Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Kanzun Najah Was Surur

Amalan Yang Diminta Di Bulan Rajab

Ketahuilah, bahwa Rajab adalah bulan mulia dan ibadah di bulan itu mendapat pahala yang besar, khususnya puasa dan istigfar dan bertaubat dari dosa-dosa. Doa di malam pertama mustajab, maka dianjurkan.

Nabi   bersabda: 

“Lima malam yang di waktu itu doa tidak ditolak: yaitu malam pertama dari bulan Rajab, malam nisfu Sya’ban, malam Jumat, malam hari raya Fitri dan malam hari raya Adha.” Asy-Suyuthi  meriwayatkannya dalam Al-Jaami’ ash-shaghir dari ibnu Asakir dari Abi Umamah . Pada malam 27 Rajab Nabi  menjalani Isra sebagaimana khabar yang masyhur dan sudah diketahui, Rajab adalah bulan yang berdiri sendiri di antara bulan-bulan Haram.

Allah Ta’ala berfirman:

“Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah talah dua belas bulan (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan Haram,” (QS. At-Taubah: 36).

Empat bulan haram itu adalah Zulqadah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan-bulan haram itu yang tiga berturut-turut dan yang satu berdiri sendirian, yaitu Rajab.

Di masa permulaan Islam diharamkan berperang dalam bulan-bulan haram, kemudian dibatalkan dengan firman Allah Ta’ala:

“Maka perangilah orang-orang musyrik di mana saja kamu temui.” (OS. At-Taubah: 5).

Tinggallah kesuciannya dalam melipatgandakan pahala atas ketaatan dan membesarkan dosa atas perbuatan maksiat. Semoga Allah Ta’ala melindungi kita darinya. Rajab adalah bulan Allah di mana Allah menuangkan rahmat kepada orang-orang yang bertaubat dan melimpahkan cahaya penerimaan amal atas seluruh alam.

Mereka menamainya “Al-Asham (Yang tuli)” karena di bulan itu tidak terdengar suara peperangan. Dan dinamai pula: “Rajam,” dan artinya dalam bulan itu musuh dan syaitan dilempari supaya tidak mengganggu para auliya dan orang-orang soleh.

Nabi  bersabda:

“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadan bulan umatku.”

Disebutkan dalam Al-Jaami’ ash-shaghir oleh As-Suyuthi, hadis nomor 4411, dari Al-Fath bin Abi Fawaris dalam Amaali-nya dari Al-Hasan secara mursal: hadis dlo’if.

Para ulama berkata: Rajab adalah bulan istigfar (memohon ampun), Sya’ban bulan untuk memperbanyak solawat untuk Nabi  dan Ramadan adalah bulan untuk memperbanyak pembacaan Al-Qur’an.

Maka berijtihadlah kalian di bulan Rajab — semoga Allah merahmatimu — karena Rajab adalah musim perdagangan (amal).

Penuhilah waktu-waktumu di bulan itu, karena ia adalah waktu untuk banyak beribadah.

Maka siapa yang termasuk pedagang, maka musim-musim ini sudah masuk. Dan siapa yang sakit dengan banyak dosa, maka obat-obat ini sudah disediakan.

Wahab bin Munabbih   berkata: Saya membaca dalam kitab-kitab Allah yang diturunkan bahwa siapa yang memohon ampun di bulan Rajab pada waktu pagi dan sore sambil mengangkat kedua tangannya dan mengucapkan si     (Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku dan ter malah taubatku) tujuh puluh kali, maka kulitnya tidak disentuh api neraka.

Saya meringkas semua ini dari kitab Tuhfatul ikhwan fi qira’atil mii’aad fi Rajab wd Sya’ban wa Ramadan oleh Al-Allamah Al-Fasyani st.

Sayyidi Al-Outhb Asy-Syaikh Abdul Oadir Al-Jailani menyebutkan dalam kitabnya Al-Ghunyah bahwa diminta dari seorang muslim untuk berdoa di awal malam Rajab dengan doa ini:

“Wahai Tuhanku, orang-orang di malam ini berharap dan menuju kepadaMu, dan mengharapkan keberkahan dan kebaikan-Mu. Engkau berikan di malam ini berbagai karunia dan hadiah serta pemberian yang Engkau berikan kepada siapa yang Engkau kehendaki dari hamba-hamba-Mu, dan Engkau cegah darinya siapa yang tidak Engkau berikan perhatian kepadanya sebelum ini

Inilah aku hamba-Mu yang membutuhkan-Mu, mengharapkan keberkahan dan kebaikan-Mu. Jika engkau, wahai Tuhanku di malam ini memberi karunia kepada seseorang dari makhluk-Mu dan memberinya manfaat dari kasihsayang-Mu, maka limpahkanlah solawat kepada Sayyidina

Muhammad dan keluarga dan para sahabatnya dan berilah aku karunia dan kebaikan-Mu, wahai Tuhan sekalian alam.”

Adalah Ali , memusatkan dirinya untuk ibadat dalam empat malam dalam setahun, yaitu: awal malam dari bulan Rajab, malam hari raya Fitri, malam hari raya Adha dan malam nisfu Sya’ban.

Di antara doanya ialah:

“Ya Allah, limpahkan solawat atas Muhammad dan keluarganya pelitapelita hikmah, pemberi nikmat dan sumber kesucian.

Lindungilah aku dengan sebab mereka dari setiap bencana dan jangan hukum aku dalam keadaan lengah maupun dalam keadaan lalai.

Janganlah jadikan akibat dari perbuatanku kesedihan dan penyesalan dan ridoilah aku.

Sesungguhnya ampunan-Mu berlaku untuk orang-orang yang zalim dan aku termasuk orang-orang yang zalim.

Ya Allah, ampunilah dosaku yang tidak membahayakan-Mu dan berilah aku pemberian yang tidak bermanfaat bagi-Mu.

Sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, maka berilah aku kelapangan dan ketenangan, keamanan dan kesehatan, rasa syukur, keselamatan dan ketakwaan.

Curahkanlah kesabaran dan kebenaran kepadaku dan para wali-Mu, berilah aku kemudahan dan jangan berikan kesulitan bersamanya dan berikan semua itu kepada keluargaku, anakku dan saudara-saudaraku dalam agama-Mu dan kedua orangtuaku dari kaum muslimin dan muslimat dan mukminin dan mukminat.”

Jangan lupa membaca doa Sayyidul istighfar yang diriwayatkan dari Nabi , yaitu:

“Ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau ciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu, dan aku dalam jaminan-Mu dan berjanji kepada-Mu sesuai kemampuanku. Aku berlindung dengan-Mu dari kejelekan perbuatanku dan mengakui nikmat-Mu padaku dan mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosadosa, kecuali Engkau.”

Doa ini dibaca tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu sore.

Termasuk faedah-faedah yang disebutkan oleh Asy-Syaikh Ali AlAjhuri  sebagaimana disebutkan dalam Khulasotul atsar: bahwa siapa yang membaca di akhir Jumat dari bulan Rajab ketika khatib berada di atas mimbar: Ahmad Rasulullah, Muhammad Rasulullah (35 kali) tidak terputus uang dirham (rezeki) darinya dalam tahun itu.

Peringatan: Ingatlah di sini apa yang kami sebutkan bahwa solat Raghaib (yaitu solat 12 rakaat yang dikerjakan antara Magrib dan Isya pada awal malam Rajab) adalah bid’ah yang tercela.

Maka janganlah melakukannya. Akan tetapi sebagai gantinya, kerjakan solat Al-Awwaabiin atau tasbih atau sunnah mutlak, sendiri-sendiri tanpa jumlah tertentu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker