Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Kanzun Najah Was Surur

Amalan Yang Diminta Di Bulan Safar

Ketahuilah, bahwa kumpulan yang dinukil dari perkataan orangorang soleh ialah bahwa di akhir Rabu dari bulan Safar turun bencana besar dan bencana yang dibagikan dalam seluruh tahun turun di hari itu. Maka siapa yang menginginkan keselamatan dan perlindungan dari bencana itu, hendaklah ia berdoa di hari pertama dari bulan Safar dan juga di akhir Rabu darinya dengan doa ini.

Maka siapa yang membaca doa ini, Allah SWT menolak akibat buruk dari bencana ini. Demikianlah yang saya temukan dengan tulisan seorang soleh.

Doa di hari pertama dari bulan Safar adalah:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Dan solawat semoga selalu dilimpahkan Allah Ta’ala atas Sayyidina Muhammad dan keluarga serta semua sahabatnya.

Aku berlindung kepada Allah dari kejelekan zaman ini dan penghuninya dan aku berlindung dengan keagungan-Mu dan keagungan wajah-Mu dan kesempurnaan keagungan kesucian-Mu agar Engkau lindungi aku dan

kedua orangtuaku dan anak-anakku dan istriku dan para kekasihku serta semua yang aku kasihi dari kejelekan tahun ini.

Lindungilah aku dari kejelekan yang Engkau takdirkan di tahun ini

dan jauhkan dariku kejelekan di bulan Safar, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.

Jadikanlah bagiku akhir dalam bulan dan tahun ini dengan keselamatan, kesehatan, dan kebahagiaan bagiku dan kedua orangtuaku dan anakanakku dan istriku serta semua yang aku cintai dan seluruh kaum muslimin.

Wa shallallahu ta’ala “alaa Sayyidina Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.”

Saya dapatkan pula dengan tulisan seorang soleh: bahwa siapa yang membaca setiap hari dari bulan Safar doa ini maka Allah Ta’ala melindunginya dalam tahun itu dari berbagai gangguan dan bencana hingga bulan Safar berikutnya dan ia tidak ditimpa bencana dalam tahun itu, yaitu doa ini:

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah, limpahkanlah solawat, barokah dan salam atas Sayyidina Muhammad hamba-Mu, nabi dan rasul-Mu, nabi yang Ummiy dan keluarganya.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan bulan ini dan dari setiap kesulitan, cobaan dan bencana yang Engkau takdirkan di dalamnya, wahai Pencipta kehidupan, wahai Penguasa dunia dan akhirat, wahai Tuhan yang mengetahui semua peristiwa yang sudah terjadi dan yang sedang terjadi dan Tuhan yang apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah”, maka terjadilah dia.

Wahai Tuhanku yang Azali, wahai Tuhan yang Abadi, wahai Tuhan yang menciptakan dari permulaan, wahai Tuhan yang mengembalikan (menghidupkan)nya kembali. Wahai Tuhan yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Tuhan pemilik Arsy yang Maha Mulia. Engkau melakukan apa saja yang Engkau kehendaki.

Ya Allah, jagalah dengan pengawasan-Mu, diriku, istriku, hartaku, anakku, agama dan duniaku yang Engkau mengujiku dengan menemaninya demi kehormatan orang-orang soleh dan orang-orang baik, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Perkasa, wahai Tuhan Yang Maha Pengampun, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah, wahai Tuhan yang menutupi kejelekan, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Ya Allah, wahai Tuhan Yang Maha Kuat, wahai Tuhan yang Maha Keras siksa-Nya, wahai Tuhan yang Maha Perkasa, tunduk kepada keperkasaanMu semua makhluk-Mu, lindungilah aku dari semua makhluk-Mu.

Wahai Tuhan yang selalu berbuat baik, wahai Tuhan yang membuat kebagusan, wahai Tuhan yang memberi karunia, wahai Tuhan yang memberi kenikmatan, wahai Tuhan yang memuliakan, wahai Tuhan yang tiada Tuhan selain Engkau, dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.

Wa shallallahu “alaa Sayyidina Muhammadi wa “alaa aalihi wa shahbihi wa sallam ajma’in.”

Al-Allamah As-Syaikh Ad-Dairobi berkata dalam kitab Mujarrobatnya:

Faedah: Seorang arif ahlil kasyaf dan tamkin berkata: Dalam setiap tahun turun 320 ribu bencana. Semua itu terjadi pada hari Rabu terakhir dari bulan Safar. Maka hari itu menjadi hari paling sulit dalam setahun.

Maka siapa yang mengerjakan solat empat rakaat pada hari itu dan membaca dalam setiap rakaat darinya setelah Al-Fatihah surah AlKautsar 17 kali dan Al-Ikhlas 5 kali dan Al-Mw’awwidzatain sekali sekali dan membaca doa ini sehabis salam, maka Allah Ta’ala melindunginya dengan kemurahan-Nya dari semua bencana yang turun di hari itu dan tidak terjadi suatu bencana dari bencana-bencana itu hingga tahun itu berakhir.

Disebutkan oleh Asy-Syaikh Syukur Kanji gaddasallahu sirrahu

mengenai wirid-wirid Khawaja Mughniddin sebagaimana disebutkan dalam Al-Jawaahir al-khamsu dan disebutkan oleh Asy-Syaikh Al-Buni  dalam kitab Al-Firdaus: 

Sesungguhnya Allah SWT menurunkan bencana di akhir Rabu dari bulan Safar antara langit dan bumi. Kemudian malaikat yang bertugas untuk itu menerimanya dan menyerahkannya kepada Quthbul ghauts, lalu membagikannya kepada alam dunia. Maka setiap kematian atau bencana atau kesusahan yang terjadi adalah berasal dari bencana yang dibagikan itu. Barangsiapa menginginkan keselamatan dari bencana itu, hendaklah ia mengerjakan solat enam rakaat. Ia membaca dalam rakaat pertama AlFatihah dan Ayatul Kursi, dalam rakaat kedua Al-Fatihah dan surah AlIkhlas dalam setiap rakaat. Kemudian ia ucapkan solawat untuk Nabi  dengan solawat apa pun, kemudian membaca doa ini:

“Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan nama-nama-Mu yang terbaik dan kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan demi kehormatan nabi-Mu Muhammad Saw agar Engkau lindungi aku dan menyelamatkan aku dari bencana-Mu.

Wahai Tuhan yang menolak segala bencana, wahai Tuhan yang menyingkirkan kesusahan, wahai Tuhan yang menghilangkan kesedihan. Singkirkan dariku kesusahan atau kesedihan yang ditetapkan atas diriku di tahun ini. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wa shallallahu “alaa Sayyidina Muhammadin wa “alaa aalihi wa shahbihi wa sallam tasliman.”

Seorang soleh berkata: bahwa akhir Rabu dalam bulan Safar adalah hari sial yang terus berlangsung. Maka dianjurkan membaca surah Yaasin pada hari itu. Apabila sudah sampai firman Allah Ta’ala:.    mengulanginya 313 kali. Kemudian ia berdoa

“Ya Allah, limpahkan solawat atas Sayyidina Muhammad dengan solawat yang menyelamatkan kami dari semua bahaya dan gangguan dan memenuhi hajat-hajat kami, menyucikan kami dari semua dosa, mengangkat kami ke derajat tertinggi, menyampaikan kami ke tujuan terjauh berupa seluruh kebaikan di masa hidup dan sesudah mati.”

Kemudian ia ucapkan:

“Ya Allah, singkirkan dari kami kejelekan dari segala yang turun dari langit dan yang keluar dari bumi. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Wa shallallahu “alaa Sayyidina Muhammadin wa “alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.”

Kemudian ia berdoa dengan memohon keperluan dunia dan akhirat dan memohon kesehatan dan keselamatan kepada Allah Ta’ala.

Faedah: Termasuk amalan yang mujarab untuk menolak bencana dan melindungi diri darinya ialah menulis ayat-ayat dan menghapusnya, lalu meminum airnya.

Disebutkan dalam Natil bidaayat: Diriwayatkan bahwa siapa yang mengerjakan solat empat rakaat yang lalu dan berdoa dengan doa yang lalu, yaitu:    dan seterusnya, kemudian menulis ayat-ayat ini dan membasuhnya dengan air dan minum darinya, ia pun aman dari bencana yang turun pada siang hari itu hingga akhir tahun.

Ayat-ayat itu ialah:

Saya katakan: Riwayat inilah yang dulu diamalkan oleh Syaikh kami  dan itulah yang terbaik, karena manfaatnya berlaku umum untuk anak kecil, orang perempuan dan hamba sahaya.

Peringatan dan pemberitahuan untuk menolak banyak khayalan:

Ketahuilah bahwa Imam Bukhari dan Imam Muslim  meriwayatkan dalam dua kitab Shahih mereka dari Abi Hurairah  dari Nabi  bahwa beliau bersabda:

“Tidak ada penularan dan tidak boleh percaya pertanda buruk, tidak boleh percaya burung hantu dan tidak boleh percaya kesialan bulan Safar.”

Maka seorang dusun berkata: Mengapa unta berada di pasir seakanakan menjangan? Lalu bercampur dengan unta yang berpenyakit kudis sehingga menyebabkan dia terkena penyakit kudis?

Maka Rasulullah  menjawab: “Siapa yang menulari unta pertama?” Saya katakan: Wa billahi at-taufiq. Hadis ini telah diriwayatkan dengan riwayat bermacam-macam.

Dalam kitab Al-Masyarig oleh Ash-Shaaghani dengan mengisyaratkan kepada Bukhari dari Abi Hurairah: “Dan sebaik-baiknya adalah pertanda baik.”

Dan mengisyaratkan kepada Bukhari dan Muslim dari Jabir:

“Tidak ada penularan, tidak bolch percaya kesialan pertanda buruk, tidak boleh percaya kesialan burung hantu, tidak boleh percaya kesialan bulan Safar dan tidak boleh percaya hantu.”

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker