Macam Kelima : Huruf-huruf yang menashobkan fi’il mudiori’
“Nashobkanlah fi’il mudlori’ dengan menggunakan : dan di tambahkan lagi : …”.
Keterangan :
Macam kelima dari ‘Aamil lafdhi samaa’i adalah : huruf-huruf yang menashobkan fi’il mudlori’ yang jumlahnya : lima, yaitu :
- , seperti contoh :
“Dan berpuasa itu lebih baik bagi kalian”.
Lafadh : merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan terbuangnya Nun, asalnya adalah : .
- mempunyai arti : tidak akan / tidak pernah, seperti contoh : ,
“Zaed tidak akan berdiri”
Lafadh : merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan fathah.
- mempunyai arti : untuk, agar atau supaya. Seperti contoh :
“Aku datang untuk belajar”.
merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan fathah.
- merupakan huruf yang di gunakan untuk menjawab dan membalas pernyataan yang di lontarkan orang lain. ini mempunyai arti : jika demikian, seperti contoh : Ada orang berkata kepadamu : ( Aku akan berkunjung kepadamu besok ). Kemudian kamu membalas : (Jika demikian, aku akan memuliakanmu ). Lafadh : merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan fathah.
- yaitu yang kemasukan ay ( ) mempunyai arti : untuk, agar atau supaya. Seperti contoh :
Aku belajar, supaya aku bisa faham”
Lafadh : merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan , nashobnya di tandai dengan fathah.









One Comment