Kitab Tasauf

Terjemah Kitab Kanzun Najah Was Surur

Amalan Yang Diminta Dalam Sepuluh Malam Terakhir Di Mana Terdapat Lailatul Qadar

Ketahuilah, bahwa Allah   mengutamakan musim-musim ketaatan di atas waktu-waktu lainnya dan memudahkannya untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan dan keberkahan.

Allah Ta’ala memuliakan bulan Ramadan di atas semua bulan dan mengkhususkan malam-malamnya dengan keutamaan yang masyhur dan mengistimewakannya dengan Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan.

Allah Ta’ala memperhatikan di malam itu orang-orang yang berdosa dan mengampuninya serta menutupi kejelekan manusia, menenangkan hati dan memakmurkannya, memenuhi permintaan orang-orang yang meminta sesuatu kepada-Nya dan memudahkannya.

Allah Ta’ala menjadikan malam ini permata terindah dalam untaian kalung masa dan menjadikan amal-amalnya mendapat pahala yang banyak. Maka setiap orang yang mendapatinya dan berdoa dengan khusyuk, ia pun beruntung karena doanya segera dikabulkan.

Tidaklah seseorang memohon perlindungan di malam itu, melainkan Allah melindunginya. Tidaklah seseorang bertaubat kepada Allah di malam itu, melainkan Allah menerimanya dan memilihnya. Tidaklah seseorang meminta sesuatu kepada Allah, melainkan Allah memberinya.

Maka beruntunglah siapa yang mengagungkan dan memuliakannya. Sungguh malam itu paling banyak barokah dan cahayanya. Alangkah banyaknya kebaikannya dan alangkah derasnya.

Di malam itu pintu-pintu langit dibuka dan para malaikat turun dengan membawa kabar gembira bagi siapa yang menghidupkannya dan berjaga di malam itu dengan mencegah matanya supaya tidak tidur. Beruntunglah siapa yang menikmati munajat di malam itu dan berharap. Beruntunglah siapa yang merasakan kesenangan di malam itu dengan melakukan ketaatan-ketaatan kepada Tuhannya.

Maka ia berdoa dengan khusyuk dan mengerjakan solat dan menyaksikan cahaya-Nya ketika muncul

Alangkah indahnya malam itu di mana Allah memperhatikan permohonan orang yang butuh kepada-Nya dan mewujudkan serta menolong permintaan orang yang berdoa kepada-Nya.

Tidaklah seseorang menyampaikan keluhannya kepada Allah di malam itu, melainkan Allah menyingkirkan kesusahan dan bahayanya.

Tidaklah seseorang yang teraniaya mengadu kepada-Nya, melainkan Dia singkirkan kesulitan darinya dan memberikan kebebasan kepadanya serta memberinya kabar gembira.

Tidaklah seseorang memohon dengan khusyuk kepada-Nya dan menyampaikan halangannya, melainkan Dia menerima alasannya.

Tidaklah hati orang yang lemah mengeluh kepada-Nya, melainkan Dia menolongnya dengan lembut dan menghiburnya.

Diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad 2 dalam Musnadnya dengan sanad hasan dari Ubadah bin Shamit   , bahwa Rasulullah   bersabda:

“Malam Qadar itu terdapat dalam sepuluh malam terakhir (dari bulan Ramadan). Barangsiapa mengerjakan solat di malam itu dengan mengharap pahalanya, maka Allah  mengampuni dosanya yang terdahulu dan yang kemudian. Malam itu ganjil, yaitu malam kesembilan atau ketujuh atau kelima atau ketiga atau akhir malam.”

Al-Hafidh ibnu Hajar  berkata: Orang-orangnya dapat dipercaya.

Diriwayatkan oleh An-Nasa’iy dalam As-Sunan al-Kubra dari Abi Hurairah  secara marfu’:

“Barangsiapa mengerjakan solat di Ramadan – dalam suatu riwayat: di bulan Ramadan – dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu dan yang kemudian.

Dan siapa yang mengerjakan solat di malam Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, diampunilah dosanya yang terdahulu dan yang kemudian.”

Al-Hafidh ibnu Hajar  menyebutkan dalam Al-Khishol: Demikianlah yang diriwayatkan oleh An-Nasa’iy dari Qutaibah dan diikuti oleh Hamid bin Yahya dari Sufyan dan ia dapat dipercaya dan sanadnya sesuai dengan syarat hadis sahih.

Diriwayatkan oleh Al-Khatib dalam At-Tawaarikh dari hadis Anas  : “Barangsiapa mengerjakan solat Isya dan Subuh berjamaah, ia pun telah mendapat bagian yang banyak dari Lailatul qadar.”

Aisyah  berkata: Ya Rasulallah, jika aku mendapati Lailatul Qadar, dengan apa aku berdoa? Nabi   menjawab:

“Katakanlah: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah dan suka memberi maaf, maka maafkanlah kami.”

Para ulama berselisih pendapat mengenai waktu Lailatul Qadar. Sebagian besar ulama mengatakan bahwa Lailatul Qadar hanya terdapat di bulan Ramadan.

Apabila kita katakan Lailatul Qadar terdapat di bulan Ramadan, apakah dalam seluruh Ramadan atau dalam sepuluh malam terakhir darinya saja?

Ada dua pendapat: Pertama: Lailatul Qadar khusus terdapat dalam sepuluh malam terakhir darinya, yaitu pendapat banyak ulama. Yang umum ialah di malam-malam ganjil, khususnya apabila malam itu bertepatan dengan malam Jumat.

Ada yang mengatakan: Ia tersembunyi dalam seluruh tahun dan tidak khusus di bulan Ramadan.

Hikmah dalam penyembunyian Lailatul Qadar terhadap umat di bulan Ramadan adalah supaya mereka mengagungkan seluruhnya dan berjijtihad di seluruh malamnya berdasarkan pendapat bahwa malam itu

terdapat dalam seluruh Ramadan atau dalam sepuluh malam terakhir atau seluruh tahun.

Pembahasan tentang Lailatul Qadar panjang dan masyhur dalam kitab-kitab, khususnya seperti Tuhfatul ikhwan dan Ar-Raudhul faaig.

Telah engkau ketahui dari hadis Sayyidah Aisyah  bahwa orang muslim diminta berdoa di malam itu dengan perkataan:

(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Pemurah dan suka memberi maaf, maka maafkanlah aku) dan di tambahkan sesudahnya:

(Ya Allah, aku mohon kepada-Mu maaf dan keselamatan dan penyelamatan yang kekal dalam agama, dunia dan akhirat).

Doa itu disebutkan mengenai Lailatul Qadar dari Al-Wina’iy dalam bab amalan yang diminta di bulan Sya’ban.

Al-Wina’iy berkata pula: Diriwayatkan oleh ibnu Abbas secara marfu dari Nabi & bahwa beliau bersabda: “Barangsiapa mengucapkan tiga kali:

(Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah, Maha Suci Tuhan Penguasa langit yang tujuh dan Pemilik Arsy Yang Maha Agung), maka ia Seperti orang yang mendapati Lailatul Qadar.”

Yakni siapa yang mengucapkan itu pada suatu malam yang disangkanya Lailatul Qadar, padahal bukan Lailatul Qadar dan mengerjakan amal baik di malam itu, maka amalnya di malam itu seperti amal itu di malam Qadar.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker