Selanjutnya marilah kita perbincangkan theori kedua.
Theori ini lebih tersesat dan lebih keliru lagi jika dibandingkan dengan yang pertama, sebab jauhar (sel) itu tidak mungkin dapat menimbulkan susunan yang serapi ini, sebagaimana yang kita saksikan. Tidak pula dengan itu dapat muncul kekuatan dan keindahan yang sebagaimana kita semua melihatnya ini.
Bayangkanlah, apakah benda inti atau sel — yang bagaimanapun juga keadaannya — dapat menciptakan atau membedakan ciptaannya antara jenis lelaki dan perempuan, jantan dan betina,juga dapat mempertautkan antara kedua jenis itu dengan kerukunan yang seindah ini ?
Apakah patut kiranya bahwa sel itu yang membuat bumi ini dengan segala sesuatu yang ada disitu, baik manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan atau benda padat ?
Apakah sel itu yang dapat menggantungkan bumi kita: ini di cakrawala, juga menjalankannya mengelilingi sumbunya yang sama sekali tidak pernah menggeser dari jalannya itu sekalipun hanya sekedar sehelai rambutpun, padahal sudah berjalan berjuta-juta tahun lamanya ?
Apakah sel itu pula menggerakkan jalannya bintang-bintang dan planit-planit yang sedemikian besar dan banyaknya dan perjalanannya sangat cepatnya yang benarbenar mengherankan, tanpa pernah terjadi tubrukan sama sekali antara yang sebuah dengan yang lainnya ?
Patutkah kiranya dalam akal fikiran kita bahwa sel itu yang mewujudkan atau membikin unsur-unsur lain yang dari padanya itu terbentuknya alam semesta ini ?
. Patutkah bahwa sel itu yang mengatur demikian rapi dan cermatnya seluruh apa yang ada di jagad raya ini, menetap sampai suatu masa yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala dan masih sanggup menetap untuk selama-lamanya jikalau Allah Ta’ala menghendakinya pula ? Resapkanlah !
Patutkah semua yang tersebut diatas itu terjadi ?
Sebenarnya, sifat, keadaan, hal ihwal dan bentuk benda yang amat kecil yakni atom, itu saja sudah sangat membingungkan akal fikiran dan mengagumkan para ahli ilmu pengetahuan, karena menilik tatacara susunannya yang demikian rapi dan indah teraturnya. Pendek kata penyusunannya sangat ajaib sekali, bahkan hubungan yang terjadi antara bagian yang satu dengan bagian lainnya benar-benar membuat setiap orang yang menyaksikannya dapat menggelengkan kepalanya berkali-kali. Bayangkanlah hal itu, apakah layak kiranya bahwa adanya penyusunan, perang. kaian dan perhubungan itu berlaku dengan kekuasaan sel, Suatu benda yang mati ?
Cobalah kita perhatikan sebentar apa yang diucapkan oleh para ahli ilmu pengetahuan yang berkecimpung dalam penyelidikan perihal atom ini, apakah yang dapat mereka katakan ?
Tentang benda atom ini, para sarjana berkata :
,,Sesuatu benda itu tersusun dari beberapa buah atom dan atom ini tidak dapat dilihat sekalipun dengan meng: gunakan mikroskop yang terkuat. Untuk membayangkan betapa kecilnya bentuk atom ini, bolehlah kita membayang: kan bahwa apabila kita menyusun secara rapi sekali atom demi atom, ditumpukkan antara yang sebuah dengan lainnya, maka jikalau yang kita susun itu sudah ada sebanyak seratus juta buah atom, barulah panjangnya itu kira-kira sebesar sehelai benang sutera. Sebagai penggambaran yang lain dapatlah kita kemukakan bahwa didalam ukuran setetes air laut itu terdapat sebanyak limapuluh juta buah atom dari emas murni.
Atom itu tersusun dari perikel yang disekitarnya itu berkelilinglah listerik yang bermuatan negatif dan inilah yang disebut .,elektron”. Pengelilingnya adalah sesuai dengan bentuk tatasurya yang membulat. Antara setiap dua buah dari elektron ini terdapat ruangan kosong yang menyerupai kosongnya ruang angkasa antara beberapa planit dengan matahari. Ini jikalau ditilik dari segi bentuk per: kiraan jarak jauhnya.
Timbangan dari seringan-ringan perikel itu dapat mencapai 1850 kali dari timbangan elektron. Jikalau duapuluh ribu elektron disusun secara rapi berdampingan antara yang sebuah dengan lainnya, maka panjang daerahnya adalah seperti panjang daerah atom itu. Bolehlah disebutkan dengan perkataan lain bahwa perimbangan antara parikel . dengan atom itu adalah sebagaimana kepala tongkat bila dibandingkan dengan sebuah rumah yang berbentuk sedang.
Elektron itu berputar mengelilingi perikel dalam suatu susunan yang menyerupai susunan planit-planit diwaktu mengelilingi matahari, hanya saja yang ini adalah lebih banyak pemberian pengaruhnya tetapi lebih sedikit penentuan batasnya dari pada susunan falak-falak planit itu.
Jikalau sekiranya suatu benda yang terdiri dari perikel-perikel atom itu ditertibkan secara penumpukan antara yang sebuah dengan yang lainnya tanpa ada ruang kosong yang ada diantara perikel dan elektron-elektron, maka sampailah timbangan sepotong dari uang sebentuk dua ketip disekitar 40 juta ton.
Adapun perikel itu sendiri adalah terdiri dari listerik yang bermuatan positif dan ini dinamakan proton. Jumlahnya menyamai jumlah listerik-listerik yang bermuatan negatit yakni elektron yang berkeliling disekitar perikel itu sendiri.
Diluar dari proton itu terdapat pula listerik-listerik ‘lain yang bermuatan pertengahan dan inilah yang disebut netron. Sekiranya kita dapat menguraikan ikatan ini yakni ikatan yang ada antara proton dan netron atau lebih jelasnya lagi, andaikata kita dapat menyediakan jalan untuk melenyapkan sebuah netron dari kumpulan netron-netron yang mengelilingi proton itu, maka jikalau ini kita dapat memecahkannya, pastilah akan menimbulkan suatu kekuatan yang dahsyat sekali. Adapun orang yang mula-mula dapat memecahkan ini ialah Prof. Einstein. Kekuatan itu sama dengan himpunan dalam perempatan kecepatan sinar yang diperkirakan dengan sentimeter setiap detiknya.
Demikianlah peliknya susunan atom itu.









One Comment