Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Irsyadul Ibad Lengkap

Rasulullah saw bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِیَ اللُه عَنْهُمَا قَالَ: إِذَا اجْتَمَعَ الْعَالِمُ وَالْعَابِدُ عَلَى الصِّرَاطِ قِيْلَ لِلْعَابِدِ اُدْخُلِ الْجَنَّةِ وَتَنَعَّمْ بِعِبَادَتِكَ وَقِيْلَ لِلْعَالِمِ قِفْ هُنَا فَاشْفَعْ لِمَنْ أَحْبَبْتَ فَاِنَّكَ لَا تَشْفَعُ لِاَحَدٍ اِلَّا شُفِعْتَ فَقَامَ مَقَامَ الْاَنْبِيَاءِ. رواه ابو الشيخ والديلمي

Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra berkata: ‘Apabila seorang alim dan orang yang ahli ibadah di dunia berkumpul di jembatan di atas jahanam, lalu dikatakan kepada orang yang ahli ibadah: Masuklah kamu ke surga dan nikmatilah kehidupan di dalamnya lantaran ibadahmu.

“Dan dikatakan kepada orang ‘alim: ‘Berhentilah di sini, berilah syafaat kepada orang yang kamu senangi di hari kiamat, sebab sesungguhnya engkau tidak memberi syafa’at kepada seseorang kecuali Allah swt menerima syafa’atmu. Jadi seorang ‘alim itu berkedudukan seperti para nabi.” (Addailami).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ عُثْمَانَ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: أَوَّلُ مَنْ يَشْفَعُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ الشُّهَدَاءُ. رواه الخطيب

Artinya: “Dari Usman ra berkata: Permulaan orang yang memberi syafaat pada hari kiamat adalah para Nabi, kemudian para ulama, kemudian para syuhada.” (HR. Al-Khathib).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى غَيْرِهِ كَفَضْلِ النَّبِىِّ عَلَى أُمَّتِهِ. رواه الخطيب

Artinya: “Dari Anas ra berkata: ‘Keutamaan orang ‘alim atas orang lain seperti keutamaan Nabi atas umatnya.” (HR. Al-Khathib).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ جَابِرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ اَكْرِمُوا الْعُلَمَاءَ فَإِنَّهُمْ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ فَمَنْ اَكْرَمَهُمْ فَقَدْ أَكْرَمَ اللهَ وَرَسُوْلَهُ

Artinya: “Dari Jabir ra berkata: ‘Hormatilah para ulama, sebab sesungguhnya mereka adalah pewaris para nabi, maka barangsiapa yang menghormat pada mereka berarti menghormat kepada Allah swt dan Rasul-Nya.”

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: مَنْ عَلَّمَ اَيَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ أَوْبَابًا مِنْ عِلْمٍ اَنْمَى اللهُ أَجْرَهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. رواه ابن عساکر

Artinya: “Dari Abu Said ra berkata: ‘Barangsiapa yang mengajarkan satu ayat dari kitab suci Allah swt atau satu bab ilmu, maka Allah swt mengembangbiakkan pahalanya hingga hari kiamat.” (HR. Ibnu Asakir).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ مُعَاذِ بْنِ اَنَسٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ. رواه ابن ماجة

Artinya: “Dari Muadz bin Anas ra berkata: ‘Barangsiapa yang mengajarkan ilmu maka dia mendapat pahala orang yang mengamalkannya, tanpa mengurangi pahala orang yang melakukannya.” (HR. Ibnu Majah).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ مُعَاذٍ رَضِیَ اللهُ عَنْهُ قَالَ. لَاَنْ يَهْدِىَ اللهُ بِكَ رَجُلًا خَيْرٌ لَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا. رواه أحمد

Artinya: “Dari Muadz ra berkata: ‘Apabila Allah swt menunjukkan satu orang lelaki lantaran usahamu akan lebih baik bagimu daripada mendapat dunia dan seisinya.” (HR. Ahmad).

Rasulullah saw bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ اَلْغُدُوُّ وَالرَّوَاحُ إِلَى الْمَسَاجِدِ فِي تَعْلِيْمِ الْعِلْمِ اَفْضُلُ عِنْدَ اللهِ مِنَ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيْلِ اللهِ . رواه ابن النجار

Artinya: “Dari Ibnu Abbas ra berkata: ‘Berangkat di waktu pagi atau sore ke beberapa masjid untuk mengajarkan ilmu akan lebih utama daripada orang yang berjuang dijalan Allah.” (HR. Ibnun Najjar).

Rasulullah saw bersabda:

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ. اَيُّمَا رَجُلٍ آتَاهُ اللهُ عِلْمًا فَكَتَمَهُ اَلْجَمَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِلِجَامٍ مِنْ نَارٍ. رواه الطبراني

Dari Ibnu Mas’ud berkata: “Tiap orang lelaki yang diberi ilmu oleh Allah swt, lalu disimpannya, maka Allah swt akan mengendalikan mulutnya dengan kendali dari api di hari kiamat.” (HR. Thabrani).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَعَى بِهِ وَجْهُ اللهِ لَا يَتَعَلَّمَهُ اِلَّ لِيُصَيِّبَ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَعْنِي رِيْحَهَا. رواه النسائي

Artinya: “Dan Abu Hurairah ra berkata, Nabi saw bersabda: ‘Barangsiapa yang menuntut ilmu agama yang seharusnya untuk mencari keridhaan Allah swt, tapi dia tidak mempelajarinya kecuali untuk memperoleh harta benda dunia maka tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” (HR. Nasa’i).

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: مَنْ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ لِيُبَاهِيَ بِهِ الْعُلَمَاءَ اَوْ يُمَارِىَ بِهِ السُّفَهَاءَ اَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوْهَ النَّاسِ أَدْخَلَهُ اللهُ جَهَنَّمَ. رواه ابن ماجه

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata: ‘Barangsiapa yang belajar ilmu untuk menyombongi para ulama dengan ilmu yang diperolehnya, berdebat dengan orang-orang bodoh atau memalingkan pandangan orang banyak kepadanya, maka Allah swt memasukkannya ke neraka Jahannam.” (HR. Ibnu Majah).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker