Rasulullah saw bersabda:
عَنِ الْحَسَنِ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَخْطُبُ خُطْبَةً اِلَّا اللهُ سَائِلُهُ عَنْهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَا أَرَادَ بِهَا. رواه ابن الدنيا و البيهقي
Artinya: “Dari Al-Hasan berkata: ‘Tidak ada seorang hamba yang berkhutbah kecuali Allah swt menanyakan pertanggungan jawabnya tentang isi khutbah itu pada hari kiamat: ‘Apa yang Dia kehendaki?” (HR. Ibnu Abiddunya dan Al-Baihaqi).
Sayyidina Malik bin Dinar bila berbicara di waktu berkhutbah menangis, lalu berkata: ‘Apakah kamu mengira bahwa aku merasa tenang hatiku dengan apa yang kuketengahkan padamu, bukankah aku telah mengetahui bahwa Allah swt yang akan mempertanggung jawabkan padaku tentang isi khutbah yang kusampaikan kali ini.
Apakah yang kamu kehendaki dengan penyampaian itu? Lalu aku berkata: “Sesungguhnya engkau sebagai saksi yang mengetahui seluk beluk hatiku, seandainya aku tidak mengetahui bahwa apa yang kusampaikan ini lebih kamu cintai aku tak akan menyampaikannya kepada dua orang selamanya.
Guru kami Muhammad bin Abil Hasan Al-Baskri Ashshiddiqi ra dalam wasiatnya kepadaku, berkata: Jadikanlah ikhlas sebagai siarmu baik dalam hal yang akan kamu ketengahkan kepada orang lain atau kamu yang mendengar nasehat daripadanya, dan Jadikanlah etis yang baik apabila berhubungan pada Allah swt, seolah etis ini sebagai hamparanmu.
Dan janganlah kamu enggan mengajarkan ilmu kepada orang yang mau belajar. Sungguhpun demikian kamu harus mengetahui bahwa dalam mengajar itu kamu harus berkomunikasi pada Allah swt seolah-olah Allah senantiasa mengintaimu. Semoga Allah swt memberikan keikhlasan dalam hati kita dalam menuntut ilmu, dalam mengembangkan dan menyiarkanya dan dalam seluruh perbuatan yang baik.
Dalam kitab Al-Ghayah karangan Al-Hishni terdapat keterangan bahwa Dhirar bin Amar berkata: Sesungguhnya ada suatu kaum yang enggan menuntut ilmu, tidak sudi duduk bersama ahlul ilmi, baik pelajar atau ulama, lalu mereka hanya membikin kamar khusus, melakukan shalat, berpuasa sehingga kurus kering, kulitnya telah melekat pada tulangnya.
Tindakan mereka ini ternyata bertentangan dengan ajaran agama, akhirnya kebinasaanlah yang mereka terima. Demi Allah yang tidak ada Tuhan selain Allah, tidak seorangpun yang beribadah dengan kebodohan, kecuali yang merusak lebih banyak daripada yang memperbaiki. Oleh karena itu, dia menyatakan bahwa mereka akan menemui kebinasaan.









lianurhayani@gmail.com