Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Awamil Karya Imam Jurjani

Macam Yang Pertama : Huruf Jarr

“ jarr-kan lah dengan menggunakan 19 huruf, maka engkau akan menjadi orang yang pintar, “alim dan punya kedudukan di sisi Alloh”.

“Demikian Juga :     yang di gunakan untuk bersumpah.. kemudian  …Berdiamlah kamu di tanah haram.

“..Kemudian :    dan   … Dengarlah perkataanku agar engkau menjadi orang yang mulia”.

Keterangan :

Di antara 13 macam dari “Aamil “aamil Lafdhi samaa’i itu adalah huruf-huruf jarr yang jumlahnya ada : 19. Huruf-huruf jarr ini pengamalan / fungsinya adalah mengejarrkan pada kalimah isim. Lebih jelasnya mari kita lihat contoh-contoh di bawah ini :

  1. mempunyai beberapa arti, antara lain :
  2. Ibtidaul ghoyah (mulai dari…), bisa masuk pada isim dhohir, seperti contoh :

“Mulai dari masjidil haram, hingga masjidil aqsho”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :   i’rob jarr-nya di tandai dengan kasroh.

Dan juga bisa masuk pada isim dlomir, seperti contoh :    (mulai dari-nya). Dlomir muttashil :  ini kedudukan-nya jarr, karena kemasukan huruf jarr :

  1. Tab’idliyyah (sebagian dari….) seperti contoh :

“Maka sebagian dari manusia itu ada yang berkata : “Wahai tuhan kami, berilah kami di dunia”. Sementara itu kelak di akherat dia tidak akan mendapat bagian”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  i’rob jarr-nya di tandai dengan kasroh.

  1. Bayaniyyah ( yakni.. ), seperti contoh :

“Maka jauhilah perkara yang kotor, yakni : berhala-berhala itu”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jar :  di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai beberapa arti, antara lain :
  2. Milik…, seperti contoh :

“Kitab ini milik Zaed”

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf : jarr : , di tandai dengan kasroh.

  1. Ta’lil (karena.. ) seperi contoh :

“Aku dtang ke dalam masjid, karena untuk mengerjakan sholat”

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr , i’robnya di tandai dengan kasroh. 

  1. Kepada… seperti contoh :

“Aku mengirimkan surat kepada Zaed”.

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.

  1. Ikhtishoh ( khusus untuk…), seperti contoh :

“Pelana itu khusus untuk kuda”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    , di tandai dengan kasroh.

  1. Tamlik (memberikan kepemilikan), seperti contoh :

“Aku memberikan kepemilikan kitab untuk Zaed” .

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :   di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai arti : Intihaul ghoyah (sampai / hingga …), seperti contoh :

“Sampai… masjidil agsho”

Lafadh :   ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    di tandai dengan kasroh. Contoh lain :

“Dani sempumakanlah puasa, hingga malam”.

Lafadh :   ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai beberapa arti :
  2. Mujawazah ( lepas dari…), seperti contoh :

“Aku menembak-kan anak panah, lepas dari busurnya”.

Lafadh :  ini di baca jarr karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.

  1. Ba diyyah ( setelah.. .), seperti contoh :

“Sesungguhnya kamu melalui tingkatan, setelah tingkatan yang lain”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :   , di tandai dengan kasroh.

  1. Ta’lil ( karena.. .) seperti contoh :

(Dan permintaan ampun Ibrohim untuk bapaknya tiada lain kecuali karena suatu jani…). Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :   , di tandai dengan kasroh.

  1. , mempunyai beberapa arti :
  2. Isti’laa ( di atas…), seperti contoh :

“Dan di atas perahu-perahu itu kamu di angkut”.

Lafadh :  i ini di baca jarr karena kemasukan huruf jarr :    di tandai dengar kasroh. Contoh lain :

“Atas diri zaed, tanggungan hutang”.

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  , di tandai dengan kasroh.

  1. Ta’lil (karena…), seperti contoh :

“Dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh, karena telah memberikan petunjuk kepadamu”.

Lafadh : ini kedudukan nya jarr, karena kemasukan 

  1. Dhorfiyyah (dalam.. ), seperti contoh :

“Dan Musa masuk ke kota itu ketika penduduknya dalam keadaan lengah”.

Lafadz :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.

  1. Mushohabah ( bersamaan ), seperti contoh :

“Sesungguhnya tuhanmu memiliki pengampunan untuk para manusia, bersamaan dengan kedholiman mereka”

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  , di landai dengan kasroh.

  1. mempunyai beberapa arti :
  2. Tasybih (seperti. ), Seperti contoh :

“Muhammad Saw seperti bulan purnama”, Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  di tandai dengan kasroh.

  1. Ta’lil (karena.. .) seperti contoh :

“Dan berdzikirlah dengan menyebut (nama Alloh) , karena ia telah menunjukkan kepadamu”.

Lafadh : ini kedudukan nya jarr, karena kemasukan .

7, mempunyai beberapa arti :

  1. Dhorfiyyah (di dalam…) Seperti contoh :

“Air itu di dalam kendi”.

Lafadh :   ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :.  di tandai dengan kasroh.

  1. Sababiyyah (sebab) Seperti contoh :

“Seorang wanita masuk neraka, sebab kucing yang di kurung nya”. Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  tandai dengan kasroh.

  1. Mushohabah ( bersamaan… ) Seperti contoh :

“Masuklah bersamaan umat-umat yang lain”.

  Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    , di tandai dengan kasroh.

  1. , mempunyai beberapa arti :
  2. ilshoq ( bertemu …) Seperti contoh :

“Aku lewat bertemu dengan Zaed”

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    di tandai dengan kasroh.

  1. Sababiyyah (sebab… ), seperti contoh :

“Maka sebab kedholiman yang di lakukan orang-orang yahudi, Kami haramkan atas mereka ( memakan makanan ) yang baik-baik ( yang dahulunya ) di halaikan bagi mereka”.

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : i’robnya di tandai dengan kasroh.

  1. Tab’iidi ( sebagian dari…) Seperti contoh :

“Mata air (dalam surga), yang sebagian dari-nya di minum oleh hamba-hamba Alloh”.

Dlomir :  ini kedudukan nya jarr, karena kemasukan huruf jarr :  .

  1. Dhorfiyyah (di dalam…) Seperti contoh :

“Sungguh Alloh telah menolong kalian dalam (peperangan) badar”.

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :   , di tandai dengan kasroh.

  1. mempunya arti : semenjak. Seperti contoh :

“Aku tidak melihatnya semenjak hari kamis”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  , di tandai dengan kasroh. Huruf jarr    ini hanya masuk pada isim yang menunjukkan arti zaman.

  1. mempunyai arti : semenjak. Seperti contoh :

“Aku tidak melihatnya semenjak hari kamis”.

Lafadz :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :   , di tandai dengan kasroh.    hanya masuk pada isim-isim yang menunjuk-kan arti zaman.

  1. (Wawu yang di gunakan untuk sumpah ), mempunyai arti : demi. Seperti contoh :

“Demi Alloh, aku akan melakukan demikian…

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan    di tandai dengan kasroh.

  1. ( Ba’ yang di gunakan di dalam sumpah ), mempunyai arti : demi. Seperti contoh : ( Demi Alloh… ), Latadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan :  ,di tandai dengan kasroh.
  1. ( Ta’ yang di gunakan di dalam sumpah ), mempunyai arti : demi. Seperti contoh : ( Demi Alloh… ), Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan : l , di tandai dengan kasroh.
  1. mempunyai beberapa arti :
  2. ( sedikit sekali… ). Seperti contoh :

“Sedikit sekali lelaki dermawan yang aku jumpai”.

 Lafadh :  ini di baca jarr karena kemasukan huruf jarr :  , di tandai dengan kasroh. Pada umumnya  yang memiliki arti Tagiil ini masuk pada isim nakiroh yang di sifati. Pada contoh di atas, masuk pada lafadh :  yang di sifati lafadh

  1. Taktsir ( banyak sekali . Seperti contoh :

” Wahai. banyak sekali orang yang memakai pakaian di dunia, namun kelak di hari kiamat nanti telanjang”.

Pada umumnya l yang memiliki arti Taktsir ini masuk pada sifat yang maushuf-nya di buang. Pada contoh di atas,  masuk pada lafadh :  yang menjadi sifat dari lafadh :  yang terbuang .

  1. (Wawu yang memiliki arti sama dengan , yaitu : Taqlil dan Taktsir ). Seperti contoh :

“Banyak nian malam yang laksana gelombang lautan yang melepaskan selimutnya”.

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan : , di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai arti : Intihaaul Ghoyah (hingga…) dengan syarat lafadh yang di jarrkan menjadi sebuah akhiran (tidak ikut dengan lafadh sebelumnya). Seperti contoh :

“Aku memakan ikan, hingga kepalanya”.

Lafadh :    ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    , di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai arti : kecuali. Seperti contoh :

 “Semua kaum telah berdiri kecuali Zaed”.

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    , di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai arti : kecuali. Seperti contoh :

“Semua kaum telah berdiri, kecuali Zaed”

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :  , di tandai dengan kasroh.

  1. mempunyai arti : kecuali. Seperti contoh :

“Semua kaum berdiri, kecuali Zaed”

Lafadh :  ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :    di tandai dengan kasroh.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker