Sejarah

Terjemah Kitab Ahlal Musamaroh

Minak Sambayu (raja Blambangan) yang telah lalu penyebutannya memiliki anak perempuan bernama Sekar Dadu yang ia dahulu intinya adalah orang yang baik, yang memikat laki-laki, sehingga padanya dikatakan :

Ia adalah perempuan yang memiliki kehidupan seperti purnama yang menyihir …

Rambutnya seperti malam ketika gelap gulita …

Keluar dari mulutnya cahaya ketika tersenyum …

Sebagaimana kilat yang menyapu penglihatan ketika dipandang …

Ia berjalan malu-malu tersipu dan menoleh …

Maka jadilah yang memandangnya sebagaimana orang mabuk …

Ketika ia menghadap, aku lihat tidak montok pada keduanya …

Seperti dua delima, bagi siapa yang memandang …

Dan ketika ia membalikkan badan seolah bergelombang acak (rambutnya) …

Perawakannya tidak tinggi ataupun pendek, artinya cukup …

Pada saat itu ia sakit keras, telah banyak tabib letih bingung mesti menggunakan obat apa lagi. Bersedihlah raja Blambangan karena sebab hal itu, dengan kesedihan yang sangat. Maka dikumpulkanlah menteri-menteri, pemerintahan, pegawai dan ahli fatwa kerajaan. Setiap dari mereka diseru untuk mencari obat penyembuh pada setiap wilayah mereka untuk anak perempuan raja, maka barangsiapa yang berhasil menyembuhkannya akan dinikahkan dengannya dan diberikan separuh harta kerajaan. Maka mereka semua menyeru seluruh orang-orang desa dan penjuru negeri, akan tetapi tidak ada hasil. Maka pada suatu hari, berkata sebagaian menteri-menterinya : Sungguh kami melihat seorang manusia berpakaian jubah memakai kopyah putih yang tinggal menyendiri di atas gunung Salangu dan berbeda dengan manusia pada umumnya, ketika tergelincir matahari di langit, ia berdiri dan meletakkan tangannya ke dadanya dan digerak-gerakkan mulutnya dengan berucap dengan apa yang kami tidak paham, tidak tolah-toleh sampai kemudian tertunduk meletakkan tangannya di lututnya kemudian mengangkat kedua tangannya, kemudian menjatuhkan diri dan meletakkan dahinya ke bumi, kemudian duduk dan akhirnya menoleh ke kanan dan kiri; Maka jika terbenam matahari ia melakukan hal itu lagi, jika hilang matahari ia melakukan lagi, jika sebelum matahari muncul ia melakukan itu lagi dengan ringan, itulah kegiatannya setiap hari. Kemudian raja berkehendak memanggilnya agar menyembuhkan anak perempuannya yang mulia, semoga ia dapat menyembuhkannya. Raja berkata : Panggil dia yang telah kalian bicarakan. Maka menteri tersebut memanggil Maulana Ishak agar menghadap di hadapan raja Blambangan, maka ketika mereka bertemu dengan Maulan Ishak, mereka mengkabarkan keinginan raja padanya. Maulana Ishak pun memenuhi panggilan raja, dan turun bersama menteri-menteri kerajaan. Maka ketika sampai di hadapan raja, raja berkata : Sungguh aku memiliki anak perempuan, ia adalah buah hatiku dan separuh jiwaku dan sekarang ia sedang sakit, sudah lama sakitnya, sampai-sampai para tabib sudah lelah mencari obatnya, maka sekiranya engkau memiliki obat, sembuhkanlah dia; Aku bernadzar : Barangsiapa yang menyembuhkannya, akan aku nikahkan dengannya dan bersamanya akan aku berikan setengah dari kerajaanku. Maka Maulana Ishak menerima tawaran tersebut sembari berdoa kepada Allah, mengiba kepada-Nya agar Allah memberi kesembuhan dan menghilangkan sakitnya dengan izin-Nya. Maka tiba-tiba anak raja sembuh, kemudian dinikahkanlah ia dengannya dan memberikan setengah dari kerajaannya. Oleh karena itu, menjadi mudahlah menyeru manusia kepada islam, ia senantiasa menyeru mereka kepada islam sampai-sampai berislam kebanyakan dari penduduk negeri tersebut. Pada suatu hari Maulana Ishak masuk menemui raja Blambangan dan berkata padanya : Wahai bapakku, aku datang kepadamu untuk menyeru agar meninggalkan patung-patung berhala dan mengikuti setan menuju hanya beribadah kepada Allah Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, Yang Menghidupkan dan Mematikan, Raja seluruh alam; Katakanlah Asyhadu Anlaa illaha Illallah, wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah. Maka ketika mendengar ucapan Maulana Ishak, berubah wajahnya dan memerah, marah kepada Maulana Ishak dan berkata : Jika engkau tidak keluar sekarang dari hadapanku, aku akan cerai beraikan tubuhmu. Keluarlah Maulana Ishak, menghilang sebagai buronan. Saat itu istrinya telah hamil 7 bulan, menangis karena berpisah dengan suaminya, redup dan sedih menyelimutinya. Maulan Ishak tidak kunjung datang. Maulana Ishak tetap bersembunyi sembari berdoa memohon pertolongan Allah agar Allah menghukum raja Blambangan. Maka Allah turunkan pada penduduk Blambangan wabah dan kematian mendadak, matilah kebanyakan rakyatnya, dan tidak mampu menghalau (adzab dari Allah). Bersedihlah raja Blambangan, sampai-sampai tidak nafsu makan, tidak bisa tidur, ia berkata : Ini adalah akibat dari kesialan laki-laki itu (maksudnya Maulana Ishak) dan anaknya yang sekarang dalam kandungan anakku, sungguh kalau dia lahir akan aku hempaskan ke laut. Maka ketika sempurna masa kandungannya, ia lahir seperti emas murni. Raja mengambilnya dan meletakkannya di peti mati, dan memerintahkan untuk dibuang ke lautan. Terhempaslah kelaut terbawa ombak (peti tersebut) naik turun terjaga, dijaga oleh Allah Ta’ala dan terjaga oleh perhatian-Nya. Itulah yang termasuk sebagian karamah. Ketika peti tersebut melalui kapal dagang penduduk Gresik, diambillah oleh awak kapalnya, maka ketika peti itu dibuka, dijumpai padanya seorang anak yang bercahaya dan wajahnya seperti bulan yang bersinar. Saat itu, para pedagan yang menaiki kapal itu akan pergi menuju Bali. Dibawalah anak tersebut sampai Bali dengan selamat. Ketika pedagang itu selesai urusannya di Bali, mereka beranjak menuju Tandes kemudian barulah pulang menuju Gresik bersamaan dengan anak tersebut. Diturunkannya anak itu di pelabuhan, kemudian diserahkanlah anak itu kepada perempuan yang bernama Nyai Gede anak Sayyid Rajafandita yang telah lalu kisahnya. Nyai berkata : Anak siapa ini ? Mereka (para pedagang) berkata : Anak ini hanyut di dekat pelabuhan Blambangan, berbutar-putar di air laut. Maka sangat senanglah Nyai Gede, di mana ia belum melahirkan anak seorang pun. Anak tersebut ia namakan Broedin, dididiklah ia dengan didikan yang baik, dan sangat dicintai; Akan tetapi anak tersebut tidak dapat menyusu pada seorang perempuanpun, hanya menghisap jemarinya saja sampai umur 7 hari. Setelah itu barulah bisa minum susu, ini sudah menjadi kebiasan bayi.

Maulana Ishak setelah bersembunyi di balik bukit kecil, kembali menuju negerinya yakni Pasa di pulau Sumatera berkumpul dengan istrinya dan anak-anaknya. Maulana Ishak mengkabarkan bahwa istri dan anaknya masih punya kerabat yaitu anak dari pamannya di pulau jawa di desa Ampel yang termasuk wilayah Surabaya yang namanya adalah Sayyid Rahmat yang ia termasuk dari yang pertama kali islam di pulau Jawa, ia juga imam bagi orang-orang islam, wali dan orang shalih; Mengajarkan islam, jalan islam dan hakikat islam. Maulana Ishak tidak menetap di Pasa kecuali hanya selama beberapa hari dan kemudian wafat, dikatakan selama 7 hari di Pasa dan kemudian wafat. Datang para ulama dan para wali untuk menyolatkannya, setelah dishalatkan dibawa ia ke kubur yang dikatakan Kuburan Taman Sari. Mereka semua berdesakan sembari bershalawat di kuburnya, bertasbih, tahmid, tahlil dan membaca Al-Qur’an, semoga mendapatkan balasan yang luas atas ruh Maulana Ishak, ia dikuburkan di sana, semoga baginya rahmat Allah yang tak terputus bagi Maulana Ishak.

Kisah anaknya yaitu Sayyid Abdul Qadir dan Sayyidah Sarah, maka mereka berdua sepeninggal bapak mereka sepakat untuk berkeliling bumi. Sehingga sampailah mereka ke negeri Adan yaitu di jazirah arab, mereka menetap berhari-hari di sana kemudian lanjut menaiki kapal yang kemudian melaju ke Keling selama 11 hari, dan menetap di sana selama sebulan kemudian naik kapal lagi sampai tiba di pulau Jawa, kemudian naik kapal sampai negeri yang dinamakan Juwana ia adalah pelabuhan di antara pelabuhan-pelabuhan di waktu itu. Dan keluar mereka berdua menuju Surabaya. Dan berjalan sampai desa Ampel, mereka berdua bertanya akan rumah dari Sayyid Rahmat, maka ditunjukkanlah mereka berdua menuju rumah Sayyid Rahmat. Maka ketika bertemu dengannya, mereka berdua mengucapkan salam, dan dibalas salamnya. Kemudian Sayyid Rahmat bertanya tentang nama mereka, negerinya dan siapa orang tua mereka berdua. Berkata Sayyid Abdul Qadir : Namaku adalah Abdul Qadir, dan ini adalah saudari perempuanku Sarah, kami berdua datang dari negeri Pasa di pulau Sumatera, bapak kami bernama Maulana Ishak dan ia telah wafat; Dikabarkan kepada kami ketika ia masih hidup bahwa kami punya kerabat dekat bernama Sayyid Rahmat yang tinggal di desa Ampel di Surabaya pulau Jawa dan menjadi imam bagi orang-orang islam di sana. Berkata Sayyid Rahmat : Kalau begitu kalian berdua adalah saudaraku, bapak kalian berdua adalah saudara dari bapakku. Mereka saling berpelukan dan menangis gembira.

Telah lalu penjelasan Arya Baribain yang memiliki 2 anak, perempuan yang namanya Madu Ratna dan telah menikah dengan Sayyid Rajafandita; Dan yang lak-laki bernama Jaka Kondar. Dahulu Jaka Kondar bahwasanya masuk islam dan menganut paham zuhud sembari menyendiri di atas gunung untuk beribadah dan riyadhah di desa yang bernama Malaya; Ia tidak behenti demikian sampai dia menjadi wali di antara wali-wali Allah Ta’ala, dan terkenal dengan nama Sunan Malaya. Ia memiliki anak perempuan yang bernama Asiya dan menikah dengan Sayyid Abdul Qadir bin Maulana Ishak yang telah lalu penyebutannya. Sayyid Abdul Qadir menetap di desa Gunung Jati yang berada di Cirebon; Menjadi imam di sana dan juga memilih jalan zuhud dengan tetap menyendiri dan riyadhah, sedikit makan, sedikit tidur untuk berkhalwat dan riyadhah dengan macam-macam ibadah wajib dan sunnah yang baik. Keadaannya tetap demikian hingga jadilah ia wali di antara wali-wali Allah dan terkenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Ia senantiasa berdakwah menyeru manusia kepada islam, dan masuk islamlah banyak manusia; Dan yang tidak masuk islam pada saat itu ketakutan sehingga mengasingkan diri ke hutan dan pedesaan, mereka takut ikut-ikutan masuk islam. Sayyid Abdul Qadir memiliki 2 anak, yang laki-laki bernama Abdul Jalil dan perempuan bernama Sufiyyah. Inilah kisah dari Sayyid Abdul Qadir.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker