Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Irsyadul Ibad Lengkap

Kisah-kisah

Ibnul Jauzi menceritakan dari Abi Ali Al-Barbari berkata: “Sesungguhnya tiga orang bersaudara dari negeri Syam berperang, memang mereka pahlawan berkuda yang berani. Pada suatu hari mereka tertawan oleh-orang-orang Romawi, lalu dibawa ke rajanya, lalu raja berkata:

Sesungguhnya aku mengangkatmu sebagai pejabat yang menguasai sebagian daerahku, aku kawinkan kamu dengan salah satu anak perempuanku, tapi kamu harus memeluk agama Nasrani, lalu mereka menolak penawaran raja dan berkata: Ya muhammadah.

Lalu raja memerintah agar diambilkan bejana dan diberinya minyak goreng, lalu dibakarnya dengan kayu selama tiga hari berturut dan api terus menyala. Para tawanan itupun dibawa ke muka bejana itu agar mereka melihat api yang menyala-nyala dan minyak goreng yang mendidih.

Lalu mereka diajak untuk memeluk agama Nasrani, namun mereka masih enggan memenuhi tawaran raja itu. Akhirnya saudara yang terbesar dimasukkan ke dalam bejana, lalu yang kedua. Kemudian tinggal yang ketiga yaitu saudara mereka yang terkecil.

Lalu raja membujuknya dengan berbagai jalan yang ditempuh agar mau menanggalkan agamanya, tapi rupanya dia masih bersikukuh untuk berpegangan kepada agamanya, lalu ada seorang bernama Alaj berdiri seraya berkata: ‘Wahai raja aku yang mengusahakan agar pemuda ini mau menanggalkan agamanya, lalu raja bilang: Dengan cara apa kamu membujuknya.’

Lalu Alaj berkata: ‘Sungguh aku mengetahui bahwa orang arab paling mudah diperdayakan oleh orang wanita, aku kira tidak ada di Roma sini seorang perempuan yang lebih cantik daripada anakku. Oleh karena itu serahkan urusan pemuda itu padaku dan akulah yang mencarikan jalan agar bisa berkumpul dengan anak perempuanku.

Dan saya kira anak perempuanku akan mampu membujuknya. Lalu sang raja memberinya tempo selama empat puluh hari dan diserahkan tawanan tersebut kepadanya. Lalu Alaj membawa pemuda itu dan dimasukkan ke rumah bersama anak perempuannya, lalu anak perempuannya diberitahu akan tugas yang harus dilaksanakannya. Lalu perempuan itu berkata: ‘Biarlah dia tinggal di sini, sungguh akulah yang akan mengatasinya.’

Lalu pemuda itu bertempat tinggal serumah bersama anak perempuan yang cantik, ternyata pemuda itu aktif beribadah. Di waktu siang terlihat berpuasa dan malamnya selalu diisi dengan beberapa salat malam, sehingga batas yang ditentukanpun hampir habis. Lalu Al-Alaj berkata kepada anak perempuannya: ‘Apa yang kamu lakukan?’

Lalu dijawab: ‘Aku tidak mampu berbuat sesuatu padanya, sesungguhnya lelaki ini kehilangan dua saudaranya, aku khawatir dia tidak mau berbuat sesuatu denganku lantaran terkenang kepada mereka. Sebab mau tidak mau dia masih melihat bekas kenangan memedihkan di negeri ini.

Sungguhpun demikian aku tidak putus asa, oleh karena itu hendaknya ayah menemui raja dan mintalah tambah waktu lagi, dan pindahkan aku dan anak pemuda ini ke kota lain. Lalu sang raja merestui permintaan Alaj, dan dipindahkan ke desa lain sesuai dengan permintaannya. Lalu pemuda itupun bersama dengan wanita itu beberapa hari seatap rumah.

Namun pemuda itu tak mengubah pengadatannya sedikitpun, dia masih tetap berpuasa di waktu siang dan melakukan shalat di waktu malam, sehingga waktu yang ditetapkan akan berakhir, lalu wanita itu berkata: ‘Wahai pemuda sungguh aku telah melihat kamu pada tiap hari memahasucikan kepada Tuhan yang Maha Agung, dan sesungguhnya aku telah memasuki agamamu dan kutinggalkan agama ayahku dan nenek moyangku.

Kemudian pemuda itu berkata kepadanya: ‘Bagaimana caranya kita lari. ‘Lalu wanita itu berkata: ‘Aku akan mengaturnya untukmu. ‘Lalu wanita datang dengan membawa kendaraan, akhirnya mereka bersama-sama berjalan di waktu malam dan selalu menyelinapkan diri di waktu siang.

Pada perjalanan mereka berdua, ada suatu kejadian yang tak terduga, yaitu di tengah mereka berjalan di waktu malam, tiba-tiba terdengar suara kaki kuda yang datang kepadanya. Lalu tampaklah dua saudaranya yang telah meninggal dunia lantaran digoreng sama raja dahulu, begitu jua beberapa malaikat juga turut mengantar dua saudaranya itu.

Lalu pemuda itu membacakan salam kepada mereka dan bertanya tentang keadaannya, lalu mereka menjawab: “Tidak terasa apapun kecuali hanya diceburkan dan merasa sakit sebentar, lalu kami masuk surga Firdaus. Dan sesungguhnya Allah swt telah mengutus kami untuk menyaksikan perkawinanmu dengan gadis ini.

Kemudian merekalah yang mengawinkannya mendapat gadis itu dan mereka kembali pulang ke negeri Syam dan bertempat tinggal di sana. Semoga Allah swt memantapkan kita dengan perkataan yang teguh dan memelihara kita dari kekafiran dan kemunafikan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker