, (Yaitu) orang-orang yang berdo’a : “Ya Tuhan kami, Sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”, (Yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur”. (QS. 3 Ali Imran : 15-17).

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Setiap penyakit itu ada obatnya, dan obat dosa-dosa adalah istighfar (mohon ampun kepada Allah disertai bertaubat)”.

Hadis diriwayatkan oleh Ad Dailami dari Ali tanpa sanad.

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Setiap sesuatu itu ada perhiasannya, adapun perhiasan dosa adalah istighfar”.

Nabi SAW bersabda : “Siapa yang memohon ampun maka Allah mengampuni kepadanya sekalipun dia lari dari barisan perang”.

Karena lari dari barisan perang tanpa sebab yang diperbolehkan adalah termasuk dosa besar.

An Nawawi berkata dalam Al Azhar : Telah diriwayatkan kepada kami dalam Sunan Abu Dawud tentukan Turmudzi dari Ibnu Mas’ud ra berkata : Rasulullah SAW bersabda :

Artinya : “Siapa membaca “ASTAGFIRULLAH AL AZIM AL LAZI LAA ILAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUM WA ATUBU ILAIH=Aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung yang tiada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup lagi Berdiri sekalipun ia telah lari dari barisan perang”.

Al Hakim mengatakan, bahwa ini adalah hadits Sahih.

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Tidak tetap berdosa orang yang beristighfar sekalipun ia kembali dalam sehari tujuh puluh kali”
Yang dimaksud tujuh puluh kali adalah banyaknya bukan pembatasan.

Hadis diriwayatkan oleh Abu Daud dan Turmudzi dari budak Abu Bakar dari sayyidina Abu bakar As Siddiq Ra.

Maknanya : “Orang yang mengikut sertakan dosa dengan istighfar maka ia tidak tetap berdosa sekalipun berulang-ulang melakukannya”.

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Siapa beristighfar sesudah berbuat dosa, maka Allah mengampuni kepadanya, karena istighfar itu adalah merupakan pelebur dosa”.

An Nawawi berkata dalam Al Azdkar, diriwayatkan kepada kami dari Sahih Muslim dari Abu Hurairah Ra. berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Demi Dzat yang jiwaku berada pada kekuasaan-Nya, andaikata kamu semua tidak berbuat dosa niscaya Allah memilih kamu. Dan sesungguhnya datang suatu kaum dengan membawa dosa lalu mereka memohon ampun kepada Allah Ta’ ala, maka Allah mengampuni mereka”.

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Apabila salah seorang dari kamu semua banyak berdosa, maka mohonlah ampunan dengan istighfar”.

Dalam satu lafadz disebutkan : “Apabila telah banyak dosa dosa salah seorang dari kamu semua, maka memohonlah dengan istighfar”.

Dan Nabi SAW bersabda :

Artinya : “apabila telah banyak dosa dosa salah seorang dari kamu semua, maka mohon ampunlah kepada Allah”.

Aisyah ra berkata : Rasulullah SAW bersabda kepadaku : “Apabila anda sakit dengan dosa, maka memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat lah kepada-Nya, dosa itu adalah penyesalan dan istighfar”.

Dan sebagaimana disebutkan dalam Ihya’, adalah Rasulullah SAW dalam beristighfar membaca :

Artinya : “Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebutuhanku, berlebih-lebihanku dalam urusanku, dan apa saja yang Engkau lebih mengetahuinya daripada aku. Ya Allah, ampunilah aku, senda gurau ku dan kesungguhan ku, keluputan ku dan kesengajaan ku, dan semua itu ada padaku. Ya Allah, ampunila bagiku apa yang telah lalu dan aku akhirkan dan aku rahasiakan serta yang aku nyatakan dan apa saja yang Engkau lebih mengetahui daripadaku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Istigfar itu dapat memakan dosa-dosa sebagaimana api memakan kayu bakar yang kering”.

Al Ghazali berkata dalam Ihya’, Nabi SAW bersabda :

Artinya : “Siapa yang membaca SUBHAANAKA DHALAMTU NAFSII WA ‘ALMILTU SUU-AN FAGHFIRLII FA-INNAHU LAA YAGHFIRUDZ DZUNUUBA ILLA ANTA=Maha Suci Engkau, aku telah menganiaya diriku dan aku telah berbuat kejelekan, maka ampunilah aku. Karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa melainkan Engkau”,maka diampunilah dosa-dosanya sekalipun dosa-dosa itu sebanyak bilangan semut”.

Juga diriwayatkan, sesungguhnya istighfar yang paling utama adalah :

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker