Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Awamil Karya Imam Jurjani

Aamil-aamil qiyasi

“Kemudian Aamil Qiyasi itu ada tujuh : 1. Kalimah ffil secara mutlak 2. Isim Sifat Musyabbahah…”. “.. 3. Mashdar 4. Isim Faa’il 5. Isim Maful 6. Isim Mubham 7. Isim yang di mudlofkan kepada mafulnya”.

Keterangan :

‘Aamil Lafdhi Qiyasi itu jumlahnya ada tujuh :

  1. Kalimah Fi’il secara mutlak, baik berupa Fi’il Madi, Mudlori’ maupun Amr. Kalimah fi’il ini di tinjau dari pengamalannya terdin dan dua macam :
  2. Fi’il Laazim, yaitu : fill yang tidak membutuhkan maful bihi. Fi’l Laazim ini beramal : merofa’kan pada faa’ilnya . Seperti contoh :

, Lafadh :  ini di baca rofa’ karena menjadi faa’ilnya  di tandai dengan dlommah.

  1. Fi’il Mut’addi, yaitu : fil yang membutuhkan maful bihi untuk menyempurnakan maknanya. Fi’il muta’addi ini beramal : merofa’kan fa’iInya dan menashobkan maful bihi-nya. Seperti contoh :

“Aku telah menolong Zaed”. Dlomir : & ini kedudukannya rofa’ karena menjadi faa’ilnya : Sedangkan lafadh : Ing di baca nashob, karena menjadi maful bihnya :  , di tandai dengan fathah.

  1. Isim Sifat Musyabbihah, yaitu :

“Suatu sifat yang di letakkan bukan untuk menunjukkan makna melebihkan dari yang lain, akan tetapi untuk menunjukkan arti melekatnya suatu sifat atas perkara yang di sifati, bukan sifat yang berubah-ubah dan baru datang”.

Seperti contoh :  (Tampan ), sifat ini akan melekat pada diri seseorang untuk selama-lamanya. Berbeda dengan :  (Memukul), pekerjaan memukul ini tidak bisa melekat pada diri seseorang untuk selama-lamanya. Karena orang tidak mungkin terusmenerus memukul.

Di sebut Isim Sifat Musyabbihah, karena menyerupai isim faa’il yang membutuhkan maf’ul satu. Dalam arti : kedua-duanya sama-sama bisa di muannats-kan, di tatsniyyahkan, di jama’kan dan bisa beramal pada lafadh setelahnya”. Seperti contoh : Isim Sifat Shighot

Isim Sifat Musyabbihah ini mempunyai 3 macam pengamalan :

– Merofa’kan faa’ilnya. Seperti contoh :

“Zaed tampan wajahnya”

Lafadh :  di baca rofa’ karena menjadi faa’il-nya : , di tandai dengan dlommah.

– Menashobkan tamyiz. Seperti contoh :

“Zaed tampan, wajahnya”.

Lafadh :  di nashobkan oleh lafadh :  , kedudukannya sebagai tamyiz, nashobnya di tandai dengan fathah.

– Mengejarr-kan mudiof ilaihi. Seperti contoh :

“Zaed tampan wajahnya”.

Lafadh :.  di jarr-kan oleh lafadh :  , kedudukannya menjadi mudlof ilaihi, jarr-nya di tandai dengan kasroh.

  1. Mashdar.

Mashdar bisa beramal sebagaimana f’ilnya. Dalam arti : Untuk mashdarnya fi’il Laazim beramal : merofa’kan faa’ilnya. Sedangkan untuk mashdarnya fi’il muta’addi beramal : merofa’kan faa’ilnya dan menashobkan maf’ul bihi-nya.

Seperti contoh :

“Mengerjakan hajji ke baitulloh adalah kewajiban manusia terhadap Alloh , (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke baitulloh”.

Lafadh : kedudukannya rofa’ karena menjadi faa’ilnya Sedangkan lafadh  itu sendiri merupakan mashdarnya fi’il muta’addi, berasal dari ,

Lafadh :  di baca nashob, karena menjadi mafulnya  , nashobnya di tandai dengan fathah.

Contoh lain :

“Aku mengagumi ketampananmu”.

Dlomir muttashil :   ini kedudukannya rofa’ karena menjadi faailnya  Sedangkan lafadh :  merupakan mashdar dari fi’il Laazim, berasal dari

  1. Isim Faa’il.

 Isim faa’il ini pengamalannya menyamai pada faa’il yang ma faa’ll, yaitu : merofa’kan terhadap faail dan menashobkan terhadap maful bihi. Seperti contoh :

“Adakah Zaed memukul Amr ?”,

Lafadh :  di baca rofa’ karena menjadi faa’ilnya  , di tandai dengan dlommah. Sedangkan lafadh :  ini merupakan isim faa’il, berasal dari :  . Lafadh :  di baca nashob menjadi mafulnya & , di tandai dengan fathah.

  1. Isim Maf’ul . Isim Maf’ul ini pengamalannya menyamai pada fi’il yang mabni maf’ul, yaitu : merofa’kan pada naibul faa’il. Seperti contoh :

“Hari kiamat itu adalah hari di kumpulkannya manusia”.

Lafadh :  di rofa’-kan oleh lafadh  , kedudukannya sebagai naibul faa’il, rofa’nya di tandai dengan dlommah.

  1. Isim Mubham.

Isim Mubham ini pengamalannya adalah : menashobkan pada tamyiz. Pengertian Isim Mubham adalah : Setiap isim yang mengandung pengertian yang belum jelas. Seperti contoh :

“Aku mempunyai satu kati, minyak zaitun”.

Lafadh :  di nashobkan oleh lafadh ,, kedudukannya sebagai tamyiz, nashobnya di tandai dengan fathah. Lafadh :  ini merupakan Isim Mubham.

  1. Isim yang di mudlofkan pada Isim yang lain . Isim yang pertama di sebut mudiof, Sedangkan isim yang kedua di sebut mudlof ilaihi . Mudlof ini pengamalannya adalah : mengejarr-kan mudlof ilaihi.

Seperti contoh : – “Kitabnya Zaed”.

Latadh : , di jarr-kan oleh lafadh :  , jarr-nya di tandai dengan kasroh Lafadh :  di sebut mudiof dan lafadh : di sebut mudiof ilaihi.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker