Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Irsyadul Ibad Lengkap

Makruhnya Wudhu

Hal-hal yang dimakruhkan dalam berwudhu:

  1. Berlebihan dalam menggunakan air wudhu.’
  2. Mendahulukan membasuh anggota yang kiri daripada membasuh anggota yang kanan.
  3. Kurang dari tiga kali basuhan atau melebihinya dengan menggunakan air yang bukan diwakafkan. Namun apabila menggunakan air wakafan untuk wudhu’ maka membasuh anggota wudhu’ lebih dari tiga kali diharamkan.

Rasulullah saw bersabda:

هَكَذَا الْوُضُوْءُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا وَانْقَصَ فَقَدْ أَسَاءَ اَوْ ظَلَمَ رواه أبو داود

Artinya: “Demikianlah cara berwudhu,’ barangsiapa yang menambah atau mengurangi, maka sungguh berbuat kejelekan dan dzalim.” (HR. Abu Dawud).

Kisah Pertama:

Syeikh Hasan Assajazi pernah bersama dengan Syekh Ajal Sirri, lantas waktu salat telah tiba, lalu Syekh Ajal Sirri memperbarui wudu dan mungkin demikianlah kebiasaannya, namun kali ini dia lupa tidak membasuh sela-sela jari. Akhirnya terdengarlah suara, entah siapakah yang berbicara:

Wahai Ajal, engkau mengaku termasuk umat Muhammad, engkau mengaku cinta padanya, tapi kamu meninggalkan tindak lakunya.’ Akhirnya Syekh Ajal Sirri bersumpah tidak akan meninggalkan lagi sunah yang pernah dijalankan oleh Rasul mulai sekarang hingga ajal merenggutnya.

Syekh Hasan berkata: ‘Aku bisa melihat Syekh Ajal Sirri seolah-olah tertidur.’ Lalu aku bertanya kepadanya, lalu dia menjawab: ‘Aku sejak aku meninggalkan membasuh sela-sela jari dalam keadaan lupa sampai saat ini masih terkenang peristiwa itu, sehingga aku masih bimbang tidak bisa tidur dengan nyenyak. Kupikir bagaimana wajahku apabila bertemu dengan Muhammad saw?’

Kisah Kedua:

Ada suatu cerita dari Al-Fudhail bin Iyadh, bahwa beliau pernah lupa tidak membasuh kedua tangannya dua kali, lalu shalat lalu tidur pada malam itu juga. Akhirnya dia bermimpi berjumpa dengan Rasul seraya berkata: ‘Wahai Fudhail aku heran melihatmu mengapa kamu meninggalkan sunahku di dalam berwudhu.’ Lalu Fudhail bangun lantaran terketuk hatinya oleh kharisma Rasul.

Dan tanpa menunggu lagi, dia berwudhu’ dan menghukum dirinya menjalankan shalat sunah sebanyak lima ratus rakaat untuk sehari semalam dan dijalankannya selama satu tahun sebagai tebusan perbuatan yang tak layak itu yaitu mengabaikan sunah Rasul dalam berwudhu.

Semoga Allah swt memberikan manfaat kepada kita lantaran mendengar kisah itu dan kisah-kisah para auliya’ yang lain begitu juga semoga kita bisa mengikuti jejak mereka.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker