Amalan Yang Diminta Di Bulan Ramadan Yang Penuh Berkah
Ketahuilah, semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita untuk menaati-Nya: bahwa Allah Ta’ala menetapkan masa dan membagi musimmusim dan menenggelamkan pikiran dan akal dalam lautan makrifat-Nya dan membingungkan paham-paham mengenai hakikat Zat-Nya.
Maka tidak ada yang bisa mencapai pengetahuan tentang Shamadiyyah (sifat Ash-Shamad)-Nya.
Allah mengkhususkan bulan Ramadan dengan maaf dan ampunan, kabar gembira, keridoan, kegembiraan dan penerimaan amal di samping menjanjikan orang yang berpuasa di bulan itu akan mencapai tujuan dan harapannya.
Maka bulan Ramadan adalah bulan yang agung, keutamaan dan kebaikannya banyak dan barokahnya besar.
Allah Ta’ala telah memberikan dua kegembiraan kepada orang yang berpuasa di bulan ini: yaitu kegembiraan ketika berbuka dan kegembiraan ketika berjumpa Tuhannya. Dan Allah Ta’ala berkata mengenai keutamaannya (dalam hadis Qudsi):
“Setiap amalan anak Adam itu untuknya kecuali puasa. Sesungguhnya buasa itu untuk-Ku dan Akulah yang membalasnya.” (Hadis riwayat Bukhari).
Di bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan dibelenggu.
Di malam itu Raja yang Maha Agung menampakkan rahmat-Nya, doadoa dikabulkan dan keinginan tercapai. Allah Ta’ala mewajibkan puasanya atas umat Islam dan menjanjikan orang-orang yang berpuasa akan tercapai tujuan mereka.
Allah Ta’ala memberi mereka karunia dan kebaikan dan mengkhususkan mereka dengan pembebasan dari api neraka, menjadikannya penyebab kesehatan badan, membersihkan hati dan lisan dari dosa dan kedurhakaan.
Allah Ta’ala memberikan keringanan dalam puasa bagi siapa yang sakit atau berhalangan dengan firman-Nya: “Maka barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain.” (al-Baqarah: 184).
Allah Ta’ala memberikan maaf dan ampunan-Nya kepada siapa yang banyak beribadat di dalamnya dan mengekalkan padanya karunia dan kebaikan-Nya yang banyak.
Ibadat di bulan Ramadan dibalas dengan pahala berlipat ganda dan amalamal di bulan itu mempunyai keutamaan yang banyak.
Maka disunnahkan ibadat di bulan itu dengan solat dan membaca AlQuran serta mengkajinya terus menerus, banyak mengeluarkan sodagoh, menambah kelapangan nafkah kepada keluarga, berbuat baik kepada para kerabat dan tetangga dan mengikuti pemimpin umat, Muhammad .
Telah datang bulan Ramadan membawa keamanan dan pembebasan serta keberuntungan tinggal di surga bulan yang mulia di dalamnya kesempatan mencapai tujuan ig adalah bulan yang mengungguli semua zaman beruntunglah siapa yang berpuasa di bulan itu dan bertakwa kepada Tuhannya dalam perbuatan dan ucapan lisan alangkah nikmatnya siapa yang beribadat di malamnya sedangkan air matanya menetes di pipi menyerupai manik-manik itulah orang yang dikhususkan Tuhannya dengan surga yang kekal dan bidadari yang cantik
Allah Ta’ala menurunkan Al-Quran di bulan Ramadan dan mengabarkan bahwa siapa yang selalu membacanya akan mendapat surga dan kebaikan yang luas:
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185).
Di bulan Ramadan terdapat Lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Diriwayatkan mengenai keutamaannya banyak hadis. Di antaranya sabda Nabi :
“Pada malam pertama dari bulan Ramadan dibukalah pintu-pintu surga semuanya. Maka tidaklah ditutup satu pintu pun darinya dalam seluruh bulan.
Dan ditutup pintu-pintu neraka seluruhnya, maka tidak ada satu pintu pun yang dibuka darinya.
Allah Ta’ala menyuruh seorang malaikat berseru: Wahai pencari kebaikan, datanglah, wahai orang yang ingin berbuat dosa, mundurlah.
Kemudian Allah berkata: Apakah ada yang meminta ampun supaya diampuni dosanya. Apakah ada yang meminta sesuatu supaya dipenuhi permintaannya. Apakah ada yang bertaubat supaya diterima taubatnya.
Allah terus mengatakan seperti Itu hingga tiba waktu Subuh,
Dalam setiap malam ketika bei buka, Allah membebaskan satu juta orang dari neraka yang seharusnya mendapat siksaan,”
Diriwayatkan dari Salman Al Farisi , ia berkata: Rasulullah berkata kepada kami pada hari terakhir dari bulan Sya’ban. Beliau berkata: “Hai sekalian manusia, kalian telah dinaungi sebuah bulan
yang agung, bulan yang penuh berkah, di dalamnya terdapat malam Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban, solat malamnya sunnah, Barangsiapa mendekatkan diri di bulan itu dengan berbuat kebaikan, maka ia seperti menunaikan kewajiban di bulan lainnya. Dan siapa yang menunaikan kewajiban di bulan itu, ia pun seperti menunaikan 70 kewajiban di bulan lainnya.”
Ramadan adalah bulan kesabaran dan pahala kesabaran adalah surga. Ramadan adalah bulan pertolongan dan bulan di mana rezeki orang mukmin ditambah.
Barangsiapa memberi makan orang yang berbuka puasa, maka ia seperti membebaskan seorang budak dan mendapat ampunan atas dosa-dosanya.”
Kami berkata: Ya Rasulallah, tidak setiap orang dari kami mempunyai makanan untuk memberi makan orang yang berbuka puasa.
Nabi menjawab: “Allah memberikan pahala ini kepada orang yang memberi orang yang berbuka puasa susu yang bercampur air atau seteguk air atau sebutir kurma.
Barangsiapa mengenyangkan orang yang puasa, maka Allah mengampuni dosadosanya dan memberinya minum dari telagaku sehingga ia tidak akan haus selamanya.
Dan ia mendapat pahala seperti pahala orang yang diberinya makan dan minum itu, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
Ramadan adalah bulan yang awalnya rahmat, tengahnya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka.
Barangsiapa meringankan beban dari budaknya di bulan itu, maka Allah membebaskannya dari api neraka.
Maka perbanyaklah empat amalan di bulan itu: dua amalan dengan mana kalian membuat Tuhanmu rido dan dua amalan kalian tidak boleh meninggalkannya.
Adapun dua amalan dengan mana kalian membuat Tuhanmu rido luluh mengucapkan syahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah dan kalian memohon ampun kepudu Nya,
Adapun dua amalan yang kalian tidak boleh meninggalkannya ialah: kalian memohon surga kepada Tuhan dan memohon perlindungan kepada Nya dari api neraka,”
Di antaranya sabda Nabi : “Umatku diberi lima keistimewaan di bulan Ramadan yang tidak diberikan kepada umat sebelum mereka: yaitu bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari bau misik (kasturi), para malaikat memohonkan ampunan bagi mereka hingga mereka berbuka puasa, syaitan-syaitan yang durhaka diikat dan Allah Ta’ala menghiasi surga setiap hari dan berkata: Hamba-hamba-Ku yang soleh hampir dicegah dari mereka bencana dan gangguan dan diampuni pada malam terakhir darinya.”
Ada yang berkata: Ya Rasulallah, apakah itu malam Qadar?
Nabi menjawab: “Bukan. Akan tetapi orang yang beramal dipenuhi pahalanya apabila sudah menyelesaikan amalnya.”
Hadis riwayat Al-Haitsami dalam Majmu’ az-Zawaaid dari Abi Hurairah dengan lafadnya.
Di antaranya: Diriwayatkan dari Abi Hurairah , ia berkata: Adalah Rasulullah memberi kabar gembira kepada para sahabatnya.
Beliau berkata: “Telah datang bulan Ramadan, bulan di mana Allah mewajibkan puasa atas kalian dan dibuka pintu-pintu langit di bulan itu, pintu-pintu neraka ditutup, syaitan-syaitan dibelenggu dan di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.”
“Di dalam surga ada delapan pintu: pintu yang bernama Rayyan tidak ada yang memasukinya, kecuali orang-orang yang berpuasa.” (Hadis riwayat Bukhari).
Diantara sabda Nabi. :
“Puasa dan Al-Qur’an memberi syafaat bagi hamba pada hari kiamat. Puasa berkata: Wahat Tuhanku, aku telah mencegahnya dari makanan dan keinginan syahwat di waktu siang, maka terimalah syafaatku baginya. Al Qur’an berkata: Wahai Tuhanku, aku mencegahnya dari tidur di waktu malam, maka terimalah syafaatku baginya. Kemudian syafaat keduanya diterima bagi hamba itu.” (Hadis riwayat Ahmad).
Dan masih ada lagi hadis-hadis lainnya yang disebutkan dalam Tuhfatul ikhwan dan Ar-Raudhul faaiq.
Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya dari Abi Hurairah secara marfu”
“Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu dan yang kemudian.”
Dengan lafad ini hadis tersebut diriwayatkan dalam Al-Jaami’ ash-shaghir, tetapi tidak menisbatkannya kepada Al-Khathib dalam Tarikh-nya dari ibnu Abbas .
Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dalam Musnadnya dari Abi Hurairah , ia berkata: Rasulullah menyuruh kami mengerjakan solat malam di bulan Ramadan tanpa mewajibkannya kepada kami. Beliau berkata:
“Barangsiapa mengerjakan solat malam di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu dan yang kemudian.”
Demikianlah hadis ini diriwayatkan oleh beberapa orang dengan tambahan tersebut dengan menisbatkannya kepada Al-Imam Ahmad .
Disebutkan dalam Syifa’ul asqaam: Yang saya lihat mengenainya ialah hanya sampai perkataannya: “diampunilah dosanya yang terdahulu.”
Maka ada kemungkinan tambahan ini terdapat dalam naskah-naskah lain.
Tambahan ini, yakni “dan yang kemudian” telah ditegaskan oleh Al-Hafidh ibnu Hajar dalam Fathul baariy ketika mengomentari hadis Bukhari:
“Barangsiapa mengerjakan solat malam di bulan Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu, ” dengan perkataannya: Qutaibah menambahkan dari Sufyan: “dan yang kemudian.”
Ia menyebutkannya pula mengenai amalan-amalan yang menghapus dosa. Begitu pula Hamid bin Yahya dan Al-Husain bin Hasan AlMarwazi menambahinya dalam kitab puasanya, dan selain orang-orang yang tersebut seperti dalam Syifa’ul asgaam.
Saya sebutkan semua ini dalam syarah mandhumatku mengenai amalanamalan yang menghapus dosa-dosa terdahulu dan yang kemudian.
Yang dimaksud dengan al-qiyam (solat) dalam hadis yang mulia itu ialah solat mutlak.
Banyak orang mengatakan: Yang dimaksud dengan qiyam Ramadan ialah solat Tarawih.
Artinya tujuan bisa tercapai dengannya, bukan hanya bisa tercapai dengannya.
Faedah-faedah yang saya dapatkan dengan tulisan Syaikh kami ialah: Beliau berkata:









One Comment