Kitab Tauhid

Kitab Aqidah Islamiyah Karya Sayyid Sabiq

Alam Semesta Adalah Mengokohkan Wujudnya Maha Pencipta

Sebenarnya tentang hal wujudnya Allah itu sudahlah nyata, bahkan suatu hakikat yang tidak perlu lagi diragu-ragukan persoalannya. Bahkan tidak ada jalan untuk mengingkarinya. Hal Wujudnya Allah Ta’ala adalah terang bagaikan terang benderangnya matahari yang bersinar, juga sudah jelas sejelas-jelasnya bagaikan cahaya fajar diwaktu pagi yang cerah.

Semua yang ada dilingkungan alam semesta inipun dapat digunakan sebagai bukti tentang wujudnya Tuhan. bahkan benda-benda yang terdapat disekitar alam semesta dan unsur-unsurnya dapat pula mengokohkan atau membuktikan bahwa benda-benda itu pasti ada pencipta dan pengaturnya.

Periksalah alam cakrawala yang ada diatas kita itu yang didalamnya terlihat pula matahari, bulan, bintang dan sebagainya, demikian pula alam yang berbentuk bumi ini dengan segala sesuatu yang ada disitu, baik yang berupa manusia, binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda padat, juga perihal adanya hubungan yang erat dengan perimbangan yang pelik yang merapikan susunan diantara alam-alam yang beraneka warna itu serta yang menguatkan keadaannya masing-masing itu, semuanya tidak lain kecuali merupakan tanda dan bukti perihal wujudnya Allah. Selain menunjukkan adanya Dzat itu juga membuktikan keesaannya dan hanya Dia sajalah yang Maha Kuasa untuk mencip: takannya. :

Kiranya tidak terlukis sama sekali dalam akal fikiran siapapun bahwa benda-benda itu terjadi tanpa ada yang mengadakan atau menjadikan, sebagaimana juga halnya tidak mungkin terlukiskan bahwa sesuatu buatan itu tidak ada yang membuatnya.

Manakala akal memustahilkan bahwa ada kapal terhang yang melayang-layang di udara atau ada kapal seiam yang menyelam didasar lautan tanpa ada pembuat dari kapal terbang dan kapal selam itu, maka — jikalau hal-hal diatas itu dimustahilkan —, akal akan menetapkan secara pasti tentang kemustahilannya alam semesta yang amat indah permai tanpa adanya Maha Pencipta yang menciptakannya serta adanya Maha Pengatur yang mengatur segala urusannya.

Sementara itu dapatlah kita mengemukakan tiga macam theori yang boleh saja kita jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk mengemukakan sebab asal mula adanya alam semesta ini. Kiranya tidak mungkin akan ada theori lain dibalik ketiga macam hal yang kami sebutkan dibawah ini.

Pertama : Bahwa timbulnya alam semesta ini dari tidak ada, kemudian ada dengan sendirinya.

Kedua : Bahwa ada suatu jauhar (sel) yang merupakan inti yang dari situlah munculnya segala sesuatu yang terdapat di alam semesta yang molek ini.

Ketiga : Bahwa memang ada yang mengadakan, yang menciptakan atau yang membuatnya.

Marilah kita mengupas persoalan ini dengan menguraikan theori diatas itu satu persatu.

Theori pertama adalah jelas keliru dan salah jikalau ditilik secara sepintas lalu saja dari asas atau pokoknya. Ingatlah bahwa apa yang disebabkan (musabbab) itu pasti erat hubungannya dengan sebab-sebabnya, juga adanya natijah atau hasil pasti erat pula hubungannya dengan mukaddimah atau titik permulaannya.

Apakah kiranya patut dalam gambaran akal fikiran kita, bahwa ada sesuatu yang disebabkan tetapi tanpa ada sebab yang menimbulkannya, patutkah ada suatu hasil tanpa permulaannya atau ada natijah tanpa ada mukaddimahnya ?

Jadi timbulnya alam semesta dari tidak ada itu sama saja artinya dengan mengatakan adanya yang disebabkan tanpa ada sebab, atau adanya hasil tanpa ada permulaannya atau adanya natijah tanpa ada mukaddimahnya. Jadi seolah-olah alam semesta ini ada dari dirinya sendiri dan munculnya itu lepas sama sekali dari adanya sebab, seperti pembuat.

Bahwa adanya benda-benda itu dari dirinya sendiri, lepas sama sekali dari sebab-sebabnya, maka hal itu adalah suatu hal yang amat mustahil baik dipandang dari segi akal atau kejadian yang lazim. Sebabnya ialah karena adanya benda-benda dari dirinya sendiri yang terlepas sama sekali dari sebab-sebabnya itu adalah memenangkan segi adanya dan mengalahkan segi tidak adanya, tanpa bukti yang dapat digunakan untuk memenangkannya itu. padahal mememangkan secara yang sedemikian ini adalah mustahil sekali.

Renungkanlah baik-baik ! Andaikata kita mengatakan : ,,Alam semesta ini ada dari dirinya sendiri, terlepas sama sekali dari sebab-sebabnya”, maka ucapan semacam ini sama saja dengan ucapan bahwa tidak ada (adam) itu yang merupakan sebabnya ada (wujud). Patutkah ini dalam fikiran kita.

Itulah sebabnya, maka theori pertama diatas sangatlah keliru dan meleset, sebab selamanya tentu tidak mungkin dapat dibuktikan bahwa ‘adam (tidak ada) itu akan tergambar sebagai sebab yang menimbulkan wujud (ada). Tanpa adanya benda, tentu tidak mungkin dapat memberikannya.

Inilah yang dituju oleh ayat yang mulia yang berbunyi :

,,Merekakah yang diciptakan dari tiadanya sesuatu, ataukah mereka sendiri yang menciptakan ?

Atau merekalah yang menciptakan langit dan bumi ? (Tidak), melainkan mereka tidak yakin dalam kepercayaannya”. S. Thur 35 – 36.

Maksudnya : Apakah orang-orang itu diciptakan tanpa ada penciptanya ? Artinya : Apakah mereka itu sendiri yang menciptakan diri mereka sendiri, sehingga tidak membutuhkan seseorangpun yang menciptakan diri mereka itu? Hal ini jelas mustahil atau tidak mungkin atau tidak masuk sama sekali dalam akal fikiran yang sehat.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker