Hadits

Terjemahan Kitab Tanqihul Qoul

BAB XIV KEUTAMAAN IBADAH FARDLU

Nabi SAW. Bersabda : 

بني الاسلام على خمس : شهاده ان لا اله الا الله وان محمد رسول الله اقام الصلاة وايتاء الزكاة وحج البيت وصوم رمضان

Artinya : Islam didirikan atas lima sendi : bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan sesungguhnya Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan salat, memberikan zakat, menunaikan ibadah haji, dan berpuasa Romadhon.

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Bukhari, Muslim dan Turmudzi dari Ibnu Umar bin Al Khattab. Riwayat muslim dari Ibnu Umar mendahulukan puasa Romadhon kemudian Haji.

Rasulullah SAW mendahulukan dua kalimat syahadat, karena keduanya merupakan pokok seluruh perkara. Kemudian salat karena Ia merupakan tiang agama, dan orang yang meninggalkannya boleh dibunuh dengan memukul lehernya menurut madzab. Lalu memberikan zakat kepada orang yang berhak menerimanya, karena ia merupakan kesucian Islam.

Selanjutnya Haji, yaitu untuk menguatkan apa yang disabdakan Rasulullah SAW : “Siapa yang kebutuhannya telah tercukupi sedangkan ia tidak berhaji padahal banyak mengumpulkan harta lalu ia mati, maka jika dikehendaki ia mati Yahudi di atau Nasrani”. Dan berpuasa Romadhon ditempatkan yang terakhir.

Motif diringkasnya dalam lima sendi, bahwa ibadah itu ada kalanya berupa ucpan, yaitu pernyataan dua kalimat syahadat atau bukan berupa ucapan yaitu pengekangan atau penahanan yaitu berpuasa.

Juga ada yang berupa perbuatan dan yaitu shalat atau mali yaitu kebendaan seperti zakat dan ada yang gabungan keduanya badan dan Mali yaitu ibadah Haji. Islam yang Hakiki dapat berhasil dengan dua kalimat syahadat dengan syarat membenarkan sebagaimana faedah yang diberikan oleh Al Azizi.

Nabi SAW bersabda

صلوا خمسكم وزكوا اموالكم وصوموا شهركم وحجوا بيت ربكم تدخلوا جنة ربكم بغير حساب

Artinya shalatlah kamu semua lima waktu Zakatilah harta bendamu puasailah bulan kamu (Romadhon) dan berhijrahlah ke rumah Tuhanmu niscaya kamu semua masuk surga Tuhanmu tanpa hisab.

Maksudnya supaya kita mengerjakan salat lima waktu memberikan Zakat harta benda kita dan berpuasa ramadhan sebagaimana diriwayatkan dari ikrimah dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW bahwasanya beliau bersabda Rajab adalah bulan Allah Sya’ban adalah bulan ku dan Ramadan adalah bulan umatku berhaji ke rumah Tuhanmu adalah di Ka’bah yang dimuliakan niscaya kamu semua masuk surga Tuhanmu tanpa hisab yaitu Tuhan kamu semua pemberi segala kenikmatan dan memasukkan kamu ke surga tanpa perdebatan.

Nabi SAW bersabda

الصلاة عماد الدين فمن اقامها فقد اقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين

Artinya salat itu adalah pilar agama, Siapa yang mendirikan salat maka ia menegakkan agama dan siapa yang meninggalkannya maka ia merobohkan agama.

Shalat sebagai pilar agama maksudnya sebagai pokok dan dasarnya, maka ia sebagai pernyataan peribadatan dan mendatangi hak ketuhanan dan seluruh peribadatan maka kenyataannya rahasia shalat merupakan perantaraannya, sebagaimana Al-Azizi memberikan faedah. Maka orang yang meninggalkannya berarti ia melenyapkan pokoknya dan memotongnya, sebab agama Islam tanpa shalat bagaikan bangunan rumah tanpa tiang, di mana rumah tidak akan tegak melainkan dengan tiang tiangnya.

Nabi SAW bersabda :

المراة اذا صلت خمسها وزكت مالها وصامت شهرها وحجت بيته ربها واطاعت بعلها و احصنت فرجها تدخل جنة ربها من اي باب شاءت

Artinya seorang wanita apabila ia melakukan salat lima waktu, memberikan zakat hartanya, berpuasa bulan Romadhon, berhaji di rumah Tuhannya, mentaati suaminya menjaga kemaluannya, maka ia akan masuk surga Tuhannya dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

Maksudnya bahwa wanita yang melakukan salat fardhu lima waktu (dengan memenuhi syarat rukun dan adab-adabnya), memberikan zakat hartanya, berpuasa pada bulan Ramadan selain hari-hari haid dan nifas bila usianya belum menopause, lalu menunaikan ibadah haji, mentaati suaminya kecuali bila disuruh maksiat, dan menjaga kemaluannya dari perbuatan Wathi atau hubungan seksual dengan orang lain bukan suaminya, maka ia akan masuk surga melalui pintu surga mana saja yang ia inginkan.

Nabi SAW menyandarkan ketaatan pada suami pada pembinaan tegaknya Islam, adalah sebagai syarat bahwa ketaatan istri kepada suami itu suatu hal yang agung.

Nabi SAW bersabda 

لكل شيء علم و علم الايمان الصلاة

Artinya setiap sesuatu dengan simbol (bendera), adapun bendera iman adalah shalat.

Nabi SAW bersabda 

اتقوا الله في الصلاة اتقوا الله في الصلاة اتقوا الله في الصلاه اتقوا الله فيما ملكت ايمانكم اتقوا الله في الضعيفين المراه الارملة والصبي اليتيم

Artinya takutlah kepada Allah dalam perkara shalat, takutlah kepada Allah dalam perkara shalat, takutlah kepada Allah dalam perkara shalat, takutlah kamu semua kepada Allah dari apa yang kamu miliki pada tangan kananmu, takutlah kamu semua kepada Allah pada dua orang lemah, yaitu : wanita janda dan anak kecil yang yatim.
Takutlah kamu semua kepada Allah dalam perkara shalat maksudnya supaya kita benar-benar pelajari syarat-syarat dan rukun rukun shalat haiat dan abd’adlnya, serta dapat melakukannya tepat pada waktunya. Nabi mengukanhi hal itu sampai tiga kali untuk menambah kuat.

Takutnya kepada Allah pada dua orang lemah yaitu wanita janda dan anak kecil yang yatim maksudnya supaya kita menolong dan menyantuni wanita janda yang membutuhkan pertolongan karena miskin dan tidak ada yang menanggungnya, sedangkan anak yatim adalah anak kecil yang sudah ditinggal mati Ayahnya baik ia laki-laki maupun perempuan.

Hadits diriwayatkan oleh al-baihaqi dari Anas bin Malik yaitu hadis Hasan.

Nabi SAW bersabda 

صلوا كما رايتموني اصلي

Artinya shalatlah kamu semua sebagaimana kamu melihat aku shalat.

Nabi SAW bersabda

من ترك الصلاة متعمدا فقد كفر جهارا

Artinya siapa meninggalkan shalat dengan sengaja maka ia benar-benar telah kafir secara terang-terangan.

Maksudnya didatangkan siksaan dari kekufuran, atau orang akan dekat menjadi kafir. Jika meninggalkannya karena kejam dan menentang terhadap kewajibannya, maka ia kafir yang Hakiki. Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dari Annas dan isnadnya baik.

Nabi SAW bersabda 

الصلوات الخمس كفاره لما بينهن ما اجتنبت الحبائر والجمعه الى الجمعه كفره لما بينهما زيادة ثلاثة ايام

Artinya salat lima waktu adalah sebagai penebus dosa kecil yang dilakukan antara shalat itu selagi ia menjauhi dosa-dosa besar. Dan 1 Jumat sampai Jumat berikutnya merupakan penebus dosa yang dilakukan antara keduanya dan ditambah 3 hari. 

Hadits diriwayatkan Abu nuaim dari Anas.

Al Ghazali menyebutkan dalam Nabi SAW bersabda : “Shalat lima waktu Seperti Sungai yang penuh mengalir di muka pintu salah seorang dari kamu semua lalu ia mandi daripadanya setiap hari 5 kali. Maka apakah kamu kotorannya?” Jawab Sahabat : “Tidak ada satupun”. maka demikianlah salat lima waktu, Allah menghapus dosa dosa dengannya, sebagaimana air itu menghilangkan kotoran”.

Nabi SAW bersabda 

من جمع بين الصلاتين من غير عدر فقد اعطاه بابا من ابواب الكبائر

Artinya siapa menjamak (mengumpulkan) dua shalat tanpa udzur maka ia datang di ambang pintu dari pintu-pintu dosa besar. 

Hadis diriwayatkan oleh turmudzi dan al-hakim dari benua Abbas RA.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker