Kewajiban Orang yang Memiliki kekuasaan
فيما يجب على صاحب الولاية
على ولي الصبية المميزة كذا الصبي أمر الصلاة الواجبة
Wajib bagi wali dari anak laki-laki dan anak perempuan yang sudah tamyiz untuk menyuruh keduanya mengerjakan shalat fardhu.
وأن يعلمهما أحكامها بعد تمام السبع من شروطها
Serta wajib mengajari keduanya tentang hukum-hukum shalat, meliputi syarat-syaratnya (dan rukun-rukunnya), setelah mereka genap berusia tujuh tahun.
ويضربنهما على إهمالها بعد شروع العشر أو تسهيلها
Dan hendaklah memukul keduanya (dengan pukulan yang tidak menyakitkan) karena mengabaikan (meninggalkan) shalat ataupun meremehkannya, setelah keduanya masuk usia sepuluh tahun.
وواجب تعليم ما قد يلزم عليهما كذاك ما قد يحرم
Dan wajib pula (atas wali) mengajarkan segala sesuatu yang wajib dan juga yang haram bagi keduanya.
يلزم قتل تارك الصلاة كسلا ولم يتب على الولا
Wajib bagi penguasa (imam/kepala negara atau wakilnya) menghukum mati kepada orang yang meninggalkan shalat karena malas, jika ia tidak mau bertaubat.
وحكم هذا مسلم فيحكم # في أمره بحكم من قد أسلموا
Sedangkan hukum orang tersebut tetap muslim, sehingga urusan (jenazah)-nya diperlakukan sama seperti layaknya orang Islam.
وواجب على جميع مسلم ان يأمر الأهل بها المحرم
Wajib bagi semua orang Islam memerintah keluarganya (anak, istri, pembantu, dll),” untuk mengerjakan shalat, demikian juga kepada mahramnya (saudara yang haram ia nikahi).
والقهر أو تعليمهم أركائها و كذا شروطها وبطلاتها
Dan wajib mendesak mereka (agar melaksanakan shalat), ataupun mengajari mereka tentang rukun-rukun shalat, syarat-syaratnya, dan hal-hal yang membatalkannya.
وكل قادر على المذكور من غيرهم يجب في المشهور
Setiap orang yang mampu terhadap hal di atas selain dari mereka (wali, penguasa, dan kerabat), juga wajib melakukannya, sebagaimana keterangan (para ulama’) yang telah masyhur
Fardhu-Fardhu Wudhu’
في فروض الوضو
ومن شرائط صلاتتا الوضو وستة فروضها قد تفرض
Di antara syarat-syarat shalat kita adalah berwudhu’. Sedangkan fardhu wudhu’ itu ada enam yang benar-benar diwajibkan.
أولها النية بالقلب لدى غسل لوجهه الذي في الابتدا
Pertama adalah niat dengan hati ketika membasuh (bagian) wajah yang pertama kali.
الثاني غسل وجهه جميعه وأي جزء من محيطات به
Kedua adalah membasuh semua wajah, serta seluruh bagian yang mengelilingi wajah.
والحد من أذنه للأذن ومنبت لرأسه اللذقن
Nazham Sullam at-Taufiq
شعرا وچلدا لا الذي قد اختفى بلحية وعارض قد كفا
Sedangkan batasan (wilayah wajah) adalah mulai dari (pentil) telinga (kanan) sampai ke (pentil) telinga (kiri), dan mulai dari
tempat tumbuh rambut kepala sampai ke dagu. Baik itu berupa rambut (yang tumbuh di wajah) ataupun kulit wajah (harus
dibasuh semua), bukan bagian yang tertutup oleh jenggot dan cambang (godek) yang tebal.
وثالث الفروض فيما علما # غسل اليدين مع مرفقيهما
Fardhu wudhu’ yang ketiga sebagaimana yang telah maklum, adalah membasuh kedua tangan serta kedua sikunya.
رابعها مسح برأسه ولو بشعرة في حد رأسه حكوا
Keempat adalah mengusap kepala, meskipun hanya sehelai rambut saja yang berada dalam batasan kepala, sebagaimana
telah diriwayatkan oleh para ulama’ Syafi’iyah.
وغسله الرجلين والكعبين خامسها او مسحه الخفين
Kelima adalah membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki atau (sebagai penggantinya) dengan mengusap kedua buah
khuff (sepatu slop).
هذا إذا شروطه قك كملت سادسها ترتيب أقسام خلت
Mengusap kedua khuff tersebut tentunya ketika syarat- syaratnya telah terpenuhi. Dan fardhu wudhu’ yang keenam
adalah mengerjakan secara tertib (berurutan) terhadap macam-macam fardhu yang telah disebutkan di atas.









One Comment