Sejarah

Terjemah Kitab Ahlal Musamaroh

Lalu Sayyid Rajafandita dan Sayyid Rahmat ingin kembali ke negeri Campa karena sebab yang telah dikisahkan lalu karena merasa sedih. Mereka berdua mengkabarkan kepada raja Brawijaya atas keinginannya, kemudian raja melarang mereka berdua untuk pulang, raja berkata : Sungguh berpisah dengan kalian berdua adalah perkara yang besar, janganlah kalian kembali ke negeri kalian berdua; Jika kalian berdua ingin menguasai wilayah, untukmu wilayah tersebut apa yang kalian berdua mau, dari kepemimpinan apapun jika kalian mau, jika kalian ingin istri, pilihlah mana yang kalian kehendaki di antara perempuan-perempuan, dan pemerintahan, menteri pilihlah. Tapi aku melarang kalian berdua kembali ke negeri kalian. Karena aku mendengar bahwasanya raja Hindustan memerangi Kupang, Kalkuta, Giri, Malibar dan sekitarnya, dan tidak tersisa dari negeri-negeri tersebut kecuali tunduk dibawah kuasanya (Hindustan), tidak juga negeri Campa, karena saat ini masih berperang dengan Hindustan dan aku tidak tahu bagaimana akhirnya.

Maka ketika mendengar ucapan Brawijaya dan kuatnya larangan kepada mereka berdua untuk pulang, keduanya mentaati raja untuk tetap di Majapahit. Kemudian setelah itu menikahlah keduanya. Adapun Sayyid Rajafandita menikah dengan anak perempuan Arya Baribain yang bernama Maduratna di negeri Ris, kemudian tinggal di desa yang bernama Sinabung. Adapun Sayyid Rahmat menikah dengan anak Arya Tija yang bernama Raden Ayu Candrawati kemudian tinggal di desa yang dikatakan Ampel di Surabaya. Adapun Abu Hurairah menikah dengan perempuan dari desa Tambakrian yang bernama Samirah binti Husain dan pekerjaan mereka berdua adalah berkebun katun; Pada saat itu Abu Hurairah memetiknya dan memisahkan biji dengan kapuknya. Setiap hari memberikan hadiah katun kepada Sayyid Rahmat untuk dibuat sumbu penerangan lampu-lampu masjid, oleh karena itu Sayyid Rahmat menamakannya biji kapas.

Sayyid Rahmat mengikut laki-laki dari Majapahit yang bernama Wirajaya dan ia adalah pimpinan desa dan menganjurkan Sayyid Rajafandita untuk bekerja sebagai tukang besi.

Sayyid Rajafandita memiliki 3 anak : Hajj Utsman, Utsman Hajj dan Nyai Gede Tundo.

Sayyid Rahmat memiliki 5 orang anak dari Raden Ayu Candrawati :Sayyidah Syarifah, Mutmainnah, Hafsah dan Sayyid Ibrahim, Sayyid Qasim. Kemudian menikah lagi dengan Maskarimah binti Kembang Kuning yang lahir padanya 2 anak perempuan : Murtiah dan Murtasimah. Seluruh anak-anaknya belajar ilmu-ilmu syariah (agama) dari bapaknya. Inilah keterangan yang menjelaskan tentang Sayyid Rajafandita dan saudaranya (Sayyid Rahmat).

Anak-anak Ki Tarub yang telah lalu nama mereka disebut maka yang bernama Nawangsih ia menikah dengan Lembu Peteng bin Brawijaya atau yang dinamakan Shohroh Tarub yang dikaruniai anak yang bernama Getas Pandawa. Dan anaknya yang bernama Nawangsasi menikah dengan Raden Jaka Kandar bermukim di desa Malaya di Bangkalan di Madura; Kemudian memiliki anak bernama Asiyah dan Dewi Irah. Adapun anak perempuan Ki Tarub yang bernama Nawang Arum menikah dengan Raden Syakur yang ia menguasai negeri Wilatikta (Tumenggung Wilatikta).

Yang telah lalu bahwasanya raja Pajajaran Mundi Wangi memiliki istri kedua dan dikarunia anak laki-laki yang bernama Giyung Manar yang dikarunia anak bernama Bambang Wecana yang dikaruniai anak Bambang Pamengker., dan bapaknya ini tunduk di bawah kuasa raja Majapahit, menjauhkan diri tinggal di desa di bawah gunung semeru, Bambang Pamengker dikarunia anak bernama Minak Paranggula yang dikarunia anak bernama Minak Sambayu yang menjadi raja di negeri Blambangan. Akan datang keterkaitan kisah mereka.

Maulan Ishak yang telah lalu penyebutannya, ia adalah saudara Sayyid Ibrahim; Maka ketika ia menjadi laki-laki petualang di bumi, sampai ke negeri Pasa yaitu negeri di pulau sumatera, maka tinggallah ia di sana (Pasa). Dikaruniai anak bernama Sayyid Abdul Qadir dan Sarah.

Kemudian pergilah Mulana Ishak ke pulau jawa dan meninggalkan kedua anaknya kepada ibunya. Dimana keduanya masih kecil. Naiklah Maulana Ishak ke kapal milik laki-laki asal Gresik dan berjalan kapal dengan baik sampai tibalah di Gresik, kemudian turun dan menuju ke Surabaya, masuk ke desa Ampel saat waktu ashar. Secara kebetulan di situ bertemu dengan Sayyid Rahmat shalat sebagai imam yang di-ikuti tiga laki-laki : Abu Hurairah, Ki Wirajaya dan Ki Bangkuning. Maka Maulana Ishaq menunggu di luar masjid. Ketika Sayyid Rahmat sudah salam dari shalatnya, Maulana Ishaq memberi salam dan dijawab salamnya. Kemudian mereka berdua saling bertanya tentang nama mereka dan nama bapak-bapak mereka. Maka tahulah Sayyid Rahmat bahwasanya Maulana Ishaq adalah saudara dari bapaknya. Maulana Ishak berkata : Engkau berarti adalah anakku, karena sebab bapakmu saudara laki-lakiku. Kemudian berkata kepadanya Sayyid Rahmat : Dulu tidak ada seorangpun muslim di sini kecuali aku dan saudaraku Sayyid Rajafandita dan temanku Abu Hurairah, kami adalah yang pertama kali muslim di pulau jawa. Maulana Ishak berkata : Aku namakan engkau Sunan yang pertama, pertama karena sebab engkau yang awal muslim di pulau jawa. Maka sepakatlah manusia yaitu menetapkan nama ini kepada Sayyid Rahmat. Senantiasa Sayyid Rahmat menyeru manusia kepada agama Allah Ta’ala dan kepada ibadah  kepada-Nya. Sampai-sampai seluruh penghuni Ampel mengikutinya dan yang di sekitarnya serta kebanyakan orang-orang Surabaya. Tidaklah itu kecuali kebaikan akan nasihatnya dan hikmahnya dalam berdakwah serta baiknya akhlaknya kepada manusia dan baiknya dalam berjidal, menerapkan firman Allah : Serulah manusia kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik, serta berjidallah dengan mereka dengan sebaik-baik jidal (Al-Ayat), dan Firman Allah Ta’ala : Rendah dirilah kamu kepada orang-orang yang beriman, dan firman-Nya : Perintahkan kepada kebaikan dan dan menjauhi kemungkaran serta sabarlah atas apa yang menimpamu, sungguh yang demikan itu adalah yang diwajibkan oleh Allah. Inilah yang semestinya para imam-imam muslim dan masyaikh mereka mengikuti jalan tersebut yang diridhai sampai manusia masuk agama Allah berbondong-bondong. Berkata penyair :

Terimalah maaf mereka, berjalanlah dengan adat sebagaimana …

Engkau diperintah, dan tampakanlah (perintah tersebut) kepada mereka yang jahil …

Lemah lembutlah semampumu pada setiap manusia …

Maka akan tampak baik atas mereka yang jahil …

Dan kepada mereka yang keras kepala, sentuhlah mereka …

Dengan sabar, agar supaya terangkat mereka yang sempurna …

Kemudian berselang beberapa lama, Maulana Ishaq undur diri kepada Sayyid Rahmat dan kemudian keluar dari Ampel berjalan menuju timur laut menaiki gunung dan turun di lembah-lembah sampai ke negeri Banyuwangi. Naik di atas gunung yang dikatakan Selangu semata-mata untuk beribadah di sana, shalat wajib, sunnah dan berpuasa untuk mencari ridha Ar-Rahman dan menjauhkan diri dari seluruh maksiat; Ia Menyendiri, bersungguh-sungguh meninggalkan hawa nasfu dan godaan setan semata-mata untuk hati dan mensucikannya dari kebimbangan agar menjadi orang yang bersyukur dan memuji Rabb-nya, ia bergegas kepada-Nya menghilangkan syirik yang tersembunyi untuk benteng dan senjata dalamnya iman dan keyakinan.

Minak Sambayu (raja Blambangan) yang telah lalu penyebutannya memiliki anak perempuan bernama Sekar Dadu yang ia dahulu intinya adalah orang yang baik, yang memikat laki-laki, sehingga padanya dikatakan :

Ia adalah perempuan yang memiliki kehidupan seperti purnama yang menyihir …

Rambutnya seperti malam ketika gelap gulita …

Keluar dari mulutnya cahaya ketika tersenyum …

Sebagaimana kilat yang menyapu penglihatan ketika dipandang …

Ia berjalan malu-malu tersipu dan menoleh …

Maka jadilah yang memandangnya sebagaimana orang mabuk …

Ketika ia menghadap, aku lihat tidak montok pada keduanya …

Seperti dua delima, bagi siapa yang memandang …

Dan ketika ia membalikkan badan seolah bergelombang acak (rambutnya) …

Perawakannya tidak tinggi ataupun pendek, artinya cukup …

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker