Kitab Tauhid

Kitab Aqidah Islamiyah Karya Sayyid Sabiq

Mukaddimah

Islam Adalah Keimanan Dan Perbuatan

Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad — Shalawatullah wa salamuhu ‘alaih — dan ia adalah agama yang berintikan keimanan dan perbuatan (amal).

Keimanan itu merupakan ‘akidah dan pokok, yang diatasnya berdiri syari’at Islam. Kemudian dari pokok itu keluarlah cabang-cabangnya.

Perbuatan itu merupakan syari’at dan cabang-cabang yang dianggap sebagai buah yang keluar dari keimanan serta ‘akidah itu.

Keimanan dan perbuatan, atau dengan kata lain ‘akidah dan syari’at. keduanya itu antara satu dengan yang lain sambung-menyambung, hubung-menghubungi dan tidak dapat berpisah yang satu dengan lainnya. Keduanya adalah sebagai buah dengan pohonnya. sebagai musabbab dengan sebabnya atau sebagai natijah (hasil) dengan mukaddimahnya (pendahuluannya).

Oleh karena adanya hubungan yang amat erat itu, maka amal perbuatan selalu disertakan penyebutannya dengan keimanan dalam sebagian besar ayat-ayat AlQuran Alkarim.

Sebagai misal dapatlah dikemukakan firman-firman Allah Ta’ala :

“Berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang berIman dan berbuat kebaikan, bahwasanya mereka itu akan memperoleh surga yang dibawahnya mengalirlah beberapa sungai”. S. Baqarah 25.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan baik ia lelaki atau perempuan dan ia seorang yang beriman, maka pastilah Kami (Allah) akan memberinya kehidupan yang baik dan pasti Kami beri balasan dengan pahalanya, menurut yang telah dikerjakan dengan sebaik-baiknya”. S. Nahl 97.

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka Tuhan yang Maha Pengasih akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang”. S. Maryam 96.

Pengertian Keimanan Atau ‘Akidah

Pengertian keimanan atau ‘akidah itu tersusun dari enam perkara yaitu :

  1. Ma’rifat kepada Allah, ma’rifat dengan nama-namaNya yang mulia dan sifat-sifatNya yang tinggi. Juga mar’ifat dengan bukti-bukti wujud atau adaNya serta kenyataan sifat keagunganNya dalam alam semesta atau di dunia ini.
  1. Ma’rifat dengan alam yang ada dibalik alam semesta ini yakni alam yang tidak dapat dilihat. Demikian pula kekuatan-kekuatan kebaikan yang terkandung didalamnya yakni yang berbentuk malaikat, juga kekuatan-kekuatan jahat yang berbentuk iblis dan sekalian tentaranya dari golongan syaithan. Selain itu juga ma’rifat dengan apa yang ada didalam alam yang lain lagi seperti jin dan ruh.
  1. Ma’rifat dengan kitab-kitab Allah Ta’ala yang diturunkan olehNya kepada para rasul. Kepentingannya ialah dijadikan sebagai batas untuk mengetahui antara yang hak dan yang bathil, yang baik dan yang jelek, yang halal dan yang haram. juga antara yang bagus dan yang buruk.
  1. Mar’ifat dengan nabi-nabi serta rasul-rasul Allah Ta’ala yang dipilih olehNya untuk menjadi pembimbing kearah petunjuk serta pemimpin seluruh makhluk guna menuju kepada yang hak.
  1. Ma’rifat dengan hari akhir dan peristiwa-peristiwa yang terjadi disaat itu seperti kebangkitan dari kubur (hidup lagi sesudah mati), memperoleh balasan, pahala atau siksa, surga atau neraka.
  1. Ma’rifat kepada takdir (qadla’ dan qadar) yang diatas landasannya itulah berjalannya peraturan segala yang ada di alam semesta ini, baik dalam penciptaan atau cara mengaturnya.

Kesatuan ‘Akidah

Inilah yang merupakan pengertian pokok dalam keimanan, yakni ‘akidah yang untuk menyiarkannya itulah Allah Ta’ala menurunkan kitab-kitab suciNya, mengutus semua rasulNya dan dijadikan sebagai wasiatNya baik untuk golongan awwalin (orang-orang dahulu) dan golongan akhirin (orang-orang belakangan).

Itulah ‘akidah yang merupakan kesatuan yang tidak akan berubah-ubah karena pergantian zaman atau tempat tidak pula berganti-ganti karena perbedaan golongan atau masyarakat. Allah Ta’ala berfirman :

“Allah telah mensyari’atkan agama untukmu semua yaitu yang diwasiatkan kepada Nuh yang Kami wahyukan padamu, juga yang Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa, hendaklah kamu semua menegakkan agama itu dan jangan berselisih didalam melaksanakannya” S. Syura 13,

Jelaslah dari ayat diatas itu bahwa agama yang disyari’atkan oleh Allah Ta’ala kepada kita itu adalah sebagai. mana yang pernah diwasiatkan kepada rasul-rasulNya yang dahulu-dahulu, yakni agama yang merupakan pokok-pokok ‘akidah dan tiang-tiang atau rukun-rukun keimanan. Jadi bukannya cabang-cabangnya agama atau syari’at-syari’at. nya yang berupa amalan. Sebabnya ialah karena setiap um: mat itu tentu memiliki syari’at-syari’at amaliah yang sesuai dengan keadaan mereka sendiri, hal-ihwal serta jalan fikiran serta kerohanian mereka itu pula.

Hal ini terang disebutkan dalam firman Allah Ta’ala :

..Untuk masing-masing dari kamu semua itu Kami buatkan aturan dan jalan (yang harus ditempuhnya)”. S. Maidah 48.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker