Fiqh

Terjemahan Kitab Risalatul Mahid Lengkap

Perkara Yang Diharamkan Bagi Orang Haid dan Nifas

Seorang wanita yang sedang haid atau nifas, diharamkan menger-jakan

11 perkara, yaitu sebagai berikut:

1. Mengerjakan shalat fardlu maupun shalat sunnah,

2.  Mengerjakan thawaf di Baitullah Makkah, baik thawaf rukun, thawaf wajib atau thawaf sunnah.

3.  Mengerjakan rukun-rukun khutbah Jum’at

4. Menyentuh lembaran al-Qur’an Apalagi kitab al-Qur’an

5.  Membawa lembaran al-Qur’an. Apalagi kitab al-Qur’an.

6.   Membaca  ayat  al-Qur’an,  kecuali  karena  mengharap  barakah,  seperti membaca Bismillahirrahmaanirrahiim, memulai pekerjaan yang baik, Alhamdulilahi Rabbil ‘Alamiin, karena bersyukur dan Innaa Lillaahi wa Innaa Ilaihi Raaji’uun karena terkena musibah.

7.  Berdiam diri di dalam masjid, sekiranya dikhawatikan darahnya tertetes didalamnya.

8.   Mundar  mandir  didalam  masjid,  sekiranya  dikahawatirkan  darah-nya tertetes didalamnya.

9.   Mengerjakan puasa Ramadlan, tetapi diwajibkan  qadla.  Adapun  shalat tidak diwajibkan qadla.

10.  Meminta cerai kepada suaminya, atau sebaliknya.

11.  Melakukan Istimta’, bersenang-senang suami istri dengan pertemuan kulit antara pusar sampai dengan kedua lutut,  baik bersyahwat atau tidak. Apalagi  bersetubuh,  meskipun  kemaluannya  lelaki  di  bungkus  dengan kain, hukumnya jelas haram dosa besar.

Apabila haid atau nifas sudah berhenti, tetapi belum mandi, maka larangan 11 perkara ini tetap berlaku, kecuali puasa dan thalaq (Mahali serta Hasyiyah Al-Qalyubi: 1/100 dan Abyanal Hawaij: 11/269-270).

Suatu Faidah

Dikatakan oleh ulama Fuqaha: bahwa suami yang menyetubuhi istrinya sebelum mandi, baik istrinya masih dalam keadaan haid atau sudah berhenti akan  mengakibatkan   terkena  penyakit  lepra  (buduken:  Jawa)  terhadap anaknya (Hasyiyah Al-Qalyubi: 1/110).

Seseorang yang haid atau nifas nanti setelah berhenti, diwajibkan mengqadla puasa Ramadlan yang ditinggalkan, dan tidak wajib mengqa-dla shalat fardlu secara Ijma’ dalam keduanya, karena kesukaran di dalam qadla shalat  ank  arena  berulang-ulangnya  shalat.  Tidak  demi-kian  halnya  qadla puasa (Al-Mihajul Qawim serta Hasyiyah Al-Turmu-si:1/548 dan Husnul Mathalib: 70).

Hukum-hukum yang berpautan dengan haid, ada 20 perkara, 12 berupa hukum haram, yaitu:

1.  Mengerjakan shalat,

2.  Melakukan sujud tilawah (bacaan dalam al-Qur’an), sujud syukur,

3.  Melakukan thawaf rukun, wajib, atau sunnah,

4.  Mengerjakan puasa wajib maupun sunnah,

5.  Melakukan I’tikaf di dalam masjid,

6.  Memasuki masjid sekira kuatir akan tetesnya darah haid,

7.  Membaca al-Qur.an.

8. Menyentuh al-Qur’an.

9.  Menulis al-Qur’an menurut sebagian ulama,

Sembilan perkara ini yang diharamkan bagi seorang wanita yang sedang haid. Adapun yang tiga selanjutnya, diharamkan bagi lelaki suaminya, yaitu:

10.  Melakukan persetubuhan

11.  Menceraikan istrinya dalam keadaan haid

12.  Melakukan istimta’, atau besenang-senang dengan cara memper-mukan kulit antara pusar sampai dengan lutut istrinya dengan selain bersetubuh.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker