BAB HAJI (Haji)
- Hadis diketengahkan oleh Imam Muslim, Imam Nasai, dan Ibnu Majah (Imam Muslim menyebutkannya di dalam Kitabul Hajj 3/481, sedangkan Imam Nasai mengetengahkannya di dalam kitab Manasikul Hajj) melalui Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Biarkanlah aku dengan apa yang aku tinggalkan bagi kamu, karena sesungguhnya telah binasalah orang-orang yang sebelum kamu sebab mereka banyak bertanya dan sering menentang nabi-nabi mereka. Untuk itu apabila aku – perintahkan kamu dengan suatu perintah, maka kerjakanlah ia menurut kemampuanmu, dan apabila aku larang kalian dari sesuatu, maka tinggalkanlah ia. Penyebab Hadis Ibnu Hibban telah mengetengahkan melalui Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah Saw. berkhotbah, lalu bersabda:
Hai manusia, sesungguhnya Allah Swt. telah memfardukan atas kalian ibadah haji.
Maka berdirilah seorang lelaki dan bertanya, “Apakah untuk setiap tahun, wahai Rasulullah?” Nabi Saw. diam hingga lelaki itu mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali, setelah itu beliau Saw. bersabda:
Seandainya kukatakan, “Ya,’ tentulah duwajibkan setiap tahun. Dan seandainya diwajibkan, tentula kamu tidak mampu melakukannya. Biarkanlah aku dengan apa yang kutinggalkan bagi kamu. Karena sesungguhnya telah binasa orang-orang yang sebelummu karena mereka banyak bertanya dan menentang nabi-nabi mereka. Untuk itu apabila aku larang kamu dari sesuatu, maka jauhilah ia, dan apabila aku perintahkan sesuatu kepadamu, maka kerjakanlah menurut kemampuanmu.
- Hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Imam Muslim mengetengahkannya di dalam Kitabul Haj3/481, dan Imam Bukhari mengetengahkannya di dalam Kitabush Shalati 2/76) melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Salat di masjidku ini lebih afdal daripada seribu kali salat’ di masjid lainnya terkecuali Masjidil Haram.
Penyebab Hadis
Abdur Razzag di dalam kitab Al-Mushannaf telah mengatakan melalui Ibrahim Al-Makki, dari Aththar ibnu Abu Rabbaah yang telah menceritakan bahwa Syarid datang kepada Nabi Saw. di hari penaklukan kota Mekah, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku telah bernazar kepada Allah bahwa jika Dia memberikan kemenangan kepadamu, aku akan salat di Baitul Magdis.” Aththar melanjutkan, bahwa lalu Nabi Saw. bersabda kepadanya:
“Di sini lebih utama” (sebanyak tiga kali). Selanjutnya Nabi Saw. bersabda pula:
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya engkau salat di sini, tentu sudah mencukupi nazarmu itu.
Kemudian beliau Saw. bersabda lagi:
Mengerjakan suatu salat di masjid ini lebih afdal daripada seratus ribu kali salat di masjid lainnya.
Imam Ahmad juga telah mengetengahkan dari Al-Argam ibnu Abu Argam, bahwa ia datang kepada Nabi Saw., lalu mengucapkan salam kepadanya dan Nabi Saw. bertanya, “Hendak ke manakah kamu pergi?” Makaia menjawab, “Wahai Rasulullah, aku bermaksud hendak ke sana,” seraya mengisyaratkan tangannya ke arah Baitul Magdis. Nabi Saw. bertanya, “Kamu berangkat ke sana hendak berniaga?? Aku menjawab, “Tidak, tetapi aku bermaksud melakukan salat padanya.” Nabi Saw. bersabda:
Maka sesungguhnya salat di sini —seraya berisyarat ke Mekahlebih baik daripada seribu kali salat di sana (seraya berisyarat ke arah negeri Syam).
- Hadis diketengahkan oleh Ibnu Abu Syaibah melalui Jabir yang telah menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Madinah itu bagaikan seterika, ia meninggalkan yang baiknya dan membuang yang buruknya. Penyebab Hadis Pertama Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim telah mengetengahkan melalui Jabir yang bercerita bahwa datanglah kepada Rasulullah Saw. seorang lelaki Badwi, lalu lelaki itu masuk Islam dan Rasul Saw. membaiatnya untuk hijrah.
Tidak lama kemudian lelaki Badwi itu datang lagi kepada Nabi Saw. dan berkata, “Bebaskanlah aku dari sumpah setiaku.” Nabi Saw. menjawab, “Aku tidak akan membebaskanmu.” Kemudian lelaki itu datang lagi dan berkata, “Bebaskanlah aku.” Nabi Saw. menjawab, “Aku tidak akan membebaskanmu.” Kemudian lelaki itu datang lagi dan berkata, “Bebaskanlah aku .” Nabi Saw. menjawab, “Aku tidak akan.membebaskanmu.” Akhirnya lelaki itu melarikan diri, dan Nabi Saw. bersabda: ‘
Kota Madinah itu bagaikan seterika, ia membuang yang kotornya dan membiarkan yang baiknya.
Penyebab Hadis
Kedua Imam Ahmad, Imam Bukhari, serta Imam Muslim telah mengetengahkan melalui Zaid ibnu Tsabit r.a. bahwa Rasulullah Saw. ke luar menuju Bukit Uhud, maka ada sebagian orang yang pulang kembali, padahal tadinya ikut ke medan Uhud bersama beliau. Saat itu sahabat-sahabat Nabi Saw. terdiri dari dua golongan, yang segolongan mengatakan, “Kita perangi mereka,” sedangkan golongan yang lain mengatakan, “Jangan.” Lalu Allah Swt. menurunkan firmanNya:
Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, (An-Nisaa: 88), hingga akhir ayat.
Maka Rasulullah Saw. bersabda:
Sesungguhnya Madinah itu Thaibah (baik), dan sesungguhnya ia dapat melenyapkan kotorannya sebagaimana api melenyapkan kotoran yang ada pada perak.




One Comment