Macam Yang Pertama : Huruf Jarr
“ jarr-kan lah dengan menggunakan 19 huruf, maka engkau akan menjadi orang yang pintar, “alim dan punya kedudukan di sisi Alloh”.
“Demikian Juga : yang di gunakan untuk bersumpah.. kemudian …Berdiamlah kamu di tanah haram.
“..Kemudian : dan … Dengarlah perkataanku agar engkau menjadi orang yang mulia”.
Keterangan :
Di antara 13 macam dari “Aamil “aamil Lafdhi samaa’i itu adalah huruf-huruf jarr yang jumlahnya ada : 19. Huruf-huruf jarr ini pengamalan / fungsinya adalah mengejarrkan pada kalimah isim. Lebih jelasnya mari kita lihat contoh-contoh di bawah ini :
- mempunyai beberapa arti, antara lain :
- Ibtidaul ghoyah (mulai dari…), bisa masuk pada isim dhohir, seperti contoh :
“Mulai dari masjidil haram, hingga masjidil aqsho”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : i’rob jarr-nya di tandai dengan kasroh.
Dan juga bisa masuk pada isim dlomir, seperti contoh : (mulai dari-nya). Dlomir muttashil : ini kedudukan-nya jarr, karena kemasukan huruf jarr :
- Tab’idliyyah (sebagian dari….) seperti contoh :
“Maka sebagian dari manusia itu ada yang berkata : “Wahai tuhan kami, berilah kami di dunia”. Sementara itu kelak di akherat dia tidak akan mendapat bagian”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : i’rob jarr-nya di tandai dengan kasroh.
- Bayaniyyah ( yakni.. ), seperti contoh :
“Maka jauhilah perkara yang kotor, yakni : berhala-berhala itu”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jar : di tandai dengan kasroh.
- mempunyai beberapa arti, antara lain :
- Milik…, seperti contoh :
“Kitab ini milik Zaed”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf : jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Ta’lil (karena.. ) seperi contoh :
“Aku dtang ke dalam masjid, karena untuk mengerjakan sholat”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr , i’robnya di tandai dengan kasroh.
- Kepada… seperti contoh :
“Aku mengirimkan surat kepada Zaed”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Ikhtishoh ( khusus untuk…), seperti contoh :
“Pelana itu khusus untuk kuda”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Tamlik (memberikan kepemilikan), seperti contoh :
“Aku memberikan kepemilikan kitab untuk Zaed” .
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengan kasroh.
- mempunyai arti : Intihaul ghoyah (sampai / hingga …), seperti contoh :
“Sampai… masjidil agsho”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengan kasroh. Contoh lain :
“Dani sempumakanlah puasa, hingga malam”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengan kasroh.
- mempunyai beberapa arti :
- Mujawazah ( lepas dari…), seperti contoh :
“Aku menembak-kan anak panah, lepas dari busurnya”.
Lafadh : ini di baca jarr karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Ba diyyah ( setelah.. .), seperti contoh :
“Sesungguhnya kamu melalui tingkatan, setelah tingkatan yang lain”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Ta’lil ( karena.. .) seperti contoh :
(Dan permintaan ampun Ibrohim untuk bapaknya tiada lain kecuali karena suatu jani…). Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- , mempunyai beberapa arti :
- Isti’laa ( di atas…), seperti contoh :
“Dan di atas perahu-perahu itu kamu di angkut”.
Lafadh : i ini di baca jarr karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengar kasroh. Contoh lain :
“Atas diri zaed, tanggungan hutang”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Ta’lil (karena…), seperti contoh :
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Alloh, karena telah memberikan petunjuk kepadamu”.
Lafadh : ini kedudukan nya jarr, karena kemasukan
- Dhorfiyyah (dalam.. ), seperti contoh :
“Dan Musa masuk ke kota itu ketika penduduknya dalam keadaan lengah”.
Lafadz : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- Mushohabah ( bersamaan ), seperti contoh :
“Sesungguhnya tuhanmu memiliki pengampunan untuk para manusia, bersamaan dengan kedholiman mereka”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di landai dengan kasroh.
- mempunyai beberapa arti :
- Tasybih (seperti. ), Seperti contoh :
“Muhammad Saw seperti bulan purnama”, Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengan kasroh.
- Ta’lil (karena.. .) seperti contoh :
“Dan berdzikirlah dengan menyebut (nama Alloh) , karena ia telah menunjukkan kepadamu”.
Lafadh : ini kedudukan nya jarr, karena kemasukan .
7, mempunyai beberapa arti :
- Dhorfiyyah (di dalam…) Seperti contoh :
“Air itu di dalam kendi”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr :. di tandai dengan kasroh.
- Sababiyyah (sebab) Seperti contoh :
“Seorang wanita masuk neraka, sebab kucing yang di kurung nya”. Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : tandai dengan kasroh.
- Mushohabah ( bersamaan… ) Seperti contoh :
“Masuklah bersamaan umat-umat yang lain”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- , mempunyai beberapa arti :
- ilshoq ( bertemu …) Seperti contoh :
“Aku lewat bertemu dengan Zaed”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengan kasroh.
- Sababiyyah (sebab… ), seperti contoh :
“Maka sebab kedholiman yang di lakukan orang-orang yahudi, Kami haramkan atas mereka ( memakan makanan ) yang baik-baik ( yang dahulunya ) di halaikan bagi mereka”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : i’robnya di tandai dengan kasroh.
- Tab’iidi ( sebagian dari…) Seperti contoh :
“Mata air (dalam surga), yang sebagian dari-nya di minum oleh hamba-hamba Alloh”.
Dlomir : ini kedudukan nya jarr, karena kemasukan huruf jarr : .
- Dhorfiyyah (di dalam…) Seperti contoh :
“Sungguh Alloh telah menolong kalian dalam (peperangan) badar”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- mempunya arti : semenjak. Seperti contoh :
“Aku tidak melihatnya semenjak hari kamis”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh. Huruf jarr ini hanya masuk pada isim yang menunjukkan arti zaman.
- mempunyai arti : semenjak. Seperti contoh :
“Aku tidak melihatnya semenjak hari kamis”.
Lafadz : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh. hanya masuk pada isim-isim yang menunjuk-kan arti zaman.
- (Wawu yang di gunakan untuk sumpah ), mempunyai arti : demi. Seperti contoh :
“Demi Alloh, aku akan melakukan demikian…
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan di tandai dengan kasroh.
- ( Ba’ yang di gunakan di dalam sumpah ), mempunyai arti : demi. Seperti contoh : ( Demi Alloh… ), Latadh : ini di baca jarr, karena kemasukan : ,di tandai dengan kasroh.
- ( Ta’ yang di gunakan di dalam sumpah ), mempunyai arti : demi. Seperti contoh : ( Demi Alloh… ), Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan : l , di tandai dengan kasroh.
- mempunyai beberapa arti :
- ( sedikit sekali… ). Seperti contoh :
“Sedikit sekali lelaki dermawan yang aku jumpai”.
Lafadh : ini di baca jarr karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh. Pada umumnya yang memiliki arti Tagiil ini masuk pada isim nakiroh yang di sifati. Pada contoh di atas, masuk pada lafadh : yang di sifati lafadh
- Taktsir ( banyak sekali . Seperti contoh :
” Wahai. banyak sekali orang yang memakai pakaian di dunia, namun kelak di hari kiamat nanti telanjang”.
Pada umumnya l yang memiliki arti Taktsir ini masuk pada sifat yang maushuf-nya di buang. Pada contoh di atas, masuk pada lafadh : yang menjadi sifat dari lafadh : yang terbuang .
- (Wawu yang memiliki arti sama dengan , yaitu : Taqlil dan Taktsir ). Seperti contoh :
“Banyak nian malam yang laksana gelombang lautan yang melepaskan selimutnya”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan : , di tandai dengan kasroh.
- mempunyai arti : Intihaaul Ghoyah (hingga…) dengan syarat lafadh yang di jarrkan menjadi sebuah akhiran (tidak ikut dengan lafadh sebelumnya). Seperti contoh :
“Aku memakan ikan, hingga kepalanya”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- mempunyai arti : kecuali. Seperti contoh :
“Semua kaum telah berdiri kecuali Zaed”.
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- mempunyai arti : kecuali. Seperti contoh :
“Semua kaum telah berdiri, kecuali Zaed”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : , di tandai dengan kasroh.
- mempunyai arti : kecuali. Seperti contoh :
“Semua kaum berdiri, kecuali Zaed”
Lafadh : ini di baca jarr, karena kemasukan huruf jarr : di tandai dengan kasroh.








One Comment