Kitab Tauhid

Kitab Aqidah Islamiyah Karya Sayyid Sabiq

Berma’rifat Dengan Jalan Memahami Nama-Nama Dan Sifat-Sifat Allah

Jalan lain dalam mencapai ma’rifat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala itu ialah memahami nama-nama Allah Ta’ala yang baik-baik serta sifat-sifatNya yang luhur dan tinggi.

Jadi nama-nama dan sifat-sifat itulah yang merupakan perantara yang digunakan oleh Allah Ta’ala agar makhlukNya itu dapat berma’rifat padaNya. Inilah yang dapat dianggap sebagai saluran yang dari situ hati manusia dapat mengenal Allah Ta’ala secara spontan. Malahan itu pulalah yang dapat menggerakkan cara penemuan yang hakiki dan membuka alam yang amat luas terhadap kerohanian guna menyaksikan cahaya Allah ‘Azza wa Jalla.

Namamama itu adalah yang disebutkan ‘oleh Allah dalam firmanNya :

,,Katakanlah : Serulah Allah atau serulah Rahman, Mana saja nama Tuhan yang kamu semua seru, Dia adalah mempunyai nama-nama yang baik”. S. Isra’ 110.

Dengan nama-nama itulah yang kita semua diperintah untuk menyerunya. Allah Ta’ala berfirman :

,,Bagi Allah adalah nama-nama yang baik, maka serulah dengan menggunakan nama-nama itu”. S. A’raf 180.

Adapun jumlah nama-nama Allah yang baik (Asmaullah Alhusna) itu ada sembilan puluh sembilan nama.

Imam-imam Bukhari, Muslim dan Tirmidzi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah r.a.. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda :

,,Allah itu mempunyai sembilan puluh sembilan nama. Barangsiapa menghafalnya, ia masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Maha Ganjil (tidak genap) dan cinta sekali pada hal yang ganjil (tidak genap)”. R. Ibnu Majah.

Imam Tirmidzi memberikan tambahan dalam riwayatnya sebagai berikut :

 Sembilan puluh sembilan nama Allah Ta’ala yaitu :

  1. Allah :

Lafazh yang Maha Mulia yang merupakan nama dari Dzat Ilahi yang Maha Suci serta wajib adanya yang berhak memiliki semua macam pujian dan sanjungan. Adapun nama-nama lain, maka setiap nama itu menunjukkan suatu sifat Tuhan yang tertentu dan oleh sebab itu bolehlah dianggap sebagai sifat bagi lafazh yang Maha Mulia ini (yakni Allah) atau boleh dijadikan sebagai kata beritanya.

  1. Arrahman :

Maha Pengasih, pemberi kenikmatan yang agung-agung, pengasih di dunia.

  1. Arrahim :

Maha Penyayang, pemberi kenikmatan yang pelik-pelik, penyayang di akhirat.

  1. Almalik :

Maha Merajai, mengatur kerajaanNya sesuai dengan kehendakNya sendiri. .

  1. Alquddus :

Maha Suci, tersuci dari segala cela dan kekurangan.

  1. Assalim :

Maha Menyelamatkan, pemberi keamanan dan kesentausaan pada seluruh makhlukNya.

  1. Almu’min :

Maha Pemelihara keamanan, yakni siapa yang bersalah dari makhluknya itu benar-benar akan diberi siksa, sedang kepada yang taat akan benar-benar dipenuhi janjiNya dengan pahala yang baik.

  1. Almuhaimin :

Maha Penjaga, memerintah dan melindungi segala sesuatu.

  1. Al’aziz

Maha Mulia, kuasa dan mampu untuk berbuat sekehendakNya.

  1. Aljabbar :

Maha Perkasa, mencukupi segala kebutuhan, melangsungkan segala perintahnya serta memperbaiki keadaan seluruh hambaNya.

11.Almutakabbir :

Maha Megah, menyendiri dengan sifat keagungan dan kemegahanNya.

  1. Alkhalik :

Maha Pencipta, mengadukan seluruh makhluk tanpa usal, juga yang menakdirkan adanya semua itu.

  1. Albari’ :

Maha Pembuat, mengadakan sesuatu yang bernyawa yang ada asal mulanya.

  1. Almushawwir :

Maha Pembentuk, memberikan gambaran atau bentuk pada sesuatu yang berbeda dengan lainnya. (Jadi Alkhalik adalah mengadakan sesuatu yang belum ada asal mulanya atau yang menakdirkan adanya itu. Albari’ ialah mengeluarkannya dari yang sudah ada asalnya, sedang Almushawwir ialah yang memberinya bentuk yang sesuai dengan keadaan dan keperluannya).

  1. Alghaffir :

Maha Pengampun, banyak pemberian maafNya dan menutupi dosa-dosa dan kesalahan.

  1. Alqahhar :

Maha Pemaksa, menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaanNya serta memaksa segala makhluk menurut kehendakNya.

  1. Alwahhab :

Maha Pemberi, banyak kenikmatan dan selalu memberi kerunia.

  1. Arrazzaq : Maha Pemberi rizki, membuat berbagai rizki serta membuat pula sebab-sebab diperolehnya.
  2. Alfattih :

Maha Membukakan, yakni membuka gedung penyimpanan rahmatNya untuk seluruh hambaNya.

  1. Al ‘alim :

Maha Mengetahui, yakni mengetahui segala yang maujud ini dan tidak ada satu bendapun yang tertutup oleh penglihatanNya.

  1. Alqabidl :

Maha Pencabut, mengambil nyawa atau mempersempit rizki bagi siapa yang dikehendaki olehNya.

  1. Albasith :

Maha Meluaskan, memudahkan terkumpulnya rizki bagi Siapa yang diinginkan olehNya.

  1. AlkhafidI :

Maha Menjatuhkan, yakni terhadap orang yang selayaknya dija, tuhkan karena akibat kelakuannya sendiri dengan memberinya kehinaan, kerendahan dan siksaan.

  1. Arrafi’ :

Maha Mengangkat, yakni terhadap orang yang selayaknya diangkat kedudukannya karena usahanya yang giat yaitu yang termasuk golongan kaum yang bertaqwa.

  1. Almu’iz :

Maha Pemberi kemuliaan, yakni kepada orang yang berpegang teguh pada agamaNya dengan memberinya pertolongan dan kemenangan.

  1. Almudzil :

Maha Pemberi kehinaan, yakni kepada musuh-musuhNya dan musuh ummat Islam seluruhnya.

  1. Assami’ :

Maha Mendengar.

  1. Albashir :

Maha Melihat.

  1. Alhakam :

Maha Menetapkan hukum, sebagai hakim yang memutuskan yang tidak seorangpun dapat menolak keputusanNya, juga tidak seorangpun yang kuasa merintangi kelangsungan hukumNya itu.

  1. Al’adl :

Maha Adil, serta sangat sempurna dalam keadilanNya itu.

  1. Allathif :

Maha Halus yakni mengetahui segala sesuatu yang samar-samar, pelik-pelik dan kecil-kecil.

  1. Alkhabir :

 Maha Waspada.

  1. Alhalim :

Maha Penghiba, penyantun yang tidak tergesa-gesa melakukan kemarahan dan tidak pula gegabah memberikan siksaan.

  1. Al’azhim :

Maha Agung, yakni mencapai puncak tertinggi dari mercusuar keagungan karena bersifat dengan segala macam sifat kebesarar dan kesempurnaan.

  1. Alghafur :

Maha Pengampun, banyak pengampunanNya kepada hamba-hamba-Nya.

  1. Asysyakur :

Maha Pembalas yakni memberikan balasan yang banyak sekali atas amalan yang kecil dan tidak berarti.

  1. A’aliy :

Maha Tinggi, yakni mencapai tingkat yang setinggi-tingginya yang tidak mungkin digambarkan oleh akal fikiran siapapun dan tidak dapat difahami oleh otak yang bagaimanapun pandainya.

  1. Alkabir :

Maha Besar, yang kebesaranNya tidak dapat diikuti oleh pancaindera ataupun akal manusia.

  1. Alhafizh :

Maha Pemelihara yakni menjaga segala sesuatu jangan sampai rusak dan goncang. Juga menjaga segala amal perbuatan hambahambaNya, sehingga tidak akan disia-siakan sedikitpun untuk memberikan balasanNya.

  1. Almuqit :

Maha Pemberi kecukupan, baik yang berupa makanan tubuh ataupun makanan rohani.

  1. Alhasib :

Maha Penjamin. yakni memberikan jaminan kecukupan kepada seluruh hambaNya. Juga dapat diartikan Maha Menghisab amalan hamba-hambaNya pada hari kiamat.

  1. Aljalil :

Maha Luhur, yang memiliki sifat-sifat keluhuran karena kesempurnaan sifat-sifatNya.

  1. Alkarim :

Maha Pemurah, mulia hati dan memberi siapapun tanpa diminta atau sebagai penggantian dari sesuatu pemberian.

  1. Arraqib :

Maha Peneliti, yang mengamat-amati gerak-gerik segala sesuatu dan mengawasinya.

  1. Almujib :

Maha Mengabulkan, yang memenuhi permohonan siapa saja yang berdoa padaNya.

  1. Alwisi’ :

Maha Luas, yakni bahwa kerahmatanNya itu merata kepada segala yang maujud, dan luas pula ilmuNya terhadap segala sesuatu.

  1. Alhakim

Maha Bijaksana ,yakni memiliki kebijaksanaan yang tertinggi kesempurnaan ilmuNya serta kerapiannya dalam membuat segala sesuatu,

  1. Alwadud :

Maha Pencinta, yang menginginkan segala kebaikan untuk seluruh hambaNya dan pula berbuat baik pada mereka itu dalam segala hal-ihwal dan keadaan.

  1. Almajid :

Maha Mulia, yakni yang mencapai tingkat teratas dalam hal kemuliaan dan keutamaan.

  1. Alba’its :

Maha Membangkitkan, yakni membangkitkan para rasul, membangkitkan semangat dan kemauan, juga membangkitkan orang-orang yang telah mati dari masing-masing kuburnya nanti setelah tibanya hari kiamat.

  1. Asysyahid : Maha Menyaksikan atau Maha Mengetahui keadaan semua makhluk.
  2. Alhaq :

Maha Haq, Maha Benar yang kekal dan tidak akan berubah sedikitpun.

  1. Alwakil :

Maha Memelihara penyerahan, yakni memelihara semua urusan hamba-hambaNvya dan apa-apu yang menjadi kebutuhan mereka itu.

  1. Alqawiy :

Maha Kuat, yaitu yang memiliki kekuasaan yang sesempurna sempurnanya.

  1. Almatin :

Maha Kokoh atau Perkasa, yakni memiliki keperkasaan yang sudah sampai dipuncaknya.

  1. Alwaliy :

Maha Melindungi, yakni melindungi serta menertibkan semuu kepentingan makhlukNya karena kecintaanNya yang sangat pada mereka itu dan pemberian pertolonganNya yang tidak terbatas pada keperluan mereka.

  1. Alhamid :

Maha Terpuji, yang memang sudah selayaknya umuk memperoleh pujian dan sanjungan.

  1. Almuhsi:

Maha Penghitung, yang tidak satupun tertutup dari pandanganNya dan semua amalan itupun diperhitungkan sebagaimana wajarnya.

  1. Almubdi’

Maha Memulai, yang melahirkan sesuatu yang asalnya tidak ada dan belum maujud.

  1. Almu’id :

Maha Mengulangi, yakni menumbuhkan kembali setelah lenyapnya atau setelah rusaknya.

  1. Almuhyi :

Maha Menghidupkan, yakni memberikan daya kehidupan pada setiap sesuatu yang berhak hidup.

  1. Almumit :

Yang Mematikan, yakni mengambil kehidupan (ruh) dari apa-apa yang hidup, lalu disebut mati.

  1. Alhay :

Maha Hidup, kekal pula hidupNya itu.

  1. Alqayyim :

Maha Berdiri sendiri, baik DzatNya, SifatNya, AfalNya. Juga membuat berdirinya apa-apa yang selain Dia. DenganNya pula berdirinya langit dan bumi ini.

  1. Alwajid :

Maha kaya, dapat menemukan apa saja yang diinginkan olehNya, maka tidak membutuhkan pada suatu apapun karena sifat kavuNya yang secara mutlak.

  1. Almajid :

Maha Mulia, (sama dengan no. 49 yang berheda hanyalah tulisannya dalam bahasa Arab. Ejaan sebenarnya no. 49 Almajid, sedang no. 66 Almajid).

  1. Alwahid :

Maha Esa.

  1. Ashshamad :

Maha Dibutuhkan, yakni selalu menjadi tujuan dan harapan orang diwaktu ada hajat keperluannya.

  1. Alqadir :

Maha Kuasa.

  1. Almuqtadir :

Maha Menentukan.

  1. Almuqaddim :

Maha Mendahulukan, yukni mendahulukan sebagian benda dari, yang lainnya dalam perwujudannya, atau dalam kemuliaan, selisih waktu atau tempatnya.

  1. Al-mu-ikhkhir :

Maha Mengakhirkan atau Membelakangkan.

  1. Al-awwal :

Maha Pertama, Dahulu sekali dari semua yang maujud.

  1. Al-ikhir :

Maha Penghabisan, Kekal rerus setelah habisnya segala sesuatu yang maujud.

  1. Azhzhaihir :

Maha Nyata, yakni menyatakan dan menampakkan kewujudanNya itu dengan bukti-bukti dan tanda-tanda ciptaanNya.

  1. Albathin :

Maha Tersembunyi, tidak dapat dimaklumi DzatNya, sehingga tidak seorangpun dapat mengenal DzatNya itu.

  1. Alwali :

Maha Menguasai, menggenggam segala sesuatu dalam kekuasaan Nya dan menjadi milikNya.

  1. Almuta’ali :

Maha Suci. terpelihara dari segala kekurangan dan kerendahan.

  1. Albar :

Maha Dermawan, banyak kebaikanNya dan besar kenikmatan yang dilimpahkanNya.

  1. Attawwab :

Maha Penerima taubat, memberikan pertolongan kepada orangorang yang bermaksiat untuk melakukan taubat lalu Allah akan menerimanya.

  1. Almuntaqim :

Maha Penyiksa, kepada orang yang berhak untuk memperoleh siksaNya.

  1. Al’afuw :

Maha Pemaaf, pelebur kesalahan orang yang suka kembali untuk meminta maaf padaNya.

  1. Arrauf :

Maha Pengasih, banyak, kerahmatan dan kasih sayangNya.

  1. Malikul mulk :

Maha Menguasai kerajaan, maka segala perkara yang berlaku di alam semesta, langit, bumi dan sekitarnya serta yang dibaliknya alam semesta itu semuanya sesuai dengan kehendak dan iradatnya.

  1. Dzuljalali wal ikram :

Maha Memiliki kebesaran dan kemuliaan. Juga Dzat yang mempunyai keutamaan dan kesempurnaan, pemberi kerunia dan kenikmatan yang amat banyak dan melimpah ruah.

  1. Almuqsith :

Maha Mengadili, yakni memberikan kemenangan pada orang-orang yang teraniaya dari tindakan orang-orang yang menganiaya dengan keadilanNya.

  1. Aljami’ :

Maha Mengumpulkan, yakni mengumpulkan berbagai hakikat yang telah bercerai-berai dan juga mengumpulkan seluruh ummat manusia pada hari pembalasan.

  1. Alghaniy :

Maha Kaya, maka tidak membutuhkan apapun dari yang selain DzatNya sendiri, tetapi yang selainNya itu amat membutuhkan padaNya.

  1. Almughni :

Maha Pemberi kekayaan yakni memberikan kelebihan yang berupa kekayaan yang berlimpuah-limpah kepada siapa saja yang dikehendaki dari golongan hamba-hambaNya.

  1. Almani’ :

Maha Membela atau Maha Menolak, yaitu membela hamba-hambaNya yang shalih dan menolak sebab-sebab yang menyebabkan kerusakan.

  1. Adldlar :

Maha Pemberi bahaya, yukni dengan menurunkan siksassiksaN ya kepada musuh-musuhNya.

  1. Annafi’ :

Maha Pemberi kemanfaatan, yakni meratalah kebaikan yang dikeruniakanNya itu kepada semua hamba dan negeri.

  1. Annur :

Maha Bercahaya yakni menonjolkan DzatNya sendiri dan menampakkan untuk yang selainNya dengan menunjukkan tanda-tanda kekuasaanNya.

94  Alhadi :

Maha Pemberi petunjuk, yaitu memberikan jalan yang benar kepada segala sesuatu agar langsung adanya dan terjaga kehidupannya.

  1. Albadi’ :

Maha Pencipta yang baru, sehingga tidak ada contoh dan yang menyamai sebelum keluarnya ciptaanNya itu.

  1. Albaqi’:

Maha Kekal, yakni kekal hidupNya untuk selama-lamanya.

  1. Alwarits : Maha Pewaris, yakni kekal setelah musnahnya seluruh makhluk,
  2. Arrasyid : Maha Cendekiawan, yaitu memberi penerangan dan tuntunan pada seluruh hambaNya dan yang segala peraturanNya itu berjalan menurut ketentuan yang digariskan oleh kebijaksanaan dan kecendikiawananNya.
  3. Ashshabur :

Maha Penyabar yang tidak tergesa-gesa memberikan siksaan dan tidak pula cepat-cepat melaksanakan sesuatu sebelum waktunya,

Jalla jalaluhk.

Dalam kitab Addinul Islami disebutkan sebagai berikut: ,,Nama-mama Allah yang baik-baik (Asma-illah Alhusna) yang tercantum dalam AlQuran Alkarim yaitu :

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan Dzatnya Allah Ta’ala, yakni :

a. Alwdhid (Maha Esa) b. Al-ahad (Maha Esa) c. Al Haq (Maha Benar) d. Alquddus (Maha Suci) e. Ashshamad (Maha dibutuhkan) f. Alghaniy (Maha Kaya) g. Al-iwwal (Maha Pertama) h. Aldkhir (Maha Penghabisan). i. Algayyum (Maha Berdiri sendiri).

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan penciptaan, yakni :

a. Alkhdlik (Maha Menciptakan) b. Albidri’ (Maha Pembuat) c. Almushawwir (Maha Pembentuk) d. Albadi’ (Maha Pencipta yang baru)

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan sifat kecintaan dan kerahmatan, selain dari lafazh Rab (Tuhan), Rahman (Maha Pengasih) dan Rahim (Maha Penyayang) yakni :

a. Arra-if (Maha Pengasih) b. Alwadid (Maha Pencinta) c. Allathif (Maha Halus) d. Alhalim (Maha Penghiba) e. Al’afuw (Maha Pemaaf) f. Asysyakir (Maha Pembalas, Pemberi kerunia) g. Almu’min (Maha Pemelihara keamanan). h. Albir (Maha Dermawan) Rafi’ud darajat ( Maha Tinggi derajatNya) j. Arrazzaq (Maha Pemberi Rizki) k. Alwahhib (Maha Pemberi) l. Alwasi’ (Maha luas)

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan keagungan serta kemuliaan Allah Ta’ala yakni:

a. Alazhim (Maha Agung) b. Al’aziz (Maha Mulia) c. Al’aliy (Maha Tinggi) d. Almuta’ali (Maha Suci) e. Alqawiy (Maha Kuat) f. Alqahhar (Maha Pemaksa) g. Aljabbar (Maha Perkasa) h. Almutakabbir (Maha Megah) i. Alkabir (Maha Besar) j. Alkarim (Maha Pemurah) k. Alhamid (Maha Terpuji) l. almajid ( Maha Mulia) m. Almatin (Maha Kuat) n. Azhzhahir (Maha Nyata) o. Dzuljalali wal-ikram (maha memiliki kesabaran dan kemuliaan)

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan ilmunya Allah Ta’ala yakni :

a. Al’alim (maha mengetahui) b. Alhakim (maha bijaksana) c. Assami’ (maha mendengar) d. Alkhabir (maha waspada) e. Albashir ( maha melihat) f. Asysyahid (maha menyaksikan) g. Arraqib (maha meneliti) h. Albathin (maha tersembunyi) i. Almuhaimin (maha menjaga)

  1. Nama-nama yang berhubungan dengan kekuasaan Allah ta’ala serta cara mengatur nya terhadap segala sesuatu yakni:

a. Alqadir (maha kuasa) b. Alwakil (maha memelihara penyerahan) c. Alwaliy (maha melindungi) d. Alhafizh (maha pemelihara) e. Almalik (maha merajai) f. Almalik (maha memiliki) g. Alfattah (maha pembuka) h. Alhasib (maha penjamin) i. Almuntaqim (maha penyiksa) j. Almuqit (maha pemberi kecukupan)

  1. ada pula nama-nama lain yang tidak disebutkan dalam nashnya alquran al-karim tetapi merupakan sifat-sifat yang erat kaitan nya dengan sifat atau perbuatan Allah ta’ala yang tercantum dalam alquran al karim yakni:

a. Alqabidl (maha pencabut) b. Albasith (maha meluaskan) c. Arrafi’ (maha mengangkat) d. Almu’iz (maha pemberi kemuliaan) e. Almundzil (maha pemberi kehinaan) f. Almujib (maha mengabulkan) g. Alba’its (maha membangkitkan) h. Almushshi (maha menghitung) i. Almubdi (maha memulai) j. Almu’id (maha mengulangi) k. Almuhyi (maha menghidupkan) l. Almumit (maha mematikan) m. Malikul mulk (maha menguasai kerajaan) n. Aljami’ (maha mengumpulkan) o. Almughni (maha pemberi kekayaan) p. Almu’thi (maha pemberi) q. Almani’ (maha membela, maha menolak) r. Alhadi (maha pemberi petunjuk) s. Albaqi (maha kekal) t. Alwarits (maha pewaris)

  1. ada pula nama-nama lain bagi allah ta’ala yang terambil dari makna atau pengertian nama-nama yang terdapat dalam alquran al-karim yakni:

a. Annur (maha bercahaya) b. Ashshabur (maha penyabar) c. Arrasyid (maha cendekiawan) d. Almuqsith (maha mengadili) e. Alwali (maha menguasai) f. Aljalil (maha luhur) g. Al’adl (maha adil) h. Alkhafidl (maha menjatuhkan) i. Alwajid (maha kaya) j. Almuqaddim (maha mendahulukan) k. Almu-akhir (maha mengakhirkan) l. Adldlar (maha memberi bahaya) m. Annafi’ (maha pemberi kemanfaatan)

Dengan nama-nama diatas dirangkaikan pulalah sifat-sifat:

  1. Takkallum (berfirman) dan b. Iradat (berkehendak)

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker