Nahwu & Sharaf

Terjemah Kitab Awamil Karya Imam Jurjani

Macam Kesembilan : Isim-Isim fi’il

“Nashobkanlah dengan menggunakan lafadh :     dan    …Perhatikanlah sahabatmu”

Keterangan :

Macam Kesembilan dari ‘Aaamil Lafdhi samaa’i adalah Isim fi’il yaitu : Kalimah isim yang menggantikan kalimah fi’l, dalam segi maknanya maupun pengamalannya. Seperti contoh :  yang menggantikan :   , keduanya sama-sama memiliki arti : ambillah dan sama-sama memiliki pengamalan : menashobkan maful bihi.

Isim fi’il di tinjau dari pengamalannya, terbagi menjadi dua macam :

– Pertama : Isim fi’il yang menashobkan maf’ul bihi, jumlahnya ada enam, yaitu :

  1. : menggantikan fi’il amr Jt yang mempunyai arti : berilah kesempatan !. Seperti contoh :

“Wahai umar, berilah kesempatan Zaed !”.

Lafadh :  di nashobkan oleh lafadh :  , nashob-nya di tandai dengan fathah, tarkibnya sebagai maf’ul bihi.

2: menggantikan fi’il amr  yang mempunyai arti : tinggalkanlah ! Seperti contoh :

“Wahai Zaed, tinggalkanlah SiAmr”.

Lafadh :    di nashobkan oleh  , nashob-nya di tandai denga fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi .

  1. : menggantikan fi’il amr yang mempunyai arti : berpeganglah !. Seperti contoh : |

“Berpeganglah pada as-Sunah !”.

Lafadh :  di nashobkan oleh  , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.

  1. : menggantikan fi’il amr : yang mempunyai arti : Ambillah! Seperti contoh :

“Ambillah ilmu yang bermanfaat !”

lLafadh :  di nashobkan oleh  , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.

5,  : menggantikan fi’il amr   yang mempunyai arti : Ambillah ! Seperti contoh :

“Ambillah kitab itu !”

Lafadz  di nashobkan oleh  , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.

  1. menggantikan fi’il amr yang mempunyai arti : bawalah kemari / kemarilah! . Seperti contoh :

“Bawalah kemari roti daging itu!”

Lafadh :  di nashobkan oleh , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.

– Kedua : Isim fi’il yang merofa’kan faa’il-nya, jumlahnya ada tiga :

  1. : menggantikan fi’il madli yang mempunyai arti : jauh Seperti contoh :

“Lembah Aqiq itu jauh”

Lafadh :  di rofa’kan oleh   , rofa’nya di tandai dengan diommah, kedudukannya sebagai faa’il .

  1. : menggantikan fi’il madli yang mempunyai arti : berpisah I berbeda. Seperti contoh :

“Orang alim dan orang bodoh itu berbeda”.

Lafadh :  di rofa’kan oleh  , rofa’nya di tandai dengan dlommah, kedudukannya sebagai faa’il.

  1. : menggantikan fi’il madii yang mempunyai  : segera / bergegas. Seperti contoh :

“Zaed bergegas keluar”,

Lafadh :  di rofa’kan oleh.   , rofa’nya di tandai dengan  dlommah, kedudukannya sebagai faa’il. 

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker