Fiqh

Terjemahan Kitab Durorul Bahiyah

19. PASAL TENTANG SHALAT

Shalat mempunyai syarat-syarat, rukun-rukun, hal-hal yang membatalkan, sunah-sunah dan hal-hal yang makruh.

Syarat Shalat

Adapun syarat-syarat shalat itu ada lima belas, yaitu:

  1. Islam.
  2. Tamyiz.
  3. Masuknya waktu.
  4. Mengerti akan kefardluan shalat.

5 Tidak meyakini (menganggap) hal-hal yang fardlu sebagai sunat

  1. Suci dari hadas besar dan hadas kecil.
  2. Suci dari najis pada pakaian, badan dan tempat.
  3. Menutup aurat.
  4. Menghadap kiblat.
  5. Tidak berbicara.
  6. Tidak melakukan perbuatan yang banyak
  7. Tidak makan maupun minum.
  8. Tidak melakukan rukun gauli (rukun yang berupa ucapan) jika bimbang mengenai niat shalat atau lama bimbang
  9. Tidak berniat menghentikan shalat.
  10. Tidak menggantungkan batalnya shalat dengan sesuatu atau bimbang membatalkan shalat.

Rukun Shalat.

Adapun rukun-rukun shalat itu ada tujuh belas, yaitu:

  1. Niat. Jika shalat yang dilakukan adalah shalat sunat mutlak, maka niatnya hanya ushallii (saya shalat). Jika yang dilakukan shalat yang waktunya terbatas atau ada sebabnya,.maka dalam niat harus menentukan sebabnya atau waktunya. Jika yang dilakukan shalat fardlu, maka harus ada tiga hal dalam niat: bermaksud: melakukannya, menentukan shalat yang dilakukan dan menyebutkan kata fardlu.
  2. Takbiratul ihram disertakan dengan niat.
  3. Berdiri bagi yang mampu.
  4. Membaca surat Fatihah.
  5. Ruku’.
  6. Thuma’ninah ketika ruku’.
  7. I’tidal.
  8. Thuma’ninah ketika I’tidal.
  9. Sujud dua kali.
  10. Thuma’ninah ketika sujud.

11: Duduk di antara dua sujud,

  1. Thuma’ninah ketika duduk tersebut.
  2. Tasyahhud akhir.
  3. Duduk ketika tasyahhud akhir.
  4. Membaca shalawat kepada Nabi saw.
  5. Membaca salam pertama.
  6. Tertib (berurutan)

Hal-hal yang Membatalkan shalat

Hal-hal yang membatalkan shalat adalah tidak adanya salah satu syarat shalat atau tidak melakukan salah satu rukun shalat. Dalam Az Zubad dituturkan:

Shalat batal karena tiadanya salah satu syaratnya Atau tiadanya salah satu rukunnya.”

Sunah Shalat

Sunat shalat itu banyak, di antaranya ada yang dilakukan di luar shalat, yaitu adzan dan iqamah (komat).

Shalat Sunat Rawatib

Shalat sunat rawatib itu ada dua puluh dua raka’at. Yang sepuluh raka’at muakkad, yaitu:

  1. Dua raka’at qabliyah Shubuh.
  2. Dua raka’at qabliyah Zhuhur.
  3. Dua raka’at ba’diyah Zhuhur.
  4. Dua raka’at ba’diyah Maghrib.
  5. Dua raka’at ba’diyah Isya’.

Yang dua puluh dua raka’at tidak muakadd, yaitu:

  1. Dua raka’at qabliyah Zhuhur.
  2. Dua raka’at ba’diyah Zhuhur sebagai tambahan atas yang muakhad.
  3. Empat raka’at qabliyah Ashar.
  4. Dua raka’at qabliyah Maghrib.
  5. Dua raka’at qabliyah Isya”.

Shalat Witir .

Adapun shalat witir, itu shalat sunat sendiri. Minimal satu raka’at. Maksimal sebelas raka’at. Minimal sempurna tiga raka’at.

Sunat ada yang diperintahkan di dalam shalat. Sunat ini ada dua, yaitu Ab’adl dan Haiat.

Sunat Ab’adi

Sunat Ab’adl itu ada tujuh, yaitu:

  1. Tasyahhud awal.
  2. Duduk tasyahhud awal.
  3. Membaca shalawat kepada Nabi saw. padatasyahhud awal.
  4. Membaca shalawat kepada Nabi saw. pada tasyahhud akhir.
  5. Membaca Qunut.
  6. Berdiri untuk qunut.
  7. Membaca shalawat dan salam kepada Nabi saw. pada saat qunut.

Jika tidak melakukan satu dari ketujuh sunat Ab’adl, maka sunat diganti dengan sujud sahwi.

Sunat Haiat

Sunat Haiat itu banyak, di antaranya:

  1. Mengangkat dua tangan di empat tempat.
  2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri.
  3. Doalftitah.
  4. Ta’awwudz sebelum membaca Fatihah.
  5. Mengucapkan “Aamiin” setelah membaca Fatihah.
  6. Membaca surat setelah mengucapkan “Aamiin.”
  7. Memelankan dan mengeraskan bacaan pada tempatnya.
  8. Takbir Intiqal.
  9. Tasbih ruku’ dan sujud.
  10. Mengucapkan: “Semoga Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
  11. Meletakkan dua tangan di atas paha saat duduk. Tangan kin dibentangkan dan tangan kanan digenggam, kecuali jari telurjuk
  12. Duduk Iftirasy pada seluruh duduk.
  13. Duduk Tawarruk pada duduk terakhir.

14 Salam kedua.

Apabila ada salah satu sunat Haiat yang tidak dilakukan, maka tidak boleh diganti dengan sujud sahwi.

Hal-hal yang Makruh dalam Shalat

 Adapun hal-hal yang makruh dalam shalat adalah sebagai berikut:

  1. Meletakkan tangan di kerah baju ketika Takbiratul Ihram, ruku, sujud
  2. Menoleh dengan wajah.
  3. Mengeraskan bacaan pada tempat bacaan pelan dan sebaliknya.
  4. Meletakkan tangan pada pinggang (malangkerik: Jawa).
  5. Tergesa-gesa.
  6. Memandang ke langit.
  7. Memejamkan mata jika khawatir ada masalah.
  8. Meludah ke depan atau sebelah kanan.
  9. Tidak memakai tutup kepala.
  10. Menahan hadas.
  11. Shalat di kuburan.

Tambahan:

Sebaiknya seseorang memulai shalat dengan semangat, hati kosong, tenang, merenungkan bacaan dan terus menerus memandang tempat sujud.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20Laman berikutnya
Show More

Related Articles

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker