Kitab Tauhid

Kitab Aqidah Islamiyah Karya Sayyid Sabiq

Taqlid Adalah Penutup Akal Fikiran

Taklid itu adalah suatu penghalang besar untuk kemerdekaan akal. Itulah pengekang utama terhadap kebebasan berfikir dan oleh sebab itulah maka Allah Ta’ala memuji sekali kepada orang-orang yang dapat menjernihkan sesuatu tentang hakikatnya, disisihkannya dari benda-benda lain, dibedakan dan dimurnikan benda-benda itu setelah dibahas, diperiksa. diteliti dan disaring oleh akal fikirannya. Selanjutnya lalu diambillah mana-mana yang dianggapnya terbaik dan ditinggalkanlah yang lainnya.

Allah Ta’ala berfirman :

,,Maka berikanlah berita gembira kepada hamba-hambaKu yang mendengarkan ucapan lalu mengikuti mana-mana yang terbaik dari ucapan itu. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh petunjuk Allah dan mereka itu pulalah orang-orang yang mempunyai akal fikiran”. S. Zumar 17-18.

Allah Ta’ala benar-benar mencela dan mengejek serta menyalahkan kepada orang-orang yang suka mengekor, mengembik yakni ahli taklid yang tidak suka menggunakan akal fikirannya sendiri. Yang mereka ikuti hanyalah akal orang-orang lain. Mereka betul-betul beku. sebab hanya mengikuti alam fikiran kuno yang sudah terbiasa dan ber. langsung sejak dulu disekitarnya. sekalipun yang baru itu sebenarnya lebih tepat, lebih cocok, lebih sesuai dan lebih dapat dipertanggungjawabkan karena sejalan dengan pe. tunjuk dari Tuhan.

Allah Ta’ala berfirman :

,,Dan apabila dikatakan kepada mereka : Ikutilah apa yang diturunkan Allah !”. Mereka lalu berkata : ,,Tidak, kita hanya mengikuti apa yang telah kita dapati dari ayah-ayah kita”. Padahal ayah-ayah mereka itu tidak mengerti sedikitpun dan tidak pula mengikuti petunjuk yang benar”. S. Baqarah 170.

Bidang-Bidang Pemikiran

Agama Islam mengajak seluruh ummat manusia supaya berfikir dan menggunakan akalnya dan bahkan demikian hebatnya anjurannya kearah itu, tetapi yang dikehendaki itu bukanlah pemikiran secara tidak terkendalikan lagi kebebasannya. Semua itu dimaksudkan oleh Islam agar dilakukan dalam batas yang tertentu yang memang merupakan lapangan bagi manusia dan yang dapat dicapai oleh akal manusia itu.

Maka yang dianjurkan oleh Islam untuk difikirkan itu ialah dalam hal ciptaan Allah Ta’ala yakni apa-apa yang ada di langit, di bumi, dalam dirinya sendiri, dalam masyarakat manusia dan lain-lain. Tidak sebuah pemikiranpun yang dilarangNya. melainkan memikirkan Dzatnya Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebab soal yang satu ini adalah pasti diluar kekuatan akal fikiran manusia.

Dalam hal ini Rasulullah s.a.w. bersabda :

,,Berfikirlah kamu semua perihal makhluk Allah (apa-apa yang diciptakan oleh Allah) dan janganlah kamu sekalian berfikir mengenai Dzat Allah, sebab sesungguhnya kamu semua sudah tentu tidak dapat mencapai keadaan hakikatnya.

Diriwayatkan oleh Abu Na’im dalam kitab ,,Alhilyah” dengan sanad dla’if tetapi isi dan maknanya shahih.

AlQuran Alkarim sendiri penuh dengan beratus ratus ayat (bukti dan tanda) yang mengajak kita semua untuk mengenangkan keadaan alam semesta yang terbuka lebar dan luas dihadapan kita ini, beserta cakrawalanya yang tiada terbatas oleh suatu apapun karena sangat besarnya dan tidak ada ujung pangkalnya ini.

Allah Ta’ala berfirman :

,,Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayatNya kepadamu semua, agar supaya kamu suka berfikir tentang dunia dan akhirat” S. Baqarah 219-220.

Alangkah luas dan lebarnya dunia yang diperintah oleh Islam untuk difikirkan itu, tetapi sedemikian luasnya masih belum memadai sedikitpun dari keluasan yang terdapat didalam alam akhirat.

Tujuan Pemikiran

Diantara tujuan-tujuan utama yang dikehendaki oleh Islam dalam hal diperintahnya mengadakan pemikiran-pemikiran itu ialah untuk membangunkan akal dan menggunakan tugasnya dalam berfikir, mengenangkan dan menyelidiki: yang dengan demikian ini akan sampailah manusia itu kepada petunjuk yang memberikan penerangan sejelas-jelasnya mengenai peraturan-peraturan kehidupan, sebab-sebabnya perwujudan, tabiat-tabiat keadaan dan hakikat hakikat segala sesuatu benda.

Manakala hal-hal itu sudah terlaksana baik-baik, tentu akan dapat merupakan cahaya terang untuk menyingkap persoalan siapa yang sebenarnya menjadi Maha Pencipta dan Pembentuk semuanya itu. Selanjutnya setelah ini diperoleh: maka dengan perlahan-lahan akan dicapailah hakikat yang terbesar yaitu berma’rifat kepada Allah Ta’ala.

Jadi kema’rifatan kepada Allah Ta’ala itulah yang sesungguhnya merupakan buah atau natijah dari pada akal fikiran yang cerdik dan bergerak terus, juga sebagai hasil dari usaha pemikiran yang mendalam serta disinari oleh cahaya yang terang-benderang.

Inilah salah satu perantaraan yang digunakan oleh AlQuran untuk memberikan pembuktian tentang Allah Ta’ala

AlQuran telah mendorong akal fikiran manusia dengan mengemukakan ayat-ayat tentang ilmu alam yang menJelaskan segala isi dalam dunia semesta ini, dengan menggunakan hasil dari pemikiran itu nanti akan terciptalah kema’rifatan kepada Allah Ta’ala. Kemakrifatan ini terdiri dari hal-hal seperti mengenal kesempurnaan sifat-sifatNya. keagungan-keagungan hal-ihwalNya. kenyataan-kenyataan dari kebesaran dan keluhuranNya, bukti-bukti kesucianNya, kelengkapan ilmuNya, kelangsungan kekuasaanNya dan keesaanNya dalam hal menciptakan dan membuat yang baru.

Marilah kita semua renungkan baik-baik dalam kalbu dan pikiran kita ma’na dari ayat-ayat yang tercantum dibawah ini :

,Karakanlah : ,,Segenap puji adalah bayi Allah dan keselamatan untuk hamha-hambaNya yang dipilih olehNya. Adakah Allah itu yang lebih baik, ataukah yang mereka persekutukan dengan Allah itu yang lebih baik ?

Atau siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit kepadamu semua, kemudian Kami (Allah) menumbuhkan dengan sebab air tadi kebun-kebun yang indah permai. Kamu semua tentu tidak sanggup menumbuhkan pohonnya. Adakah tuhan disamping Allah ? Tetapi mereka itu adalah kaum yang berpaling dari kebenaran.

Atau siapakah yang menjadikan bumi untuk tempat berdiam dan menjadikan sungai-sungai ditengah-tengahnya, menjadikan gunung-gunung untuk menjadi pasak dan menjadikan batas antara dua lautan ? Adakah tuhan disamping Allah ? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang sedemikian itu.

Atau siapakah yang memperkenankan permohonan orang yang dipaksa keadaan menderita, upabila memohon kepadaNya agar menghilangkan penderitaannya itu dan siapakah yang menjadikan kamu semua sebagai khalifah di bumi ? Adakah tuhan disamping Allah ? Sedikit sekali kamu semua mengingat kepada Allah itu.

Atau siapakah yang menunjukkan jalan kepadamu semua dulam kegelapan di lautan dan di daratan ? Dan siapakah yang mengirim angin untuk membawa berita gembira sebelum datangnya kerahmatan Allah ? Adakah tuhan disamping Allah ? Muha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan dengan Allah itu. Atau siapakah yang memulai menciptakan makhluk, kemudian akan mengulanginya kembali ? Dan siapakah yang memberikan rizki kepadamu semua dari langit dan bumi ? Adakah tuhan disamping Allah ? Katakanlah keterangan (alasan)mu, jikalau kamu semua memang benar !” S. Naml 59-64.

Fikirkanlah baik-baik, apakah ada suatu keterangan yang lebih jelas dari keterangan yang tertera diatas itu, adakah suatu hujah yang lebih kuat dari pada hujah diatas ?

Jikalau akal masih juga tidak suka tunduk kepada keterangan diatas itu, tidak suka takluk pada hujah itu, maka sungguh-sungguh ia tidak akan tunduk pada keterangan apapun yang selainnya dan tidak pula hendak takluk pada hujah manapun juga. Memang suatu alamat akal yang sesat dan enggan pada petunjuk yang benar.

Allah Ta’ala berfirman :

,,Dan barangsiapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, maka orang itupun tidak akan memperoleh cahaya apapun”, S, Nur 40,

Seorang penyair berkata :

,,Hati nurani manusia itu, Pasti tidak akan mampu memperoleh sesuatu apapun. Jikalau ia tetap menuntut bukti, Mengapa waktu siang itu terang benderang”.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker