Amalan Yang Diminta Di Bulan Zulhijjah
Ketahuilah, bahwa bulan Zulhijjah adalah bulan yang diagungkan dan suci. Pada bulan ini ditunaikan ibadah haji yang merupakan salah satu rukun Islam.
Zulhijjah adalah bulan yang diagungkan kesuciannya dan banyak kebaikannya. Di dalamnya doa-doa dikabulkan dan hajat-hajat dipenuhi dan terdapat sepuluh malam yang dengannya Allah Ta’ala bersumpah dalam kitab-Nya yang mulia: (QS. Al-Fajr: 1-2).
Sungguh, ini adalah sumpah yang agung.
Para ulama berselisih mengenai apa yang dimaksud dengan Al-Fajri dan Al-Asyri. Ada yang mengatakan: Yang dimaksud dengan Al-Fajri adalah fajar setiap hari. As-Suyuthi membatasi pada pendapat itu dalam tafsirnya.
Ada yang mengatakan: Fajar hari pertama dari bulan Muharram, karena muncul tahun baru pada waktu itu.
Atau fajar dari awal hari penyembelihan kurban, karena di waktu itu orang-orang menunaikan sebagian besar manasik haji dan ibadat.
Atau fajar hari pertama dari Zulhijjah, karena berkaitan dengan malammalam yang sepuluh.
Atau fajar hari Arafah dan ini adalah pendapat sebagian besar ulama.
Yang dimaksud dengan malam-malam yang sepuluh adalah sepuluh Zulhijjah. Al-Hafidh As-Suyuthi berpendapat begitu dalam tafsirnya
Ada yang mengatakan: Sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan. Ada yang mengatakan: Sepuluh malam pertama dari bulan Muharram.
Allah Ta’ala mengatakan: dengan bentuk nakiroh, karena malam-malam itu adalah malam-malam terbaik dalam setahun.
Al-Hafidh Muhammad bin Nashiruddin Ad-Dimasyqi Asy-Syaff’i menyebutkan dalam risalahnya tentang keutamaan-keutamaan sepuluh malam dari bulan Zulhijjah: Pendapat pertama adalah pendapat sebagian besar ulama, yaitu sepuluh malam pertama dari bulan Zulhijjah. Inilah pendapat yang masyhur dan sahih.
Kemudian ia mengemukakan hadis-hadis sebagai dalil atas pendapat itu hingga ia katakan: Sebagian besar ulama mengatakan bahwa fajar itu adalah fajar hari Arafah dan sepuluh malam itu adalah sepuluh malam pertama dari bulan Zulhijjah.
Abu Utsman berkata: Mereka mengutamakan tiga puluh malam: Sepuluh malam pertama dari bulan Zulhijjah, sepuluh malam pertama dari bulan Muharram dan sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan.
Khabar-khabar menunjukkan pengutamaan sepuluh malam pertama dari Zulhijjah di atas dua puluh malam yang tersebut, karena terdapat hari Tarwiyah, hari Arafah dan hari raya kurban.
Disebutkan dalam hadis:
“Tidak ada hari-hari yang lebih utama di sisi Allah daripada sepuluh hari pertama dari bulan Zulhijjah dan tidak ada malam-malam yang lebih utama daripada malam-malamnya.”
Zulhijjah adalah bulan terakhir dari bulan-bulan yang dimaklumi dan disebutkan dalam firman Allah Ta’ala: yaitu Syawwal, Zulqa’dah dan sepuluh hari pertama dari bulan Zulhijjah. Ada yang mengeluarkan hari raya kurban darinya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas : Tidak ada hari-hari yang lebih utama di sisi Allah Ta’ala daripada hari-hari ini, yaitu hari-hari sepuluh dari bulan Zulhijjah.
Perbanyaklah mengucapkan tahlil dan takbir dalam hari-hari itu, karena merupakan hari-hari tahlil dan takbir dan zikrullah dan puasa sehari dalam hari-hari itu sama dengan puasa setahun dan amal di hari-hari itu diberi pahala tujuh ratus kali.
Kemudian ia berkata: Disebutkan pula bahwa doa dalam sepuluh malam ini dikabulkan.
Diriwayatkan dair Abi Musa Al-Asy’ari bahwa hari-hari yang dimaklumi adalah sembilan hari pertama dari bulan Zulhijjah selain hari raya kurban dan doa dalam hari-hari itu tidak ditolak.
Bagaimana doa ditolak dalam hari-hari itu, sedangkan di antaranya ada hari Arafah yang diriwayatkan bahwa ia adalah yang paling utama di dunia.
Ibnu Hibban meriwayatkan hadis itu dalam kitab Shahihnya dari Jabir secara marfu’.
Saya melihat doa yang ditulis tangan oleh seorang ulama terkemuka dan dibaca setiap hari dari sepuluh hari pertama Zulhijjah sepuluh kali:
“Laa ilaaha illallaah sebanyak malam dan masa. Laa ilaaha illallaah sebanyak hari dan bulan. Laa ilaaha illallaah sebanyak gelombang di laut. Laa ilaaha illallaah sebanyak pahala yang berlipat-lipat kali. Laa ilaaha illallaah sebanyak tetes hujan. Laa ilaaha illallaah sebanyak daun-daun pohon. Laa ilaaha illallaah sebanyak rambut dan bulu unta. Laa ilaaha illallaah sebanyak pasir dan batu. Laa ilaaha illallaah sebanyak bunga dan buah. Laa ilaaha illallaah sebanyak nafas manusia. Laa ilaaha illallaah sebanyak kejapan mata.
Laa ilaaha illallaah sebanyak peristiwa yang sudah terjadi dan yang terus terjadi. Laa ilaaha illallaah, Maha Suci dari apa yang mereka sekutukan. Laa ilaaha illallaah, lebih baik dari yang mereka kumpulkan.
Laa ilaaha illallaah di waktu malam apabila hampir meninggalkan gelapnya.
Laa ilaaha illallaah di waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. Laa ilaaha illallaah sebanyak tiupan angin di padang pasir dan batu-batu karang.
Laa ilaaha illallaah dari hari ini hingga hari ditiup sangkakala (hari kiamat).
Laa ilaaha illallaah sebanyak seluruh makhluk-Nya. Laa ilaaha illallaah dari hari ini hingga hari pembalasan.”
Saya tidak melihat ulama itu menisbatkannya atau mengisnadkannya kepada seseorang, tetapi ia hanya mengatakan: Doa ini mempunyai banyak keutamaan.
Kemudian saya melihat Al-Allamah Al-Wina’iy meriwayatkan dalam Al-Mu’jamul kabir dari Nabi bahwa beliau bersabda:
“Barangsiapa mengucapkan dalam sepuluh hari pertama Zulhijjah setiap hari sepuluh kali: “Laa ilaaha illallaah sebanyak masa. Laa ilaaha illallaah sebanyak gelombang laut. Laa ilaaha illallaah sebanyak tanaman dan pohon. Laa ilaaha illallaah sebanyak tetes air hujan. Laa ilaaha illallaah sebanyak kejapan mata. Laa ilaaha illallaah lebih baik daripada yang mereka kumpulkan. Laa ilaaha illallaah dari hari ini hingga hari ditiup sangkakala,” diampunilah dosanya yang terdahulu dan yang kemudian.”
Saya katakan: Yang lebih baik adalah membaca keduanya, sendiri sendiri sebanyak sepuluh kali, karena barangkali yang pertama diriwayatkan pula sehingga menggabungkan antara kedua riwayat itu Apabila hendak membatasi, maka batasilah pada yang terakhir, karena diriwayatkan dengan yakin.
Di antara doa-doa yang saya temukan pula dalam sepuluh hari Zulhijjah adalah doa ini. Saya menukilnya dari tulisan seorang soleh bahwa ia berkata: Diriwayatkan dari Al-Allamah Asy-Syaikh AlKhatthab Al-Makki Al-Maliki — semoga Allah memberi manfaat dengannya -.
Ia berkata: Manusia diminta untuk mengulangi setiap hari doa yang mudah tanpa menetapkan jumlah tertentu dalam sepuluh hari pertama bulan Zulhijjah hingga hari raya kurban untuk melunasi hutang, yaitu:
“Ya Allah, berikan aku kebebasan yang dekat dari-Mu. Ya Allah, berilah aku perlindungan-Mu yang kokoh. Ya Allah, berilah aku kebaikan-Mu yang lama. Ya Allah, berilah aku karunia-Mu yang baik. Ya Allah, berilah aku pemberian-Mu yang baik dan bagus. Ya Allah yang kekal kebaikanNya, berilah aku kebaikan-Mu yang kekal.”
Kemudian saya lihat doa ini dinisbatkan kepada Al-Allamah yang tersebut dalam kita “Al-Ishobah fi mahallaat al-ijabah”.
Al-Allamah Asy-Syarif Ma’ul ‘ainain berkata dalam Natil bidaayat wd taushif an-nihayat: Bahwa di antara doa-doa yang berfaedah dan banyak dibaca dalam sepuluh hari Zulhijjah, ia berkata: Doa itu diberikan kepadaku oleh Syaikh kami dan saya dapatkan dalam sebuah kitab:
Bahwa Rasulullah mengajarkannya kepada sahabat-sahabatnya yang dekat, yaitu:
“Cukuplah Allah menjadi penolongku dan cukup. Semoga Allah mendengarkan (mengabulkan) siapa yang berdoa, tidak ada batas akhir di belakangnya. Barangsiapa bertawakkal kepada Allah, ia pun dicukupi-Nya dan siapa yang berlindung kepada Allah, dia pun selamat.”









One Comment