Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Awamil Karya Imam Jurjani

Macam Kelima : Huruf-huruf yang menashobkan fi’il mudiori’

“Nashobkanlah fi’il mudlori’ dengan menggunakan :    dan di tambahkan lagi :  …”.

Keterangan :

Macam kelima dari ‘Aamil lafdhi samaa’i adalah : huruf-huruf yang menashobkan fi’il mudlori’ yang jumlahnya : lima, yaitu :

  1. , seperti contoh :

“Dan berpuasa itu lebih baik bagi kalian”.

Lafadh :  merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan  , nashobnya di tandai dengan terbuangnya Nun, asalnya adalah :    .

  1. mempunyai arti : tidak akan / tidak pernah, seperti contoh : ,

“Zaed tidak akan berdiri”

Lafadh :    merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan  , nashobnya di tandai dengan fathah.

  1. mempunyai arti : untuk, agar atau supaya. Seperti contoh :

“Aku datang untuk belajar”.

 merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan  , nashobnya di tandai dengan fathah.

  1. merupakan huruf yang di gunakan untuk menjawab dan membalas pernyataan yang di lontarkan orang lain. ini mempunyai arti : jika demikian, seperti contoh : Ada orang berkata kepadamu :  ( Aku akan berkunjung kepadamu besok ). Kemudian kamu membalas :    (Jika demikian, aku akan memuliakanmu ). Lafadh :  merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan  , nashobnya di tandai dengan fathah.
  1. yaitu yang kemasukan ay (  ) mempunyai arti : untuk, agar atau supaya. Seperti contoh :

Aku belajar, supaya aku bisa faham”

Lafadh :  merupakan fi’il mudlori’ yang di baca nashob, karena kemasukan  , nashobnya di tandai dengan fathah.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker