- Hadis diketengahkan oleh Imam Ahmad dan Imam « Muslim (Imam Ahmad mengetengahkannya dalam 3/350, dan Imam Muslim di dalam Kitabur Ru’ya) melalui Jabir r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Apabila seseorang di antara kamu melihat mimpi yang tidak disukainya, hendaklah ia meludah ke arah kirinya sebanyak tiga kali, dan hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari setan sebanyak tiga kali, lalu hendaklah ia beralih dari lambungnya yang semula ke lambung lain.
Imam Ahmad dan Imam Bukhari telah mengetengahkan melalui Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
Apabila seseorang di antara kamu melihat mimpi yang disukainya, maka sesungguhnya hal itu tiada lain dari Allah, untuk itu hendaklah ia memuji kepada Allah atas mimpinya itu dan hendaklah ia membicarakannya. Dan apabila dia melihat dalam mimpinya hal yang selain dari itu di antara mimpi yang tidak disukainya, maka sesungguhnya hal itu tiada lain dari setan. Untuk itu hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari kejahatannya dan janganlah ia menyebutkannya kepada seseorang pun, maka sesungguhnya mimpinya itu tidak akan memudaratkan (membahayakan) dirinya.
Penyebab Hadis
Imam Ahmad dan Imam Muslim telah mengetengahkan melalui Jabir ibnu Abdullah bahwa seorang lelaki datang kepada Nabi Saw., lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku bahwa kepalaku dipenggal, lalu jatuh menggelinding dan aku mengejarnya.” Maka Rasulullah Saw. bersabda:
Ini berasal dari setan, maka apabila seseorang di antara kamu melihat mimpi yang tidak disukainya, janganlah ia menceritakannya kepada seseorang pun, tetapi hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari gangguan setan.
- Hadis diketengahkan oleh Imam Ahmad melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Apabila seseorang di antara kamu bersin hendaklah ia mengucapkan, “Alhamdulillaah” (segala puji bagi Allah), dan hendaklah saudaranya menjawabnya, “Yarhamukal laahu” (semoga Allah merahmatimu), lalu hendaklah ia menjawab, “Yahdiikumullaahu wayushlih baalakum” (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).
Penyebab Hadis
Imam Ahmad telah mengetengahkan melalui Salim ibnu Ubaid yang menceritakan bahwa ketika ia sedang bersama Rasulullah Saw. dalam suatu perjalanan, maka bersinlah seorang lelaki (di antara kami), lalu lelaki itu mengatakan, “As-Salaamu ‘alaika.” Maka Nabi Saw. menjawab, “Wa’alaika wa’ala ummika,” sebagai jawaban teguran terhadapnya. Kemudian beliau Saw. bersabda:
Apabila seseorang di antara kamu bersin, hendaklah ia mengucapkan, “Alhamdulillaahi “alaa kulli haal” atau “Alhamdulillaahi rabbil “aalamiin” (segala puji bagi Allah dalam semua keadaan, atau segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam). Dan hendaklah yang mendengarnya mengatakan kepadanya, “Yarhamukallaahu” (semoga Allah merahmatimu), lalu hendaklah ia menjawab, “Yaghfirullaahu lii walakum” (semoga Allah memberikan ampunan bagi diriku dan bagi dirimu).
70.Hadis diketengahkan oleh Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim (Imam Ahmad mengetengahkannya dalam 2/91, dan Imam Bukhari mengetengahkannya di dalam Kitabul Ikrah, Bab “Yaminur Rajuli Lishahibihi Annahuu Akhuuhu Idzaa Khaafa ‘Alaihil Oatlu”, dan Imam Muslim mengetengahkannya di dalam Kitabul Birri, Bab “Tahrimuzh Zhulmi”) melalui Ibnu Umar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Orang muslim itu saudara muslim lainnya, dia tidak boleh berbuat aniaya terhadapnya dan tidak boleh merendahkannya serta tidak boleh menjerumuskannya.
Penyebab Hadis
Imam Ahmad telah mengetengahkan melalui Suwaid ibnu Hanzhalah yang menceritakan bahwa kami berangkat dengan tujuan untuk menemui Rasulullah Saw. di antara kami terdapat Wa’il ibnu Hujr. Kemudian Wa’il ibnu Hyjr ditangkap oleh musuhnya. Maka orang-orang yang bersama kami merasa segan untuk bersumpah guna memberikan jaminan bagi Wail. Akhirnya aku bersumpah bahwa Wail adalah saudaraku, maka musuhnya itu melepaskannya.
Kemudian kami datang kepada Rasulullah Saw. dan menceritakan peristiwa tersebut kepadanya. Beliau Saw. bersabda:
Engkau adalah yang paling berbakti dan paling benar di antara mereka. Engkau benar, seorang muslim itu saudara muslim lainnya.
71.Hadis diketengahkan oleh Imam Ahmad melalui Ibnu Umar r.a. yang telah mengatakan:
Bahwa Nabi Saw. telah melarang menyendiri, yaitu bila seorang lelaki menginap sendirian atau bepergian sendirian. Imam Bukhari telah mengetengahkan melalui Ibnu Umar yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Seandainya manusia mengetahui apa yang terjadi pada kesendinan sebagaimana yang telah kuketahui, tentulah tiada seorang pun yang mau berjalan di malam hari sendirian. Imam Ahmad telah mengetengahkan melalui Abdullah ibnu Amr ibnul Ash, bahwa Nabi Saw. pernah bersabda:
Seorang pengendara itu setan dan dua orang pengendara itu dua setan, sedangkan tiga orang (pengendara) adalah rombongan pengendara.
Imam Ahmad telah mengetengahkan melalui sahabat Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa Rasulullah Saw. telah melaknat orang-orang berikut:
- Lelaki yang menyerupakan dirinya dengan wanita.
- Wanita yang menyerupakan dirinya dengan lelaki.
3, Lelaki yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan kawin seumur hidupnya.
- Wanita yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan kawin seumur hidupnya.
- Pengendara padang sahara sendirian.
- Lelaki yang menginap sendirian.
Penyebab Hadis
Imam Ahmad mengetengahkan melalui Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa seorang lelaki keluar dari Khaibar, lalu diikuti oleh dua orang lelaki dan lelaki lain yang mengikuti keduanya seraya berkata, “Berhentilah kamu, berhentilah kamu,” lalu memulangkan keduanya. Dia juga menyusul yang lain dan mengatakan, “Sesungguhnya dua orang ini adalah dua setan, dan sesungguhnya aku terus mendesak keduanya hingga keduanya kembali. Apabila engkau sampai kepada Rasulullah, sampaikanlah salamku kepadanya dan ceritakanlah kepadanya bahwa kami di sini sedang mengumpulkan zakat kami. Seandainya zakat itu telah layak untuk dikirimkan, niscaya aku mengirimkannya kepada beliau.” Ketika lelaki itu sampai di Madinah, dia menceritakan kepada Nabi Saw. apa yang telah dialaminya, maka sejak saat itu Rasulullah Saw. melarang seseorang menyendiri:
- Hadis diketengahkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim (Imam Bukhari mengetengahkannya di dalam Kitab Bad’ul Khalg, Bab “Lalat yang Jatuh ke Dalam Wadah Seseorang di antara Kamu”, demikian pula Imam Muslim mengetengahkannya di dalam Kitabul Musagat, Bab “Anjuran Membunuh Anjing”) melalui Ibnu Umar r.a.:
Bahwa Nabi Saw. pernah memerintahkan untuk membunuh anjing.
Menurut lafaz Imam Muslim ditambahkan sebagai berikut:
sehingga kami membunuh anjing yang dibawa oleh Seorang wanita dari daerah pedalaman.
Penyebab Hadis
Imam Ahmad dan Imam Thabrani telah mengetengahkan melalui Abu Rafi yang menceritakan hadis berikut:
Malaikat Jibril datang meminta izin untuk menemui Nabi Saw. Maka Nabi Saw. memberinya izin, tetapi Jibril datang terlambat. Maka Rasulullah Saw. mengambil kain selendangnya dan berdiri menemui Jibril yang masih berdiri di depan pintu seraya bersabda, “Kami telah memberimu izin, silakan masuk.” Jibril menjawab, “Benar, wahai Rasulullah, tetapi kami tidak mau memasuki suatu rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan tidak pula patung.” Maka mereka menemukan di salah satu kamar mereka seekor anak anjing.
Dan beliau Saw. memerintahkan kepadaku pada pagi harinya (untuk membunuh anjing). Maka tiada kubiarkan seekor anjing pun di Madinah, melainkan aku membunuhnya. Dan tiba-tiba aku bersua dengan seorang wanita dari jauh yang membawa seekor anjing yang menggonggong minta dibelaskasihani sehingga aku kasihan kepada anjing itu. Dan aku kembali, kemudian beliau Saw. memerintahkan lagi kepadaku. Maka aku kembali kepada anjing wanita itu, lalu aku membunuhnya.
- Hadis diketengahkan oleh Imam Ahmad melalui Abu Kabsyah Al-Anmari yang telah menceritakan bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda:
Ada tiga perkara yang aku berani bersumpah atasnya. Ketiga perkara yang aku berani bersumpah terhadapnya lalah: Sesungguhnya tidak pernah berkurang harta seorang hamba karena sedekah. Dan tidaklah seorang hamba mengalami suatu penganiayaan lalu dia bersabar terhadapnya melainkan Allah Swt. akan menambahi kemuliaan kepadanya karena hal itu. Dan tidaklah seorang hamba membuka pintu mengemis (meminta), melainkan Allah Swt. membukakan baginya pintu kefakiran.
Penyebab Hadis
Imam Ahmad telah mengetengahkan melalui Abu Hurairah r.a. bahwa pernah ada seorang lelaki mencaci Abu Bakar, padahal Nabi Saw. ada sedang duduk. Maka Nabi Saw. merasa kagum dan tersenyum, tetapi ketika lelaki itu makin gencar dalam caciannya, Abu Bakar membalas sebagian ucapannya. Nabi Saw. marah, lalu pergi. Abu Bakar menyusulnya seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, ketika lelaki itu mencaciku, engkau tetap duduk. Tetapi ketika aku balas sebagian caciannya, engkau marah dan pergi.” Nabi Saw. menjawab:
Sesungguhnya pada mulanya engkau ditemani oleh malaikat yang membelamu. Tetapi ketika engkau membalas sebagian caciannya, muncullah setan, maka aku tidak mau duduk bersamamu. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda:
Hat Abu Bakar, ada tiga macam perkara yang semuanya adalah benar: Tidak sekali-kali seseorang hamba dianiaya dengan suatu perbuatan zalim, lalu dia bersabar karena Allah Swt. terhadapnya, melainkan Allah akan memuliakannya dengan memberikan pertolongan terhadap perbuatan aniaya itu. Dan tidak sekali-kali seseorang . membuka pintu pemberian dengan tujuan bersilaturahim, melainkan Allah akan menambah banyak hartanya karena pemberiannya itu. Dan tidaklah seseorang membuka pintu meminta-minta dengan maksud ingin memperbanyak harta, melainkan Allah Swt. menjadikan hartanya berkurang dengan permintaannya itu.
74.Hadis diketengahkan oleh Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim (Imam Ahmad mengetengahkannya di dalam 4/365, dan Imam Muslim di dalam Kitabul Fadhail, sedangkan Imam Bukhari di dalam Kitabul Adab, Bab “Rahmatun Naasi wal Bahaim”) melalui Jarir Al-Bajali yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Barangsiapa yang tidak berbelas kasihan, maka dia tidak dikasihani.
Penyebab Hadis
Imam Ahmad, Imam Bukhari, dan Imam Muslim telah mengetengahkan melalui Abu Hurairah yang menceritakan bahwa Al-Agra’ ibnu Haabis sedang melihat Nabi Saw, menciumi Hasan (cucunya), lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku tidak pernah mencium seorang pun di antara mereka.” Maka Rasulullah Saw. bersabda:
Barangsiapa yang tidak mempunyai rasa belas kasihan, maka dia tidak akan dikasihani.
75.Hadis diketengahkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad (Imam Muslim mengetengahkannya di dalam Kitabut Taubah, Bab “Suguthudz Dzunubi bil Istighfar”: dan Imam Ahmad mengetengahkannya di dalam 2/309) melalui Abu Ayyub, dari Nabi Saw. yang telah bersabda: ,
Seandainya kamu tidak mempunyai dosa-dosa yang perlu diampuni oleh Allah, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang mempunyai dosa-dosa, lalu Dia memberikan ampunan bagi mereka.
Imam Muslim telah mengetengahkan melalui Abu Hurairah r.a. yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Demi Tuhan yang jiwaku berada di dalam genggaman kekuasaan-Nya, seandainya kamu tidak berdosa, niscaya Allah akan melenyapkan kamu dan niscaya Dia akan mendatangkan suatu kaum yang berdosa, lalu mereka meminta ampun kepada Allah, maka Allah memberikan ampunan bagi mereka.
Imam Thabrani telah mengetengahkan melalui Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Seandainya kalian tidak berdosa, niscaya Allah mendatangkan suatu kaum yang berdosa, lalu Dia memberikan ampunan bagi mereka.
Penyebab Hadis
Ibnu Asakir telah mengetengahkan melalui Anas bahwa para sahabat mengadukan kepada Nabi Saw. tentang dosa-dosa yang telah mereka lakukan, maka Nabi Saw. bersabda kepada mereka:
Sekiranya kamu tidak melakukan dosa, niscaya Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan dosa, lalu mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah memberikan ampunan bagi mereka. Imam Baihagi telah mengetengahkan di dalam kitab Syu abul Iman melalui Abdullah ibnu Amr yang mengatakan bahwa ketika ayat ini diturunkan, yaitu firman-Nya:
Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat). (Az-Zalzalah: 1) Abu Bakar sedang duduk, lalu dia menangis. Maka Rasulullah Saw. bertanya, “Apakah gerangan yang membuatmu menangis, hai Abu Bakar?” Abu Bakar menjawab, “Surat inilah yang menyebabkan aku menangis.” Maka Rasulullah Saw. bersabda:
Seandainya kalian tidak pernah berbuat kekeliruan dan tidak pula berbuat dosa, maka kalian tidak perlu mendapatkan ampunan, niscaya Allah akan menciptakan suatu umat sesudah kamu yang berbuat kesalahan dan dosa, lalu diberikanlah ampunan bagi mereka.
- Hadis diketengahkan oleh Imam Daruguthni di dalam Al-Ifrad melalui Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:
Tidak dihalalkan bagi seorang muslim membuat takut muslim lainnya. Penyebab Hadis Ibnu Asakir telah mengetengahkan melalui Al-Wagidi yang mengatakan bahwa peperangan yang mula-mula diikuti oleh Zaid ibnu Tsabit adalah ketika ia berusia lima belas tahun. Ia ikut bersama Rasulullah Saw. dan dia termasuk orang yang memindahkan tanah pada hari itu bersama pasukan kaum muslim lainnya. Lalu Rasulullah Saw. bersabda:
Ingatlah, sesungguhnya pekerjaan ini tidak mampu dilakukan oleh anak muda. Zaid ibnu Tsabit pada hari itu kelelahan hingga ia tertidur. Lalu datanglah Imarah ibnu Hazm yang langsung mengambil pedangnya, sedangkan ia (Zaid ibnu Tsabit) tidak sadar karena tenggelam dalam tidurnya. Kemudian Rasulullah Saw. bersabda:
Hai tukang tidur, engkau tidur hingga senjatamu hilang. Lalu Rasulullah Saw. bersabda:
Siapakah yang mengetahui senjata anak muda ini? Imarah menjawab, “Wahai Rasulullah, akulah yang mengambilnya.” Kemudian Imarah mengembalikannya. Maka Rasulullah Saw. melarang seorang mukmin membuat takut mukmin lainnya dan mengambil barangnya, baik secara mainmain maupun tidak.
77.Hadis diketengahkan oleh Imam Muslim dan Imam Turmudzi (Imam Muslim mengetengahkannya di dalam Kitabuth Thaharah, Bab “Khishalul Fithrah”: sedangkan Imam Turmudzi mengetengahkannya di dalam Bab “Ma Ja-afi Ifaa’il Lihyah”) melalui Ibnu Umar yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw. telah bersabda:
Cukurlah kumis dan biarkanlah jenggot.
Penyebab Hadis
Ibnun Najjar telah mengetengahkan di dalam kitab tarikhnya melalui Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa datang kepada Rasulullah Saw. suatu delegasi dari bangsa ‘Ajam, mereka mencukur jenggot mereka dan membiarkan kumis mereka tumbuh panjang. Maka Rasulullah Saw. bersabda:
Membedalah kalian dengan mereka, untuk itu cukurlah kumismu dan biarkanlah tumbuh jenggotmu. Ibnu Sad telah mengetengahkan melalui Ubaidillah ibnu Abdullah yang menceritakan bahwa pernah datang kepada Rasulullah Saw. seorang Majusi dengan penampilan yang aneh, yaitu mencukur jenggotnya dan membiarkan kumisnya. Maka Rasulullah Saw. bertanya kepadanya, “Siapakah yang memerintahkan kamu berpenampilan seperti ini?” Orang Majusi itu menjawab, “Tuhanku.” Maka Rasulullah Saw. bersabda:
Tetapi Tuhanku memerintahkan kepadaku agar mencukur kumisku dan membiarkan jenggotku. Abul Oasim ibnu Bisyr telah mengetengahkan di dalam kitab Amali-nya melalui Abu Hurairah r.a. yang menceritakan bahwa pernah seorang Majusi menghadap kepada Rasulullah Saw. dengan mencukur jenggotnya dan membiarkan tumbuh kumisnya. Maka Rasulullah Saw. bertanya:
Kasihan kamu, siapakah yang memerintahkan hal ini kepadamu? Lelaki Majusi itu menjawab, “Kisralah yang memerintahkan ini kepadaku.” Rasulullah Saw. bersabda:
Tetapi Tuhanku telah memerintahkan kepadaku agar membiarkan jenggotku dan mencukur kumisku.




One Comment