Macam Ketujuh : Isim-isim Syarat Yang Menjazmkan Dua Fi’il Mudlori
“Dua fi’il itu di jazmkan dengan sembilan isim, yakni dua fi’il mudlori’. Dan ikutilah apa yang telah tertulis”
“Yaitu: “
Keterangan :
Macam ketujuh dari ‘Amil Lafdhi itu adalah : Isim-isim yang menjazmkan dua fi’il mudlori’ yang jumlahnya ada Sembilan, yaitu :
1.(Barangsiapa ), seperti contoh :
“Barangsiapa berbuat buruk, maka akan mendapat balasan buruk”,
Lafadh : ini merupakan fi’il syarat di baca jazm, karena kemasukan , jazm-nya di tandai dengan sukun. Lafadh : merupakan fi’il jawab di baca jazm, di tandai dengan terbuangnya huruf ilat (. ) , asalnya adalah : .
- (Apa saja ), seperti contoh :
“Apa saja perbuatan baik yang kalian lakukan, akan di ketahui Alloh”.
Lafadh : ini merupakan fi’il syarat yang dibaca jazm, karena kemasukan , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya nun. Asalnya adalah : . Lafadh : merupakan fi’il jawab yang di jazm-kan oleh , jazmnya di tandai dengan sukun.
- (mana saja) seperti contoh :
“Dengan nama yang mana saja kamu menyeru, maka Alloh memiliki asma al-Husna”,
Lafadh : ini merupakan fi’il syarat yang di jazmkan oleh , jazam-nya di tandai dengan terbuangnya nun, asalnya adalah : Sedangkan lafadh : merupakan jawab yang mempunyai kedudukan / mahal jazm.
- ( kapan saja ), seperti contoh :
“Kapan saja engkau mendatanginya, mendatangi cahaya apinya di malam yang buta, niscaya engkau akan mendapati api terbaik di dekatnya”.
Lafadh : ini merupakan fi’il syarat yang di jazm-kan oleh , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (. ) , asalnya adalah : , Lafadh : ini merupakan fi’il jawab yang di jazmkan oleh , jazm-nya di tandai dengan sukun.
- ( Bagaimanapun ), seperti contoh :
“Bagaimanapun kamu mendatangkan ayat untuk menyihir kami dengan ayat itu, maka sekali-kali kami tidak akan beriman”.
Lafadh : ini merupakan fi’il syarat yang di jazm-kan oleh , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (. ) , asalnya adalah : Kemudian lafadh : nkedudukan / mahalnya adalah jazm, karena menjadi jawab-nya .
- (Di mana saja ) seperti contoh :
“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatimu”.
Lafadh : ‘ merupakan fi’il syarat yang di jazamkan oleh jazmnya di tandai dengan terbuangnya nun. Asalnya adalah : Lafadh : merupakan fi’il jawab yang di jazam-kan oleh , jazm-nya di tandai dengan sukun.
- ( Di mana saja ), seperti contoh :
“Wahai dua kekasihku, Bagaimana saja kalian datang kepadaku, maka kalian akan mendatangi seorang saudara yang tidak yang akan rela melepas kepergianmu”.
Lafadh : yang pertama merupakan fi’il syarat, sedangkan Lafadh yang kedua merupakan fi’il jawab, keduanya sama-sama di jazm-kan oleh. , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya nun, asalnya adalah : ,
- ( Di mana saja ), seperti contoh :
“Di mana saja kamu bisa istigomah, maka Alloh akan menakdirkan untukmu sebuah kesuksesan di masa yang akan datang”,
Lafadh : . ini merupakan fil syarat yang di jazm-kan oleh , jazamnya di tandai dengan sukun. Sedangkan lafadh : merupakan fi’il jawab yang juga di jazm-kan oleh , jazm-nya juga di tandai dengan sukun.
- ( Ketika / manakala ), seperti contoh :
“Sesungguhnya ketika engkau menjalani apa yang engkau perintahkan, maka engkau akan menjumpai orang yang engkau perintah, menjalani perintah-mu’”.
Lafadh : ini merupakan fi’il syarat yang di jazm-kan oleh , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (. ). Sedangkan latadh : Ali merupakan fi’il jawab yang juga di jazm-kan oleh jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (). Asalnya adalah : .









One Comment