KESIMPULAN
KESIMPULAN DARI APA yang telah kami uraikan adalah bahwa kaum Muslimin hari ini mengeluhkan keadaan mereka yang saling bercerai-berai dan bermusuhan, serta bertanya-tanya mengenai cara yang dapat menghimpun suara mereka dan menyatukan jalan mereka. Kami katakan bahwa hal yang menjadikan kaum Muslimin terpecah adalah penghalangpenghalang yang ada dalam jiwa-jiwa mereka yang tanpa menghilangkannya mustahil mereka akan mencapai satu kesepakatan dan keadaan mereka tidak akan menjadi lebih baik. Penghalang-penghalang ini lebih kuat daripada perkumpulan-perkumpulan, pertemuan-pertemuan yang berulang-ulang, dan sloganslogan yang diusung bersama.
Kami telah selesai menjelaskan penghalang-penghalang ini, macam-macamnya, dan dampak-dampaknya yang berbahaya. Kemudian kami jelaskan pula obat dan solusi yang mampu meluruhkan dan menghapus penghalang ini dari dalam jiwa. Jika kami hendak menjelaskan ini semua dengan ringkas, maka kami katakan bahwa unsur yang dapat menghilangkan semua penghalang dan sekat ini adalah ikhlas.
Jika ikhlas dalam beragama telah memenuhi hati, hilanglah kesombongan dari jiwa dan tergantikan dengan kerendahan hati, hilang kedengkian dan kebencian darinya digantikan oleh cinta dan kerukunan, hilang cinta dunia dan mengejar pangkat dan tipuan-tipuannya digantikan oleh keinginan mengejar rida Allahu ta’ala dan keselamatan dari hukuman dan ancamanNya, hilang pula fanatisme dalam semua bentuknya digantikan oleh kesetiaan kepada Islam secara apa adanya. Ikhlas adalah kata yang ringan diucapkan oleh lisan, disukai oleh hati, dan menyenangkan jika didengar, karena itu ia merupakan kata yang paling banyak disebut dan diulang-ulang. Akan tetapi, maknanya begitu agung dan penting dalam kehidupan, paling memberi dampak terhadap masyarakat, dan paling berat bagi nafsu untuk diamalkan. Hanya saja, kata ini telah kehilangan banyak sekali makna pentingnya, posisinya yang krusial, dan dampaknya yang begitu besar karena ia sudah menjadi komoditas dagang para juru dakwah, perhiasan para pendusta, dan para pembawa sloganslogan kosong turut serta menyerukan mengenai hal ini.
Jika ikhlas sudah menetap dalam hati, menetap pula kecintaan untuk berkorban di dalam jiwa. Apa yang dikorbankan oleh mereka yang ikhlas? Ia akan mengorbankan hal-hal yang menyibukkannya, kepentingan-kepentingan pribadinya, dan buruknya hawa nafsunya di jalan kebenaran yang ia tempuh dengan setulus hati. Bagi mereka yang mengeluhkan keadaan mereka yang tidak menemukan cara untuk mengorbankan hal-hal ini karena keterikatan mereka yang begitu kuat dengannya, hendaknya ia melatih dirinya untuk berkorban dengan mengikuti apa yang sudah kami jelaskan. Sedangkan mereka yang tidak menghendaki hal ini, ia harus berhenti berbicara atas nama Islam dan ajakan untuk berpegang teguh kepada Islam. Ia juga hendaknya menghentikan keributan demi keributan yang ia buat seputar kepedihannya melihat keadaan umat Islam yang berpecah belah dan saling bermusuhan.
Seseorang yang tidak mampu berhenti dari memalsukan dan mempermainkan hukum-hukum Allahu ta’ala seenaknya sendiri demi menjaga jabatan duniawi yang berkaitan dengan Islam atau demi memuaskan hawa nafsunya, tidak pantas berbicara satu katapun mengenai sebab berpecah-belahnya umat Islam dan permusuhan di antara mereka. ia tidak mengetahui apa-apa mengenai musibah yang diderita kaum Muslimin dan tidak ada sedikitpun rasa sakit dan tersiksa dalam hatinya. Mereka yang hidup di dunia untuk menambah kesombongannya, memelihara keegoisannya, membela sikap fanatismenya, tidak seharusnya mengelabui dirinya dan orang lain sehingga mencampur adukkan kecemburuan kepada agama dengan kecemburuan terhadap kesombongan dirinya, mencampuradukkan pembelaan terhadap kebenaran dengan membela kelompoknya atau sikap fanatismenya.
Bagi mereka yang memahami bahwa dalam Islam tidak seharusnya ada hal-hal yang berkaitan dengan jiwa, ibadah yang berkenaan dengan hati, zikir yang berlimpah disetiap waktu, doa yang penuh harap diwaktu malam, dan hanya menginginkan Islam dalam bentuk ucapan, aksi, dan perencanaan-perencanaan, mereka wajib untuk tidak mencari-cari pembenaran terhadap prinsip mereka ini dari al-Ouran dan Sunah Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam serta dari para salaf yang saleh. Silakan ia mencari pembenaran untuk hal ini di antara aliran-aliran pemikiran modern, karena hanya dari sanalah mereka mampu membangun pondasi keislaman yang mereka inginkan ini.
Untuk mereka yang memahami bahwa Islam seharusnya hanya berdiam diri di masjid atau zawiyah, tidak mewajibkan kepada pengikutnya kecuali serangkaian wirid yang diulang-ulang setiap pagi dan sore, melompat-lompat dan mendendangkan nasyid untuk menghibur diri dengan sangkaan bahwa itu semua akan memperbaiki keadaan hati mereka, maka mereka tidak boleh mengulang-ulang ayat jihad di dalam al-Ouran, tidak pula menyebut-nyebut sejarah Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam dan usaha beliau shallallahu “alaihi wa sallam yang agung dan menakjubkan dalam membangun masyarakat Islami dan menegakkan hukum Islam, dan tidak juga mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu “alaihi wa sallam memimpin masyarakat Islami yang luar biasa ini untuk kemudian menyerahkannya sebagai amanah kepada generasi selanjutnya dari umatnya.
Sedangkan mereka yang memahami Islam sebagaimana ia diturunkan oleh Allahu ta’ala: keimanan kepada Allah, keyakinan bahwa ia adalah hamba milik Tuhan Yang Maha Esa ini, mempercayai dengan sepenuh hati bahwa ia diciptakan di dunia ini sebagai hamba-Nya yang memiliki usaha dan pilihan pribadi sebagaimana ia diciptakan dengan hal-hal yang sudah diatur dan tinggal ia jalani, mengimani bahwa kelak ia kembali kepada Allah untuk menerima balasan atas semua yang ia kerjakan. Kemudian ia terus berusaha melawan hawa nafsu yang senantiasa mengajak kepada keburukan melalui jalan perbaikan diri dan kedekatan kepada Allahu ta’ala, dan mendorong masyarakat tempat ia hidup agar menerapkan hukum-hukum Allahu ta’ala. Pemahaman dan jalan inilah yang dianggap sebagai bibit yang baik untuk persatuan umat dalam kebaikan, dan melalui hal ini perkara umat Islam mungkin untuk disatukan, dan berawal dari sini Allahu subhanahu wa ta’ala akan menolong kaum Muslimin dan menganugerahkan kepada mereka kekuatan dan kemenangan.









One Comment