Sejarah

Terjemah Kitab Ahlal Musamaroh

Kemudian pergilah Mulana Ishak ke pulau jawa dan meninggalkan kedua anaknya kepada ibunya. Dimana keduanya masih kecil. Naiklah Maulana Ishak ke kapal milik laki-laki asal Gresik dan berjalan kapal dengan baik sampai tibalah di Gresik, kemudian turun dan menuju ke Surabaya, masuk ke desa Ampel saat waktu ashar. Secara kebetulan di situ bertemu dengan Sayyid Rahmat shalat sebagai imam yang di-ikuti tiga laki-laki : Abu Hurairah, Ki Wirajaya dan Ki Bangkuning. Maka Maulana Ishaq menunggu di luar masjid. Ketika Sayyid Rahmat sudah salam dari shalatnya, Maulana Ishaq memberi salam dan dijawab salamnya. Kemudian mereka berdua saling bertanya tentang nama mereka dan nama bapak-bapak mereka. Maka tahulah Sayyid Rahmat bahwasanya Maulana Ishaq adalah saudara dari bapaknya. Maulana Ishak berkata : Engkau berarti adalah anakku, karena sebab bapakmu saudara laki-lakiku. Kemudian berkata kepadanya Sayyid Rahmat : Dulu tidak ada seorangpun muslim di sini kecuali aku dan saudaraku Sayyid Rajafandita dan temanku Abu Hurairah, kami adalah yang pertama kali muslim di pulau jawa. Maulana Ishak berkata : Aku namakan engkau Sunan yang pertama, pertama karena sebab engkau yang awal muslim di pulau jawa. Maka sepakatlah manusia yaitu menetapkan nama ini kepada Sayyid Rahmat. Senantiasa Sayyid Rahmat menyeru manusia kepada agama Allah Ta’ala dan kepada ibadah  kepada-Nya. Sampai-sampai seluruh penghuni Ampel mengikutinya dan yang di sekitarnya serta kebanyakan orang-orang Surabaya. Tidaklah itu kecuali kebaikan akan nasihatnya dan hikmahnya dalam berdakwah serta baiknya akhlaknya kepada manusia dan baiknya dalam berjidal, menerapkan firman Allah : Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, serta berjidallah dengan mereka dengan sebaik-baik jidal (Al-Ayat), dan Firman Allah Ta’ala : Rendah dirilah kamu kepada orang-orang yang beriman, dan firman-Nya : Perintahkan kepada kebaikan dan dan menjauhi kemungkaran serta sabarlah atas apa yang menimpamu, sungguh yang demikan itu adalah yang diwajibkan oleh Allah. Inilah yang semestinya para imam-imam muslim dan masyaikh mereka mengikuti jalan tersebut yang diridhai sampai manusia masuk agama Allah berbondong-bondong. Berkata penyair :

Terimalah maaf mereka, berjalanlah dengan adat sebagaimana …

Engkau diperintah, dan tampakanlah (perintah tersebut) kepada mereka yang jahil …

Lemah lembutlah semampumu pada setiap manusia …

Maka akan tampak baik atas mereka yang jahil …

Dan kepada mereka yang keras kepala, sentuhlah mereka …

Dengan sabar, agar supaya terangkat mereka yang sempurna …

Kemudian berselang beberapa lama, Maulana Ishaq undur diri kepada Sayyid Rahmat dan kemudian keluar dari Ampel berjalan menuju timur laut menaiki gunung dan turun di lembah-lembah sampai ke negeri Banyuwangi. Naik di atas gunung yang dikatakan Selangu semata-mata untuk beribadah di sana, shalat wajib, sunnah dan berpuasa untuk mencari ridha Ar-Rahman dan menjauhkan diri dari seluruh maksiat; Ia Menyendiri, bersungguh-sungguh meninggalkan hawa nasfu dan godaan setan semata-mata untuk hati dan mensucikannya dari kebimbangan agar menjadi orang yang bersyukur dan memuji Rabb-nya, ia bergegas kepada-Nya menghilangkan syirik yang tersembunyi untuk benteng dan senjata dalamnya iman dan keyakinan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker