Macam Kesembilan : Isim-Isim fi’il
“Nashobkanlah dengan menggunakan lafadh : dan …Perhatikanlah sahabatmu”
Keterangan :
Macam Kesembilan dari ‘Aaamil Lafdhi samaa’i adalah Isim fi’il yaitu : Kalimah isim yang menggantikan kalimah fi’l, dalam segi maknanya maupun pengamalannya. Seperti contoh : yang menggantikan : , keduanya sama-sama memiliki arti : ambillah dan sama-sama memiliki pengamalan : menashobkan maful bihi.
Isim fi’il di tinjau dari pengamalannya, terbagi menjadi dua macam :
– Pertama : Isim fi’il yang menashobkan maf’ul bihi, jumlahnya ada enam, yaitu :
- : menggantikan fi’il amr Jt yang mempunyai arti : berilah kesempatan !. Seperti contoh :
“Wahai umar, berilah kesempatan Zaed !”.
Lafadh : di nashobkan oleh lafadh : , nashob-nya di tandai dengan fathah, tarkibnya sebagai maf’ul bihi.
2: menggantikan fi’il amr yang mempunyai arti : tinggalkanlah ! Seperti contoh :
“Wahai Zaed, tinggalkanlah SiAmr”.
Lafadh : di nashobkan oleh , nashob-nya di tandai denga fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi .
- : menggantikan fi’il amr yang mempunyai arti : berpeganglah !. Seperti contoh : |
“Berpeganglah pada as-Sunah !”.
Lafadh : di nashobkan oleh , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.
- : menggantikan fi’il amr : yang mempunyai arti : Ambillah! Seperti contoh :
“Ambillah ilmu yang bermanfaat !”
lLafadh : di nashobkan oleh , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.
5, : menggantikan fi’il amr yang mempunyai arti : Ambillah ! Seperti contoh :
“Ambillah kitab itu !”
Lafadz di nashobkan oleh , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.
- menggantikan fi’il amr yang mempunyai arti : bawalah kemari / kemarilah! . Seperti contoh :
“Bawalah kemari roti daging itu!”
Lafadh : di nashobkan oleh , nashobnya di tandai dengan fathah, kedudukannya sebagai maf’ul bihi.
– Kedua : Isim fi’il yang merofa’kan faa’il-nya, jumlahnya ada tiga :
- : menggantikan fi’il madli yang mempunyai arti : jauh Seperti contoh :
“Lembah Aqiq itu jauh”
Lafadh : di rofa’kan oleh , rofa’nya di tandai dengan diommah, kedudukannya sebagai faa’il .
- : menggantikan fi’il madli yang mempunyai arti : berpisah I berbeda. Seperti contoh :
“Orang alim dan orang bodoh itu berbeda”.
Lafadh : di rofa’kan oleh , rofa’nya di tandai dengan dlommah, kedudukannya sebagai faa’il.
- : menggantikan fi’il madii yang mempunyai : segera / bergegas. Seperti contoh :
“Zaed bergegas keluar”,
Lafadh : di rofa’kan oleh. , rofa’nya di tandai dengan dlommah, kedudukannya sebagai faa’il.








One Comment