Bab Mandi
Rasulullah saw bersabda:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضْیَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَى الْخِتَانَانِ وَغَابَتِ الْحَشَفَةُ فَقَدْ وَجَبَ الْغُسْلُ اَنْزَلَ اَوْ لَمْ يَنْزِلْ. رواه الطبراني
Artinya: “Dari Ibnu Umar berkata, Rasullah saw bersabda: “Apabila dua kemaluan (antara lelaki dan perempuan) bertemu dan ujung dzakar (lelaki yang seperti topi baja) itu sudah menyelam (pada kemaluan wanita). Maka sungguh telah diwajibkan mandi (jinabat), sekalipun keluar mani (dari pihak lelaki atau wanita) atau tidak mengeluarkannya.” (HR. Thabrani).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَرَاَی بَلَلًا وَلَمْ يَرَاُه احْتَلَمَ اِغْتَسَلَ وَاِذَا رَاَى اَنَّهُ احْتَلَمَ وَلَمْ يَرَى بَلَلًا فَلَا غُسْلَ عَلَيْهِ. رواه النسائي وابن ماجه
Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah berkata: ‘Apabila seseorang bangun dari tidurnya kemudian melihat basah (pada pakaiannya yang ada kemiripan dengan air mani), tapi dia tidak terasa bermimpi maka wajib mandi (jinabat). Apabila dia merasa bermimpi (mengeluarkan air mani) tapi tidak ada bekas basah (pada pakaiannya) maka tidak diwajibkan mandi (jinabat) padanya.” (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah)
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ إِذَا وَجَدَتِ الْمَرْأَةُ فِي الْمَنَامِ مَايَجِدُ الرَّجُلُ فَلْتَغْتَسِلْ. رواه سمویه
Artinya: “Dari sahabat Anas ra berkata: ‘Apabila seorang perempuan bermimpi di waktu tidur dan menjumpai sebagaimana yang dijumpai oleh lelaki (keluar air mani) maka wajib mandi (jinabat).” (HR. Samweh).
Rasulullah saw bersada:
عَنْ ابْنْ عَبَّاسٍ أَنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَحْضُرُ الْجُنُبَ وَلَا الْمُتَضَمِّخَ بِالْخُلُوْقَ حَتَّى يَغْتَسِلَا. رواه الطبراني
Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra berkata: ‘Sesungguhnya malaikat tidak akan hadir pada orang yang lagi junub atau berlumuran dengan parfum sehingga keduanya mandi.” (HR. Thabrani).
Rasulullah saw bersabda:
لَا تَدْخُلُ الْمَلَائِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ صُوْرَةٌ وَلَا كَلْبٌ وَلَا جُنُبٌ
Artinya: “Malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapa tgambar (makhluk bernyawa), anjing dan orang junub.” (HR. Abu Dawud dan Nasa’i).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ مَنْ تَرَكَ مَوْضِعَ شَعْرَةٍ مِنْ كِتَابَةٍ لَمْ يَغْسَلْهَا فُعِلَ بِهِ كَذَا وَكَذَا مِنَ النَّارِ قَالَ عَلْيٌّ فَمِنْ ثَمَّ عَادَتْ شَعْرَ رَأْسِي وَكَانَ يَجُرُّ شَعْرَهُ
Artinya: “Dari Ali bin Abi Thalib ra berkata: ‘Barangsiapa yang berjinabat tidak membasuh tempat satu rambut maka dia dibakar api secara demikian secara demikian.’ Sayyidina Ali berkata: ‘Oleh karena itu aku memusuhi rambut kepalaku. Dia memang sering mencukurnya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).
Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعْرَةٍ جَنَابَةً فَاغْسِلُوْا الشَّعْرَ وانْقُوْا البَشَرَةَ
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata: ‘Sesungguhnya di bawah sehelai rambut terdapat jinabat (bagi orang yang junub) oleh karena itu basuhlah rambut dan bersihkan kulit.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Rasulullah saw bersabda:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: لَا يَقْرَأُ الْجُنُبُ وَلَا الْحَائِضُ شَيْئًا مِنَ الْقُرآنِ
Artinya: “Dari Ibnu Umar ra berkata: ‘Seorang yang junub dan wanita yang haid tidak diperbolehkan membaca seayat Alquran.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: وَجِّهُوْا هَذِهِ الْبُيُوْتَ عَنِ الْمَسْجِدِ فَاِنِّيْ لَا أُحِلُّ الْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَ لَا جُنُبٌ
Artinya: “Dari Aisyah berkata: ‘Hadapkan rumah-rumah ini ke lain masjid, sebab sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid untuk ditempati orang haid dan junub.” (HR. Annasa’i).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ مَنْ اَتَى حَائِضًا فِي فَرْجِهَا أَوِ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّی اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: ‘Barangsiapa bersetubuh melalui farji isteri yang lagi haid atau menggauli isteri melewati jalan belakangnya atau mendatangi tukang tenung (untuk minta ditebak masa depannya lalu percaya) maka sungguh telah mengkufuri ingkar terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَاَرَادَ اَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوْءَهُ لِلصَّلَاةِ. رواه الشيخان
Artinya: “Dari Sayyidah Aisyah berkata: ‘Rasulullah saw apabila dalam keadaan junub, lalu ingin makan, atau tidur maka berwudhu’ sebagaimana wudhu’nya untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ أَبِيْ سَعِيْدٍ الخُدْرِيْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ اَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُوْدَ فَلْيَتَوَضَّأْ بَيْنَهُمَا. رواه مسلم
Artinya: “Dari Abu Said Al-Khudry ra berkata: ‘Apabila seseorang diantara kamu mendatangi istrinya (jima’), kemudian ingin mengulangi lagi (bersetubuh lagi) maka hendaklah berwudhu’ antara keduanya (antara jima’ yang pertama dan jima’ yang kedua).” (HR. Muslim).
Rasulullah saw bersabda:
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ إْنَّ اللهَ يَنْهَاكُمْ عَنِ التَعَرِّي فَاسْتَحْيُوْا مِنْ مَلَائْكَةِ اللهِ الَّذِيْنَ لَا يُفَارِقُوْنَكُمْ إِلَّا عِنْدَ ثَلَاثَةِ حَالَاتٍ الغَائِطِ وَ الْجَنَابَةِ وَالْغُسْلِ فَإِذَا اغْتَسَلَ اَحَدُكُمْ بِالْعَرَاءِ فَلْيَسْتَتَرْ بَثَوْبِهِ أَوْ بَجَذَمَةَ حَائِطٍ أَوْ بِبَعِيْرِهِ
Artinya: “Dari Ibnu Abbas berkata: ‘Sesungguhnya Allah swt melarangmu melepaskan pakaian sampai telanjang, oleh karena itu, bersikaplah malu kepada para malaikat yang tidak henti mendampingimu kecuali pada tiga keadaan: buang air besar, jinabat dan mandi.
Apabila salah seorang diantaramu mandi di tempat yang lapang maka hendaklah membikin tabir dengan pakaiannya (baik dikenakan agar auratnya tidak tampak atau dijadikan tabir) atau dinding atau dengan untanya.” (HR. Al-Bazzar).
Rasulullah saw bersabda:
عَنِ ابْنِ جُرَيْحٍ قَالَ بَلَغَنِيْ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ فَإِذَا هُوَ بِأَجِيْرٍ لَهُ يَغْسِلُ عَارِيًا فَقَالَ لَا أَرَاكَ تَسْتَحْيِ مِنْ رَبِّكَ خُذْ اِجَارَتَكَ لَا حَاجَةَ لَنَا بِكَ
Artinya: “Dari Ibnu Juraih ra berkata: ‘Telah sampai suatu cerita kepadaku bahwa Nabi saw pernah keluar, kemudian menjumpai pembantunya mandi dalam keadaan telanjang, lalu Nabi saw bersabda: Aku melihatmu tidak malu kepada Tuhanmu. Ambillah gajimu dan pergilah, aku tidak membutuhkan tenagamu lagi.” (HR. Abdur Razzaq).









lianurhayani@gmail.com