Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Awamil Karya Imam Jurjani

Macam Ketujuh : Isim-isim Syarat Yang Menjazmkan Dua Fi’il Mudlori

“Dua fi’il itu di jazmkan dengan sembilan isim, yakni dua fi’il mudlori’. Dan ikutilah apa yang telah tertulis”

“Yaitu:      “

Keterangan :

Macam ketujuh dari ‘Amil Lafdhi itu adalah : Isim-isim yang menjazmkan dua fi’il mudlori’ yang jumlahnya ada Sembilan, yaitu :

1.(Barangsiapa ), seperti contoh :

“Barangsiapa berbuat buruk, maka akan mendapat balasan buruk”,

Lafadh :  ini merupakan fi’il syarat di baca jazm, karena kemasukan , jazm-nya di tandai dengan sukun. Lafadh :  merupakan fi’il jawab di baca jazm, di tandai dengan terbuangnya huruf ilat (.  ) , asalnya adalah :  .

  1. (Apa saja ), seperti contoh :

“Apa saja perbuatan baik yang kalian lakukan, akan di ketahui Alloh”.

Lafadh :  ini merupakan fi’il syarat yang dibaca jazm, karena kemasukan  , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya nun. Asalnya adalah :  . Lafadh :  merupakan fi’il jawab yang di jazm-kan oleh  , jazmnya di tandai dengan sukun.

  1. (mana saja) seperti contoh :

“Dengan nama yang mana saja kamu menyeru, maka Alloh memiliki asma al-Husna”,

Lafadh :  ini merupakan fi’il syarat yang di jazmkan oleh , jazam-nya di tandai dengan terbuangnya nun, asalnya adalah :   Sedangkan lafadh :  merupakan jawab yang mempunyai kedudukan / mahal jazm.

  1. ( kapan saja ), seperti contoh :

“Kapan saja engkau mendatanginya, mendatangi cahaya apinya di malam yang buta, niscaya engkau akan mendapati api terbaik di dekatnya”.

Lafadh :  ini merupakan fi’il syarat yang di jazm-kan oleh , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (. ) , asalnya adalah : , Lafadh :  ini merupakan fi’il jawab yang di jazmkan oleh   , jazm-nya di tandai dengan sukun.

  1. ( Bagaimanapun ), seperti contoh :

“Bagaimanapun kamu mendatangkan ayat untuk menyihir kami dengan ayat itu, maka sekali-kali kami tidak akan beriman”.

Lafadh :  ini merupakan fi’il syarat yang di jazm-kan oleh  , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (. ) , asalnya adalah :  Kemudian lafadh :   nkedudukan / mahalnya adalah jazm, karena menjadi jawab-nya  .

  1. (Di mana saja ) seperti contoh :

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatimu”.

Lafadh : ‘ merupakan fi’il syarat yang di jazamkan oleh  jazmnya di tandai dengan terbuangnya nun. Asalnya adalah :  Lafadh :  merupakan fi’il jawab yang di jazam-kan oleh  , jazm-nya di tandai dengan sukun.

  1. ( Di mana saja ), seperti contoh :

 “Wahai dua kekasihku, Bagaimana saja kalian datang kepadaku, maka kalian akan mendatangi seorang saudara yang tidak yang akan rela melepas kepergianmu”.

Lafadh :  yang pertama merupakan fi’il syarat, sedangkan Lafadh yang kedua merupakan fi’il jawab, keduanya sama-sama di jazm-kan oleh.    , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya nun,  asalnya adalah : ,

  1. ( Di mana saja ), seperti contoh :

“Di mana saja kamu bisa istigomah, maka Alloh akan menakdirkan untukmu sebuah kesuksesan di masa yang akan datang”,

Lafadh : . ini merupakan fil syarat yang di jazm-kan oleh , jazamnya di tandai dengan sukun. Sedangkan lafadh :   merupakan fi’il jawab yang juga di jazm-kan oleh   , jazm-nya juga di tandai dengan sukun.

  1. ( Ketika / manakala ), seperti contoh :

“Sesungguhnya ketika engkau menjalani apa yang engkau perintahkan, maka engkau akan menjumpai orang yang engkau perintah, menjalani perintah-mu’”.

Lafadh :    ini merupakan fi’il syarat yang di jazm-kan oleh  , jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (. ). Sedangkan latadh : Ali merupakan fi’il jawab yang juga di jazm-kan oleh    jazm-nya di tandai dengan terbuangnya huruf illat (). Asalnya adalah :  .

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker