Fiqh

Terjemahan Kitab Risalatul Mahid Lengkap

Tanda-Tanda Balig Bagi Wanita

Tanda-tanda balig bagi seorang anak wanita terdapat lima macam. Apabila salah satu dari lima perkara terdapat padanya, maka dihukumi sudah balig, ialah sebagai berikut:

1. Sudah sampai umur 15 tahun Qamariyah (penanggalan bulan).

2.  Keluar air mani dari kemaluan setelah umur 9 tahun Qamariyah.

3.  Keluar darah Haid setelah umur 9 tahun Qamariyah Taqriban, ya-itu kira- kira atau kurang sedikit dari 15 hari, walaupun hanya sebentar (Kasyifatu al Syaja: 16).

4.  Keluar bulu kemaluan setelah umur 9 tahun Qamariyah (Tabyinal Ishlah:157).

5.  Dan kedua buah dadanya sudah menonjol ke depan secara jelas (Bidayatul Ummat🙂

Tanda-Tanda Balig Bagi Lelaki

Adapun tanda-tanda balig bagi seorang anak lelaki sebanyak empat perkara. Apabila didapati pada seorang anak lelaki salah satu dari empat perkara, maka anak tersebut dihukumi sudah berumur balig, yaitu sebagai berikut:

1.  Sudah sampai umum 15 tahun Qamariyah (penanggalan bulan).

2.  Keluar air mani dari kemaluan setelah umur 9 tahun Qamariyah.

3.  Keluar bulu kemaluan setelah umur 9 tahun Qamariyah.

(Tabyinal Ishlah: 157).

Permulaan Haid Bagi Wanita

Usia paling muda waktu keluar darah haid bagi seorang anak wanita, ialah berumur 9 tahun Qamariyah Taqriban (kira-kira). Adapun pengertian taqriban atau kira-kira ialah, apabila seorang anak wanita yang cukup umur 9 tahun kurang 16 hari dan malamnya ke atas (waktu yang cukup digunakan paling sedikitnya haid dan paling sedikitnya suci), mengeluarkan darah, maka tidak  dihukumi  haid,  tetapi  dihukumi  darah  istihadlah  atau  darah  rusak (Fathul Qarib pada Hamisy Al Bajuri:1/112 dan Abyanal Hawaij: 11/268)

Adapun  pada  waktu  mengeluarkan  darah  seorang  wanita,   sudah berusia 9 tahun kurang dibawahnya 16 hari dan malam (waktu yang     tidak cukup  untuk  paling  sedikitnya  haid  serta  paling  sedikitnya  suci)  maka dihukumi darah haid.

Apabila seorang wanita mengeluarkan darah beberapa hari yang sebagian  sebelum  waktunya  bisa  haid,  dan  yang  sebagian  lagi  setelah waktunya bisa haid, maka darah yang pertama dihukumi darah istiha-dlah, dan darah yang akhir dihukumi darah haid.

Suatu Contoh

Sorang anak wanita cukupnya umur 9 tahun masih kurang 20 hari dan malam, lalu ia mengeluarkan darah lagi lamanya 10 hari dan malam, maka darah yang pertama selama 4 hari dan malam lebih sedi-kit, dihukumi darah istihadlah, karena kurangnya dari cukup umur 9 tahun masih cukup untuk haid serta suci.

Adapun darah yang tertinggal, yang lamanya 6 hari dan malam, kurang sedikit, dihukumi darah haid, karena kurangnya dari cukup u-mur 9 tahun sudah tidak cukup untuk haid serta suci (Hasyiyah al-Jamal ala Syarhi al- Minhaj: 1/236).

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker