Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Al Kasyfu Wat Tabyin Karya Imam Ghazali

6. Golongan Keenam.

Orang yang sibuk dengan ilmu kalam dan perdebatan, menyangkal orang lain yang berseberangan, dan suka larut dalam perselisihan.

Mereka memperiuas wawasan dengan berbagai macam ilmu komunikasi yang berbeda- beda, mempelajari tata cara membuat lawan tak berdaya dalam berdebat. Orang yang seperti ini terbagi menjadi dua;

Pertama, sesat menyesatkan. Dan kedua, membinasakan. Tertipunya kelompok pertama karena kesesatan dan prasangkanya bahwa dirinya telah benar. Mereka terdiri dari banyak kelompok, sebagian dari mereka suka mengkafirkan orang lain.

Mereka sesat karena tidak mampu memahami dengan utuh tentang dalil dan metodologinya. Mereka berpendapat bahwa karena adanya kasus yang serupa maka dapat dijadikan sebagai dalil, sedangkan dalilnya adalah keserupaan tersebut.

Kelompok yang membinasakan ini bersikukuh bahwa ilmu kalam dan ilmu debat ini paling penting dan menjadi hal utama untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yakin tidak akan menjadi sempurna agama seseorang sebelum ia meneliti dan membahas kedua ilmu tersebut.

Dan orang yang iman kepada Allah tanpa membahas dan meneliti suatu dalil maka ia belum layak disebut orang yang beriman dengan sungguh-sungguh, imannya belum sempurna dan bukan orang yang dekat di sisi Allah tanpa bercermi,, kepada orang-orang Islam pada generasi awal.

Sesungguhnya Nabi SAW memberi persaksian kepada orang-orang generasi awal bahwa mereka adalah sebaik-baik makhluk. Mereka tidak perlu dalil untuk menguatkan peryataan tersebut.

Abu Umamah meriwayatkan dari Nabi SAW, sesungguhnya beliau bersabda, “Sama sekali tidak akan ada sesuatu yang membuat tersesat bagi kaum kecuali mereka telah melakukan suatu perdebatan”.

7. Golongan Ketujuh.

Orang yang tak henti-henti dalam memberikan nasihat dan meninggikan kedudukan orang yang suka berbicara tentang akhlak batin serta sifat-sifat hati seperti khauf, raja’, sabar, syukur, tawakal, zuhud, yakin, ikhlas dan jujur.

Mereka ini lebih tertipu ketimbang orang-orang sebelumnya karena dirinya menyangka telah cinta kepada Allah dan utusan-Nya.

Mereka tidak akan dapat mewujudkan suatu keikhlasan kecuali mereka mau menjadi orang-orang yang ikhlas dengan semurni-murninya. Mereka tidak akan luput dari semua kesalahan keruhnya hati kecuali mereka dapat menghindari hal tersebut.

Mereka ini lebih tertipu ketimbang orang-orang sebelumnya karena dirinya menyangka telah cinta kepada Allah dan utusan-Nya.

Mereka tidak akan dapat mewujudkan suatu keikhlasan kecuali mereka mau menjadi orang-orang yang ikhlas dengan semurni-murninya. Mereka tidak akan luput dari semua kesalahan keruhnya hati kecuali mereka dapat menghindari hal tersebut.

Mereka lebih menyukai perduniawian ketimbang orang lain. Suka menampakkan kezuhudannya di dunia padahal mereka sangat rakus terhadap dunia dan bahkan sangat tergilagila. Mereka mengajak manusia agar senantiasa ikhlas tetapi dirinya sendiri belum mampu menjadi orang yang ikhlas. Suka mengajak kepada Allah padahal mereka sendiri masih sering lari dari-Nya.

Kebiasaannya adalah menakut-nakuti manusia dari ancaman Allah padahal ia sendiri malah merasa aman dan bebas dari siksa-Nya. Selalu mengajak untuk berzikir kepada Allah tetapi lisannya sendiri sering lupa menyebut nama Allah. Selalu mengajak mendekatkan diri kepada-Nya padahal mereka sendiri masih jauh dari Allah.

Mereka tidak menyukai perbuatan tercela_ tetapi mereka sendiri suka mencela. Mengajak manusia untuk menghindari  makhluk  tetapi  dirinya  justru  lebih  ambisius. Seandainya mereka tidak dibolehkan duduk bersama makhluk untuk mengajak mereka kepada Allah seolah-olah dunia yang luas ini seketika menjadi sempit meskipun mereka yakin jika tujuannya adalah memberi kemaslahatan bagi para makhluk.

Jikalau terlihat ada seseorang yang seperti mereka didatangi oleh para makhluk, siapapun yang mendatanginya maka dirinya akan menjadi lebih baik, maka tentu mereka akan mati dalam keadaan sedih dan dengki.

Jikalau ada seseorang yang suka memuji dan sering mendatangi orang lain yang sama dengannya, maka ia menjadi manusia yang sangat tertipu dan akan menggubris segala peringatan terhadapnya dan ajakan untuk kembali ke jalan yang benar. Mereka menjadi makhluk yang paling emosi di dunia.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker