Kelemahan Mema’rifati Hakikat Bendabenda Tidaklah Membuktikan Ketiadaan Benda-Benda Itu
Terbatasnya akal fikiran dan kelemahannya atau tidak dapatnya mencapai hakikat benda-benda itu tidaklah dapat digunakan sebagai bukti bahwa benda-benda itu tidak ada (‘adam).
Jadi kalau akal fikiran tidak dapat mencapai apa hakikat dari pada jiwa, maka tidaklah ini berarti bahwa jiwa itu tidak ada. Akal fikiran yang tidak dapat menjelaskan hakikat cahaya, tidaklah berarti bahwa cahaya itu sendiri tidak ada. Jelas sekali bahwa cahaya itu ada dan merata keseluruh alam semesta ini. Juga kalau akal fikiran tidak dapat mencapai hakikat dari atom, maka tidaklah ini membuktikan bahwa atom itu tidak ada, sedangkan atom adalah bagian-bagian kecil yang dari himpunannya itulah tersusunnya sesuatu benda.
Demikianlah keadaannya benda-benda yang lain yang akal fikiran manusia belum dapat meraih hakikat yang sebenarnya dan masih tetap lemah untuk memarifati puncak yang sesungguhnya.
Semacam itu pulalah halnya Dzat Ketuhanan (Ilaihiah). Jikalau manusia belum dapat mencapai hakikatnya, maka tidaklah ini berarti bahwa Dzat Ilahiah itu tidak ada, tetapi yang benar ialah bahwa Dzat Ilihiah itu ada dengan sekokoh-kokoh penetapan sebagai sesuatu yang wajib ada.
Sesungguhnya tentang wujud atau adanya Allah Subhanahu wa Ta’ala itu sudah merupakan ketentuan sejak masa yang pertama kali dapat dikenal, bahkan dapat dipastikan oleh akal yang sehat. Hal yang sedemikian ini rasanya tidak seorangpun menuntut untuk meminta pembuktiannya. Kalaupun ada orang yang menginginkan supaya perihal wujudnya Tuhan diberikan alasan dan ditegakkan dalil yang menentukannya, maka orang ini pastilah manusia yang congkak dan sombong serta amat durhaka, tetapi picik pandangannya. Orang sedemikian itu tidak ubahnya sebagai seorang buta matanya yang menuntut supaya ditegakkan bukti yang jelas atau alasan yang kuat tentang adanya matahari yang bersinar terang benderang pada waktu siang.
Meskipuh sudah demikian jelasnya. tetapi kami rasa masih perlu diberikan beberapa dalil yang dapat menur. jukkan kearah yang hag juga berbagai bukti yang dapat menyingkap kebenaran.





One Comment