Pelajaran ketiga puluh lima – الدّرس الخامس والثلاثون
وقعة صفّين
PERANG SIFFIEN
ابتدأ القتال من اوّل صفر سنة 37 بمنا وشات بسيطة.
Dimulailah peperangan pada permulaan bulan shafar tahun 37 dengan pertempuran yang luas.
وفى اليوم الثّامن منه زحف الجيشان وظلّ القتال ثلاثة ايّام فشل فيها جيش معاوية.
Pada hari yang ke delapan, bertempurlah ke dua belah tentara itu sehingga berlangsung peperangan itu selama tiga hari tiga malam, di mana tentara mu’awiyah pada waktu itu telah merasa lelah.
فاشار عليه عمرو بن العاص برفع المصاحفعلى الرّماح اشارة الى تحكيم كتاب الله.
Oleh karena itu ‘Amr bin ’Ash lalu memberi isyarat dengan berpecah mengangkat mushaf (Al-qur’an) di atas ujung tombak sebagai tanda berdamai dengan berhukum kepada kitab Allah (Al-qur’an).
فادرك علىّ رضى الله عنه انّها خدعة لايقاف القتال.
Maka atas demikian itu ‘Ali r.a. berpendapat bahwa itu semata-mata merupakan tipuan saja karna untuk menghentikan pertempuran.
وافترق جيشه الى فرقتين: فرقة وافقته على رأيه, وفرقة طلبت منه الإستجابة الى تحكيم كتاب الله.
Dengan demikian maka tentara beliau lalu menjadi dua bagian. Sebagoian, menyetujuai atas pendapat beliau itu dan sebagian lagi mengharap agar beliau meluluskan permintaan mereka itu, yaitu berdamai dengan berhukum kitab Allah.
فاذعن لرأى الفريق الثّانى لكثرتهم وامر بوقف القتال.
Karena suara mereka terlalu banyak, maka terpaksalah beliau mengikuti pendapat dari golongan yang ke dua itu. Dengan demikian beliau menyuruh menghentikan pertempuran.
أسئلة
اذكر خلاصة عن وقعة صفّين!؟ لماذا اشار عمرو بن العاص برفع المصاحف على الرّماح؟ كيف اصبحت حالة جسش علىّ بعد رفع المصاحف؟
Pertanyaan: Ceritakanlah dengan ringkas tentang perang shiffin ! Mengapa ‘Amar bin ‘Ash memberi petunjuk dengan mengangkat mushaf di atas ujung tombak ? Kemudian bagaimanakah jadinya tentara ‘Ali sesudah terjadinya pengangkatan mushaf itu ?
Pelajaran ketiga puluh enam – الدّرس السّادس والثلاثون
حادثة التّحكيم
PERISTIWA PENGADILAN (TAHKIEM)
اختار اهل الشّام عمرو بن العاص, واختار اهل العراق اباموسى الأشعرىّ ليحكما بين علىّ ومعاوية.
Memilihlah rakyat syam ‘Amr bin ‘Ash dan memilih juga rakyat irak Abu musa asy’ari. Ke duanya itu dipilihsebagai hakim yang akan mengadili perselisihan di antara ‘Ali dan mu’awiyah.
واجتمع الحكمان (بدومة الجندل) فى رمضان سنة37 منالهجرة.
Ke dua hakim ini kemudian berkumpul di Daumatil Jandal pada bulan Ramadhan tahun ke 37 Hijriah.
وبعد مفاوضة جرت بينهما, اتّفقا على خلع علىّ ومعاوية وجعل الأمرشورى.
Sesudah langsung penyerahan pertemuan itu di antara ke duanya, maka telah semufakat ke duanya maka akan memecat ‘Ali dam mu’awiyah, kemudian akan menjadikan khilafah itu nanti akan di musyawaratkan.
فتقدّم ابوموسى الأشعرىّ واعلنما اتّفقاعليه.
Maka dahululah Abu musa asy’ari mengumumkan hasil perundinganya itu kepada orang banyak dengan memecat ‘Ali dari kursi kekhilafaanya.
امّا عمرو بن العاض فانّه لحأ الى الحيلة حيث خلع عليّا وثبّت معاويةز
Adapun ‘Amr bin Ash, ia menggunakan siasat menipu dengan memecat ‘Ali dan menetapkan mu’awiyah sebagai khilafah.
فرجع الشّاميّون الى معاوية وبايعوه بالخلافة واتّسعت شقّت الخلاف بين علىّ ومعاوية . واخد كلّ منهما يعدّ الأهبة للقاؤ الأخر فى معركة فاصلة.
Dengan demikian kembalilah rakyat syam kepada mu’awiyah dan mereka sama membai’atnya jadi khilafah. Setelah itu maka meluaslah perpecahan dan perselisihan di antara pihak ‘Ali dan mu’awiyah. Dan kemudian tiap-tiap di antara ke dua golongan itu masing-masing sama bersiap sedia untuk menemui yang lain dalam suatu pertempuran yang menentukan.
أسئلة
من الّذ اختاره كلّ من الفريقين للتّحكيم؟ اين اجتمع الحكمان؟ على اىّ شئ اتّفقا؟ ماذا فعل كلّ منهما بعد ذلك؟ ماذا حدث بعد ذلك؟
Pertanyaan: Siapakah yang dipilih dari masing-masing golongan itu untuk menjadi hakim (pengadilan) ? Di manakah ke dua hakim itu berkumpul ? Tentang apakah yang mereka berdua telah sepakati ? Apakah yang di lakukan tiap-tiap ke duanya sesudah demikian itu ? Kemudian apakah yang terjadi sesudah itu ?








