Macam kedua : dan saudara-saudaranya
“Isim-nya di rofa’-kan dan khobar-nya di nashob-kan dengan hurufhuruf sebanyak enam, maka engkau akan mendapat kebenaran”.
Yaitu :. …Demikian engkau telah mendatangkan huruf-huruf itu”.
Keterangan :
Macam yang kedua dari ‘Aamil lafdhi samaa’i adalah : kalimahkalimah huruf, yang berfungsi :
“Menashobkan isim-nya dan merofa’ ‘kan khobar-nya”.
- mempunyai arti : Taukid ( sesungguhnya… ) , Seperti contoh :
“Sesungguhnya Alloh itu maha pengampun lagi maha penya yang”.
Lafadh : di baca nashob, karena kemasukan yang kedudukannya sebagai isimnya , nashobnya di tandai dengan fathah.
Lafadh : di baca rofa’ , karena menjadi khobarnya , tofa’nya di tandai dengan diommah. Sebelum kemasukan merupakan susunan mubtada’-khobar (. ) . Oleh karena dan saudara-saudaranya ini pengamalannya merusak susunan mubtada khobar, maka di namakan “Aamil nawaasikh (“Aamil perusak ).
- mempunyai arti : Taukid (sesungguhnya..), Seperti contoh :
“Ketahuilah sesungguhnya Alloh itu sangat pedih siksaan nya”,
Lafadh : ini di baca nashob, karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan fathah.
Lafadh : di baca rofa’ , karena menjadi khobarnya , rofanya di tandai dengan diommah. Sebelum kemasukan merupakan susunan mubtada’khobar :
- mempunyai arti : Tasybih ( seolah-olah..), Seperti contoh :
“Seolah-olah Zaed itu macan”
Lafadh : ini di baca nashob, karena kemasukan nashobnya di tandai dengan fathah. Lafadh : ini di baca rofa’ karena menjadi khobarnya , rofa’nya di tandai dengan dlommah. Sebelum kemasukan merupakan susunan mubtada’khobar
- mempunyai arti : Istidrok (Akan tetapi…), Seperti contoh :
“Suatu kaum berdiri, akan tetapi Zaed duduk”
Lafadh : di baca nashob karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan fathah. Lafadz : di baca rofa’ menjadi khobarnya , rofa’nya di tandai dengan dlommah. Sebelum kemasukan merupakan susunan mubtada’-khobar (. )
5, mempunyai arti : Tamanni ( Barangkali…), pengertian Tamanni adalah :
. “Mengharapkan sesuatu yang tidak bisa di harapkan”.
Seperti contoh :
“Barangkali saja masa muda itu pada suatu hari akan kembali, maka akan aku ceritakan apa yang telah di perbuat oleh orang yang telah beruban”.
Lafadh : ini di baca nashob, karena kemasukan nashobnya di tandai dengan fathah. Lafadh : kedudukannya rofa’ menjadi khobar-nya . Sebelum kemasukan merupakan Susunan mubtada’-khobar ( )
- mempunyai arti : Tarojji ( mudah-mudahan / semoga…), pengertian Tarojji adalah :
“Mengharapkan sesuatu yang di sukat”.
Seperti contoh :
“Mudah-mudahan Alloh merahmati kita”.
Lafadh : di baca nashob karena kemasukan Ja di tandai dengan fathah. Lafadh : kedudukannya rofa’ menjadi khobarnya Sebelum kemasukan Kei merupakan susunan mubtada’-khobar (. )









One Comment