Kitab Tauhid

Kitab Aqidah Islamiyah Karya Sayyid Sabiq

Sebagian daripada keistimewaan-keistimewaan ‘akidah yang kekal ini ialah bahwa ia adalah pusaka yang ditinggalkan oleh sekalian rasul Tuhan, juga bahwa ‘akidah itulah yang merupakan penghimpun yang mengikat erat antara seluruh kaum mukminin dengan satu agama yang datang dari Allah yang Maha Esa yang tidak mungkin akan berbeda, baik dimasa atau di tempat manapun juga. Selain itu ‘akidah itu adalah suatu kepercayaan yang tidak memaksa, tidak sukar untuk diterima oleh akai fikiran, tetapi kuasa untuk mengarahkan setiap manusia untuk menuju ke arah kemuliaan dan keluhuran dalam kehidupan ini.

Hanya saja untuk menyuburkan ‘akidah: tadi sangat diperlukan sekali tenaga yang militant, kegiatan yang sungguh-sungguh untuk menyebarkannya, meratakannya dan menyampaikannya keseluruh ummat manusia. Tenaga yang kokoh yang berdiri di belakangnya mutlak perlu untuk usa: ha ini, sehingga mempunyai tempat yang wajar dalam kalbu dan akal fikiran ummat, juga agar dapat menguasai pengaruh kehidupan dan masyarakat ramai.

Oleh karena risalat Muktamar Islam adalah suatu risalat yang mempunyai kewajiban untuk menyirnakan kegeLapan dan meratakan sinar cahaya, juga memajukan cara berfikir, menyucikan hati, meluruskan sepak terjang untuk menuju kearah keluhuran akhlak, ketinggian budi dan kelurusan langkah dan jejak, maka dipandang perlu untuk menyajikan kitab ini keseluruh ummat manusia yakni kitab yang diberi nama :

AQAID ISLAMIYAH

oleh Ustadz : Sayid Sabiq

Sebagai suatu saham dari Muktamar Islam untuk merealisasikan risalatnya.

Penyusun kitab ini berusaha sekuat tenaganya untuk menampakkan dan membeberkan ‘akidah-akidah Islam itu sesuai dengan apa yang tercantum dalam kitab-kitab suci Tuhan Seru sekalian alam, juga yang didakwahkan oleh semua nabi dan rasul ‘alaihimusshalatu wassalam. Isinya dibersihkan sama sekali dari segala noda yang mencampurinya, disucikan dari pengaruh hawa nafsu yang mengotorinya sejak bertahun-tahun dan berabad-abad yang lalu.

Tidak satupun usaha yang ditinggalkan oleh penyusun kitab ini untuk mengemukakan penjelasan-penjelasan hakikat yang sebenarnya dari ‘akidah-“akidah itu agar lebih mudah diterima oleh akal fikiran yaitu dengan menggunakan apa-apa yang sudah ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern. Hal ini dilakukan sedapat mungkin. Selain itu juga memakai cara pemikiran yang berdasarkan akal yang telah memperoleh hidayat yang kiranya akan lebih mengokohkan tertanamnya ‘akidah-akidah agama itu.

Dengan cara sebagaimana diatas itu akan dapat bertemulah wahyu Rabbani dengan akal fikiran Insani secara bersamaan guna mengangkat taraf kehidupan serta menyampaikan manusia ketingkat tertinggi yang mungkin dapat dicapainya yakni yang berbentuk kesempurnaan materi dan rohani, kebendaan dan kebudayaan sejati.

Muktamar Islam, dengan menyajikan hidangan yang berupa kitab ini, dapatlah dianggap sebagai satu bagian dari sekian banyak beban risalah yang dipikulnya, disamping memohonkan kepada Allah Ta’ala agar mengeruniakan tambahan ilmu yang bermanfaat dan amal perbuatan yang shalih kepada penyusunnya ini.

Sebagaimana halnya juga Muktamar Islam memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar karya penyusunan kitab ini dijadikan sebagai suatu amal yang dengan ikhlas ditujukan untuk mengharapkan keridlaan Dzatnya yang Maha Mulia. Semogalah kemanfaatan akan merata dengan tersiarnya kitab ini dan dicatat sebagai suatu karya yang diterima disisiNya. Tuhan kiranya satu-satunya Pelindung kita dan Dialah sebaik-baiknya Dzat.

DENGAN NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG.

“Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak barkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak disebelah timur (sesuatu) dan tidak (pula) disebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya diatas cahaya (berlapislapis), Allah membimbing kepada cahayaNya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. S. An-Nur 35.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker