Macam Kedua Belas : .Fi’il-fi’il Yang Menunjukkan Arti Pujian Dan hujatan
“Rofa’kanlah dengan dan … lafadh yang secara khusus mendapat pujian atau hujatan. Dan gunakan pula lafadh : untuk pujian secara khusus “
“Kemudian jadikanlah Lafadh : menyamai pada lafadh : , Dan ikutilah kebenaran yang aku sampaikan , seraya aku memohon do’a ( darimu ) “.
Keterangan :
Macam ketiga belas dari ‘Aamil Lafdhi Samaa’i adalah : Fi’il-fi’il yang menunjukkan arti pujian atau hujatan, yang pengamalannya :
“Merofa’kan Isim yang di-khususkan dengan pujian atau hujatan dan Juga merofa’kan terhadap Isim yang menjadi faa’il-nya”.
Fi’i-ti’il yang menunjukkan arti pujian atau hujatan ini ada empat :
- mempunyai arti : sebaik-baiknya. Seperti contoh :
“Sebaik-baik lelaki adalah Muhammad Saw”
Lafadh : di baca rofa’ karena menjadi faa’ilnya di tandai dengan dlommah. Demikian juga lafadh : di baca rofa’ karena menjadi mubtada’ muakhor , rofa’nya di tandai dengan diommah .
- mempunyai arti : Seburuk-buruknya. Seperti contoh :
“Seburuk-buruk laki-laki adalah Abu Lahab”
Lafadh : di baca rofa’ karena menjadi faa’ilnya : di tandai dengan dlommah . Demikian juga lafadh : di baca rofa’ karena menjadi mubtada’ muakhor , rofa’nya di tandai dengan Wawu.
- mempunyai arti : Seburuk-buruknya. Seperti contoh :
“Seburuk-buruk orang kafir adalah Abu jahl “. Lafadz : di baca rofa’ menjadi faa’ilnya .. , di tandai dengan dlommah. Demikian juga lafadh : di baca rofa’ menjadi mubtada’ muakhor, rofa’nya di tandai dengan wawu.
4, mempunyai arti : Sebaik-baiknya. Seperti contoh :
“Sebaik-baik orang adalah Abu Bakr”,
Lafadh : kedudukannya rofa’ karena menjadi Faa’ilnya , Demikian juga lafadh : di baca rofa’ karena menjadi mubtada’ muakhor , di tandai dengan wawu .









One Comment