Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Ta’lim Muta’allim

Fasal Tentang Kesungguhan, ketetapan dan cita-cita yang tinggi

فصل في الجد والمواظبة و الهمة

          ثم لا بد من الجد والمواظبة والملازمة لطالب العلم، وإليه الإشارة فى القرآن بقوله تعالى: يا يحيى خذ الكتاب بقوة. وقوله تعالى: والذين جاهدوا فينا لنهدينهم سبلنا.

Selanjutnya, bagi orang yang mencari ilmu itu hendaknya rajin, bersungguh dan tetap. Ketika syarat diatas telah diterangkan oleh Allah swt,  dalam Al-qur’an;” orang-orang yang sungguh mengharap keridhaan-ku dengan mencari ilmu, tentu aku tunjukan jalan mencari ilmu yang dapat mendatangkan keridhaan-ku.

          قيل:

      Dikatakan:

          بجـد لا بجــد كــل مـجــد    ♣    فهل جد بلا جد بمجدى

Semua pangkat ( keluhuran) itu tidak diperoleh dari kesungguhan, melainkan dari fadhal (karunia) Allah swt. Disamping itu, bergandengan dengan amal usaha. Karena jarang sekali menemukan keluhuran tanpa usaha yang sungguh-sungguh.

          فكم من عبد يقوم مقام حر    ♣    وكم حر يقوم مقام عبد

Sebab, banyak sekali seorang budak yang menduduki tempat orang merdeka. Dan sebaliknya, banyak sekali orang merdeka yang terjatuh menempati kedudukan seorang budak.

          وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج.

Dan dikatakan: Barangsiapa meminta sesuatu ditemukan, dan siapa pun yang mengetuk pintu akan masuk.

          وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى.

Dikatakan: Menurut kemampuan sendiri kamu akan mendapatkan apa yang diharapkan. 

          وقيل: يحتاج فى التعلم والتفقه إلى جد ثلاثة: المتعلم، والأستاذ، والأب، إن كان فى الأحياء.

          أنشدنى الشيخ الإمام الأجل الأستاذ سديد الدين الشيرازى للشافعى رحمهما الله

Dikatakan: Dalam belajar dan memahami, dibutuhkan tiga kakek: pelajar, guru, dan ayah, jika dia masih hidup. Beliau syekh sadiduddin  Asy-Sairazi  membaca syair pernah membacakan syair kepadaku. Syair tersebut milik Imam Syafi’ isinya sebagai berikut:

الجـــد يــدنـى كــل أمـر شـاسـع

Ketekunan itu dapat mendekatkan sesuatu yang jauh.

                             والـجــد يفــتـح كــل باب مــغـلـق

          Dan ketekunan itu bisa juga membuka pintu yang tertutup.

وأحق خلق الله تعالى بالهم امرؤ

Makhluk Allah swt, yang pantas melakukan susah dan prihatin adalh orang-orang yang mempunyai cita-cita mulia.

                             ذو هــمـة يــبلـى بـعــيـش ضـيـق

Tetapi terkena cobaan yang berat dalam kehidupannya (kehidupan sempit). 

ومن الدليل على القضاء وحكمه   ♣    بؤس اللبيب وطيب عيش الأحمق

(Terkecuali dalam qodho’ dan takdir Allah SWT.) karena , sebagian dalil menunjukkan bahwa qodho’ dan hukum Allah.Adalah orang pandai (kaya akal) hidupnya berat (sulit). Sedang orang yang bodoh mendapatkan kesenangan hidup (hidupnya enak).

 لكن من رزق الحجا حرم الغنى    ♣   ضـدان يــفـــتـرقــان أى تــفــرق

                 Akan tetapi, orang yang diberi rezeki kaya akal ( pandai ), terhalang untuk menjadi orang kaya ( miskin hidupnya ). Kenyataanya, kedua orang tersebut selalu bertentangan arah, antara utara dan selatan.

وأنشدت لغيره:

Kami juga pernah dibacakan syair selain syair Imam Syafi’i:

          تمـنيت أن تمسى فـقيها مناظـرا   ♣   بغـير عناء والجـنون فنون    

                     Engkau megharap (ingin) menjadi orang yang alim  ilmu agama dan ahli bicara, tetapi engkau tidak mau besungguh-sungguh (enak-enakan). Keinginan yang demikian itu seperti halya keinginan orang gila. Karena orang gila itu banyak macamnya.             

          وليس اكتساب المال دون مشقة    ♣   تحملها فالعلم كـيف يكون؟     

Ketahuilah, tidak ada orang yang mendapatkan harta benda tanpa bekerja. Apalagi ilmu, bagaimana engkau cara mendapatkanya, sedang engkau tidak mau belajar.

قال أبو الطيب المتنبى:

Abu tayyib telah berkata:

          ولم أرى فـى عيوب الناس عيبا    ♣    كنقص القادرين على التمام

Aku belum pernah melihat cacat (cela) manusia yang lebih buruk,    sebagaimana berkurangnya orang yang dapat menyempurnakan. Artinya         dapat  menyelesaikan pekerjaan, tetapi tidak mau menyelesaikan (sembrono)                              

ولا بد لطالب العلم من سهر الليالى كما قال الشاعر:

Orang yang mencari ilmu itu hendaknya tidak banyak tidur diwaktu malam. Sebagaimana dikatakan dalam syair:

بقـدر الـكــد تكــتـسـب المـعالى    ♣    ومـن طـلـب الـعـلى سـهـر اللـيالى

Sesuai dengan kadar ketekunannya, orang itu dapat memperoleh beberapa keluhuran. Maka, barangsiapa ingin memperoleh keluhuran, hendaknya tidak banyak tidur diwaktu malam

تــروم الــــعــز ثـم تنــام لــــيلا       ♣      يغوص فى البحر مـن طلب اللآلى

Engkau bermaksud ingin mulia, akan tetapi engkau tiap malam tidur hanya saja,.Ketahuilah, bahwa orang yang mencari intan tidak merasa keberatan, meskipun harus menyelam dilaut.

علـو الـكــعـب بالهـمـم الـعـوالى    ♣    وعـن الـــمـرء فـى ســهـر اللـيالى

Derajat keluhuran itu hanya bisa ditempuh dengan cita-cita yang luhur. Demikian juga kemuliaan seseorang, harus ditempuh tanpa banyak tidur malam.

تركــت الــنوم ربى فى اللــيالى    ♣      لأجــل رضـاك يامــولـى الـمـوالى

Wahai tuhan kami, tiap malam kami tidur, karena itu kami hanya ingin keridhaan-mu.

ومــن رام الــعـلى مـن غـير كد    ♣     أضاع الـعـمـر فى طـلب المـحــال

Barangsiapa mengharap keluhuran tanpa usaha, orang tersebut berarti menyia-nyiakan hidupnya didalam mencari barang yang halal.

فــوفـقـنى إلـى تحــصــيل عـلـم    ♣     وبلـغــنـى إلـى أقــصـى الـمـعــالى 

                Oleh karena itu, semoga tuhan memberi pertolongan kepada kami agar dapat memperoleh hasil ilmu dan sampai cita-cita yang luhur.             

          قيل: اتخذ الليل جملا تدرك به أملا. قال المصنف وقد اتفق لى نظم فى هذا المعنى شعر

Dikatakan: ”Ambillah waktu malam dengan unta yang menyadari harapan.” pengarang kitab ini berkata yang isinya sesuai nazham-ku ini:

          مـن شاء أن يحـتوى آماله جـملا    ♣      فلـيتـخـذ لــيله فـى دركــها جــمـلا  

Barangsiapa yang menghendaki segala harapanya dapat tercapai, maka sebaiknya gunakanlah waktu malam itu sebagai kendaraan untuk mengejar                               segala harapanya.                            

إقلل طعامك كى تحظى به سهرا     ♣     إن شئت يا صاحبى أن تبلغ الكملا

                            Kurangilah makanmu, agar kamu dapat menjaga malam (tidak tidur). Wahai saudara-saudaraku, demikian itu jika kalian ingin mencapai kesempurnaan.

          وقيل: من أسهر نفسه بالليل، فقد فرح قلبه بالنهار.

Dikatakan:” Barang siapa yang tidak tidur diwaktu malamnya, maka hatinya akan merasa gembira dan senang diwaktu siangnya.”

          ولا بد لطالب العلم من المواظبة على الدرس والتكرار فى أول الليل وآخره، فإن ما بين العشائين، ووقت السحر، وقت مبارك.

Bagi seorang pelajar, hendaknya mempunyai waktu belajar tertentu akan mengulang-ngulangi pelajaranya, khususnya diwaktu awal dan akhir malam. Karena antara waktu maghrib dan isya’ serta waktu sahur, merupakan waktu yang pernuh dengan berkah.( Maka janganlah diabaikan). 

          قيل فى هذا المعنى:

Dikatakan dalam pengertian ini:

يا طالب العـلم باشـر الورعا    وجـانب الـنوم واترك الشبعـا

(Ada syair mengatakan: ) Hai, orang yang mencari ilmu, lakukanlah wira’i{ menjauhi hal-hal yang haram}, banyak tidur dan jagalah perut dari kekenyangan.

وداوم على الدرس لا تفارقه    ♣    فإن العلم بالدرس قام وارتفعا

Dan biasakanlah selalu belajar, janganlah kamu mencoba untuk memisahkan ( meninggalkan) pelajaran, karena ilmu itu (bergantung pada orangnya) bisa jadi tetap dan semakin bertambah lantaran selalu dipelajari terus-menerus.

          فيغتنم أيام الحداثة وعنفوان الشباب، كما قيل:

Orang yang  mencari ilmu itu hendaknya dapat menggunakan kesempatan diwaktu muda, yaitu ketika masih kuat dan gagah. Sebagaimana dikatakan dalam syair:

بقـدر الـكــد تعــطى ما تروم    ♣    فـمــن رام المـنى لــيلا يقـوم

Sesuai dengan kerjamu, kamu akn mendapatkan sesuatu yang kamu maksud. Maka, barangsiapa menghendaki (ingin) memperoleh kemuliaan atau anugerah, hendaknya setiap malam selalu Qiyaamul lail ( bangun diwaktu malam).

وأيام الـحــداثـة فـاغـتـنـمـهـا   ألا إن الــحــــــداثــة لاتــدوم

Karena itu, gunakanlah waktumu selagi masih kuat dan gagah perkasa. Karena waktu muda kuat dan gagah itu tidak selamanya ada (terbatas).

          قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ألا إن هذا الدين متين فأوغل فيه برفق، ولا تبغض نفسك فى عبادة الله تعالى فإن المنبت لا أرضا قطع ولا ظهرا أبقى

Rasulullah saw, bersabda:” Ingatlah! Sesungguhnya agama islam adalah agama yan kuat dan kukuh. Maka dari itu, kerjakanlah dengan sungguh-sunguh dan pelan-pelan. Janganlah engkau merasa jengkel atau marah untuk mengerjakan ibadah kepada Allah swt. Sebagaimana terkilir kakinya, sehingga terputus kekuatanya untuk berjalan jauh, dan dan ia tidak dapat memulihkan kembali ( menjadi sehat).”

          وقال عليه السلام: نفسك مطيتك فارفق بها. فلا بد لطالب العلم من الهمة العالية فى العمل، فإن المرء يطير بهمته كالطير يطير بجناحيه. وقال أبو الطيب رحمه الله

Nabi Muhammmad saw, bersabda: ” Dirimu ( nafsumu) merupakan kendaraanmu. Karena itu berhati-hati dan pelan-pelan dalam menggunakan kendaraan itu.” Dan abu thayib rahimahullah berkata:

          على قدر أهل العزم تأتى العـزائم      ♣    وتأتى على قـدر الكـرام المكارم

Hasil yang diperoleh orang yang mempunyai niat (maksud) adalah menurut apa  hasilnya yang dikehendaki. Orang yang menghendaki kemuliaan, sudah                                    tentu  hasilnya adalah kemuliaan yang luhur.                                

          وتعظم فى عين الصغير صغارها    ♣      وتصغر فى عين العظيم العظائم    

   Besar kecilnya dapat dilihat  secara lahiriah. Orang kecil (rendahan) yang mempunyai cita-cita  tinggi, tentu akan tampak mulia. Sebaliknya, meskipun orang besar, tetapi cita-citanya rendak, akan tampak rendah.   

          والرأس فى تحصيل الأشياء الجد والهمة العالية، فمن كانت همته حفظ جميع كتب محمد بن الحسن، واقترن بذلك الجد والمواظبة، فالظاهر أنه يحفظ أكثرها أو نصفها، فأما إذا كانت له همة عالية ولم يكن له جد، أو كان له جد ولم تكن له همة عالية لا يحصل له العلم إلا قليلا.

Sebagai dasar (pokok) untuk memperoleh sesuatu adalah dengan ketekunan yang disertai cita-cita yang tinggi. Maka seandainya ada seseorang yang ingin hafal kitab karangan Muhammad bin Hasan, yang demikian itu disertai cita-cita, ketekunan dan rajin menghafal tentu pada kenyataan (insyaalah) orang tersebut bisa hafal semua, paling tidak hafal dua pertiga ataupun setengahnya. Adapun orang yang mempunyai maksud (niat) ingin menjadi mulia, tetapi ia tidak mempunyai ketekunan, atau (sebaliknya), ia tekun tetapi tidak mempunyai cita- cita yang tinggi. Maka , meskipun orang tersebut dapat berhasil memperoleh ilmu, tetapi hanya sedikit.

وذكر الشيخ الامام الأجل الأستاذ رضى الدين النيسابورى فى كتاب مكارم الأخلاق أن ذا القرنين لما أراد أن يسافر ليستولى على المشرق والمغرب، شاور الحكماء وقال: كيف أسافر بهذا القدر من الملك، فإن الدنيا قليلة فانية، وملك الدنيا أمر حقير، فليس هذا من علو الهمة.

Syekh Imam yang agung, Ustadz Ridhaddin telah menerangkan didalam Makaarimil Akhlaq, sesungguhnya raja iskandar Dzurqanain ketika hendak menjajah dan menguasai daerah masyriq dan maghrib, beliau bermusyawarah dengan para hakim. Raja iskandar berkata:” apakah perlu aku lanjutkan perjalananku (kepergianku) menuju masyriq dan maghrib yang hanya bermaksud ingin memperoleh pangkat dan menguasai dunia. Padahal dunia ini sangat sedikit kegunaanya dan cepat rusak (sirna). Sedangkan menguasai dunia itu adalah suatu perkara yang remeh. Jadi, kepergian yang disertai niat memperjuangkan perkara dunia, bukan termasuk cita-cita yang luhur.”

          فقال الحكماء: سافر ليحصل لك ملك الدين والآخرة.

Para hakim berkata:” Sebaiknya anda pergi dengan niat memperjuangkan kalimat (agama) Allah swt, agar anda dapat memperoleh hasil kerajaan dunia dan akhirat.”

          فقال: هذا أحسن.

Kemudian raja iskandar berkata: ” kalau niatnya demikian baik sekali.”

          وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن الله يحب معالى الأمور ويكره سفسافها.

Dan Rasulullah saw bersabda:” Sesunggunya Allah swt, senang terhadap keluhuran suatu perkara yang berhubungan dengan masalah agama. Sebaliknya, Allah swt tidak senang dengan terhadap sesuatu yang remeh dan hina.”

          وقيل:

Dikatakan dalam sebuah syair:

فلا تعجل بأمرك واستدمه   ♣    فما صلى عصاك كمستديم

Jika engkau menghendaki suatu perkara, maka jangankah tergesa-gesa mengharap cepat berhasil. tetapi  lakukanlah dengan tekun , karena meluruskan tengkat yang bengkok itu harus dengan cara pelan-pelan dan terus menerus.

          قيل:

Telah diceritakan:

قال أبو حنيفة رضى الله لأبى يوسف: كنت بليدا أخرجتك المواظبة، وإياك والكسل فإنه شؤم وآفة عظيمة.

Bahwa Abu Hanifah pernah berkata kepada Abu Yusuf : ” Engkau adalah seorang yang bodoh, seharusnya engkau keluarkan atau hilangkan kebodohanmu itu secara terus menerus belajar . Karena itu, pandai-pandailah engkau menjaga sifat malas, karena sesungguhnya sifat malas itu adalah sifat buruk yang dapat membahayakan dan menghancurkan.

         : قال الشيخ الإمام أبو نصر الصفار الأنصارى

Syekh  Abu Nashar Ash-Shaffar Al-Anshari berkata  dalam syairnya:

          يا نفس يا نفس لا ترخى عن العمل  ♣  فى البر والعدل والإحسان فى مهل 

Wahai nafsuku, wahai nafsuku, janganlah engkau malas dan lemah dalam berbuat kebaikan, berlaku adil dan jujur. Apalagi berbuat baik, hendaknya cara pelan-pelan (sedang).

           فـكـل ذى عـمـل فى الخـير مـغـتبط  ♣  وفـى بـلاء وشــؤم كــل ذى كــسـل 

Setiap orang mempunyai kebaikan, sudah tentu akan beruntung. Tetapi bagi orang pemalas, justru ian akan menjadi sasaran bahaya dan keburukan.

         : قال المصنف: وقد اتفق لى فى هذا المعنى شعر

Pengarang kitab ini berkata:maksud dan daripada Syair Abu Nashar tersebut sesuai dengan arti syair kami berikut: 

دعى نـفـسى الـتكــاسـل والـتـوانـى  وإلا فـاثـــبــتـى فـى ذا الـــهـــوان 

 Wahai nafsuku, tinggalkanlah sikap pemalas.  Jika tidak engkau tinggalkan sifat malas tersebut, maka engkau menjadi orang yang hina.                

فلم أر للـكــسـالـى اـلحـظ [ يحظى]   ♣   ســوى نــدم وحــــرمــان الأمــانـى

Karena menurut yang aku ketahui, bahwa orang yang pemalas itu tidak ain hanya mendapat kekecewaan dan tidak memperoleh keberhasilan  apapun yang menjadi cita-citanya   

: وقيل

Telah dikatakan dalam sebuah syair:

كـم مـن حـياء وكم عـجـز وكـم نـدم   ♣   جــم تــولـــد للإنـسـان مــن كـــسـل

Betapa banyak rasa malu, tidak berdaya, dan seberapa besar penyesalan seseorang yang lahir dari kemalasan

 إياك عن كسل فى البحث عن شبه  ♣   فـمــا علـمـت وما قـد شذ عنك سل  

Karena itu, engkau harus dapat menjaga dari sifat malas. Sebab, meniti suatu perkara yang belum jelas dan belum diketahui dengan terang, semua itu timbul  karena sikap malas. 

          وقد قيل: الكسل من قلة التأمل فى مناقب العلم وفضائله، فينبغى أن يتعب نفسه على التحصيل والجد والمواظبة بالتأمل فى فضائل العلم، فإن العلم يبقى [ببقاء المعلومات] والمال يفنى، كما قال أمير المؤمنين على بن   أبى طالب كرم الله وجهه  

Telah dikatakan: Bahwa sesungguhnya sikap malas itu bersumber pada sedikitnya angan-angan tentang dongengan dan keutamaan ilmu. Maka dari itu, bagi orang yang yang mencari ilmu, seharusnya dapat mengerakan serta menggiatkan dirinya untuk mendapat ilmu secara sungguh  dan terus-menerus menekuni, disamping itu mengingat dan memikirkan ilmu , sebab ilmu itu abadi dan langgeng adanya. Adapun harta benda, pasti akan rusak. Sebagaimana diaktakan oleh Amirul mukminin Sayidina Ali bin Abi thalib Karamallahu Wajha:

          رضـينا قسمة الجـبار فينا    ♣    لـنا علم وللأعـداء مال

Aku terima dan rela atas pemberian tuhanku (Allah swt) terhadapku berupa ilmu, sedang musuhku diberi bagian harta benda.

          فإن المال يفنى عن قريب    ♣    وإن العلم يبقى لا يزال

Karena, sesungguhnya harta benda itu tidak lama akan rusak (tidak kekal). Akan tetapi kalau ilmu sudah tentu akan awet, abadi dan tidak akan hilang.

          والعلم النافع يحصل به حسن الذكر ويبقى ذلك بعد وفاته فغنه حياة أبدية.

(Dikatakan) ilmu yang bermanfaat ialah apabila orang itu berhasil (dapat mengamalkan ilmunya), sehingga orang tersebut mendapat sebutan yang baik. Mesipun ia meniggal, namanya tetap harum dan disebut-sebut kebaikanya secara terus-menerus . Disebut-sebut nama dan kebaikannya itu menunjukkan hidup yang abadi (langgeng).

          وأنشدنا الشيخ الإمام الأجل ظهير الدين مفتى الأئمة الحسن بن على المعروف بالمرغينانى:

Syekh Hasan bin Ali, juru mufti para imam terkenal dinegara Murghinani pernah  membacakan sebuah syair kepada kami demikian:

          الجـــاهـلـون مـوتـى قـبل مـوتـهــم   ♣   والعـالمـون وإن ماتوا فأحياء

Hidup orang-orang  bodoh yang tidak makrifat, sepertinya halnya orang-orang yang telah mati sebelum meniggal dunia. Adapun orang-orang alim, meskipun mereka sudah meninggal (mati), sepertinya mereka hidup terus (tidak pernah meninggal, karena kebaikanya selalu disebut-sebut.    

          وأنشدنى الشيخ الإمام الأجل برهان الدين رحمه الله:

Kami pernah dibacakan syair oleh syaikhul islam, Burhanuddin yang isinya hampir sama dengan yang diatas tadi:

          وفى الجهل قبل الموت موت لأهله  ♣   فـأجــسامهـم قبل القبور قبور

Orang yang selalu dalam kebodohan sebelum mati, dapat dikatakan ia sudah mati. Karena jasad orang bodoh sebelum dikuburkan  seperti sudah dikubur ( karena ia tidak bermanfaat atau tidak memberi manfaat kepada orang lain).  

         وإن امــرؤ لم يحـــيى بالعلم مــيت    ♣   فـليس له حــين النشور نشور

Dan sesungguhnya orang tidak mempunyai ilmu, ia bagaikan mayat. Orang tersebut ketika bangun dari ghaffah-nya , tidak bisa seperti kehidupan orang mati bangkit dari kubur.   

      :    [وقال غيره]

Dan selain Syekh Burhanuddin juga pernah berkata:

أخـو الـعـلم حـي خــالـد بـعـد مــــــوتـه

Orang yang mempunyai ilmu itu dapat dikatakan hidup secra terus-menerus (abadi dan langgeng).

                                      وأوصـاله تحـت التراب رمـيم

Meskipun tulang rusuknya sudah busuk  dan hancur dibawah tanah.

وذو الجهل ميت وهو يمشى على الثرى        

Sebaliknya, orang yang bodoh itu dapat dikatkan mati padahal ia masih berjalan diatas bumi. 

                                      يظهر مـــن الأحياء وهوعديم

Menurut pandangan umum , orang yang bodoh tersebut dikatakan hidup, tetapi sebenarnya orang itu sama halnya dengan orang yang sudah mati.

         : وقال آخر

Dan yang yang lain berkata :

          حـياة الـقـلب عـلـم فاغـتـنمـه

Kehidupan hati adalah pengetahuan ,jadi saya merebutnya.

                                      ومـوت القلب جهـل فاجتنبه

Dan kematian adalah ketidaktahuan, jadi saya hindari.

          وأنشدنى أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمة الله عليه شعرا:

Dan Syekh Burhanuddin pernah membacakan syair kepadaku:

اذ العلم أعلى رتبة فى المــــــــراتب   

Ilmu dalah paling tinggih derajat kepangkatanya dibanding derajat lainnya.

                             ومن دونه عز العلى فـى المواكــب

Adapun derajat kepangkatan selain ilmu, adalah hanya untuk pergaulan.

فذو العلم يبقــى عزه متضــاعفـــــــا

Karena oran yang mempunyai ilmu itu kemuliannya terus-menerus berlipat ganda dan abadi.

                             وذو الجهل بعد الموت فـى الترائب

Adapun orang yang bodoh ketika ia sudah mati, maka ia akan terkulai segalanya didalam tanah. tidak ada riwayat apa-apa (mati semua)

فـهــيات لا يرجــو مـداه مـن ارتـقى

Maka jauh sekali orang yang mempunyai kekuasaan memegang pemerintahan, sehingga memerintahkan kepada prajurit.

                             رقى ولى الملك والـى الكــــــــتائب

Karena ia tidak mungkin mengharapkan mencapai kemulian ilmu.

سأملى عليكــم بعض ما فيه فاسمعوا

Disini kami akan menerangkan kepada anda sebagai keterangan tentang ilmu.

                             فبى حصر عن ذكر كـل المــــناقب

Maka kami tidak dapat menyebutkan secara keseluruan. Oleh karena itu dengarkanlah:

هو النور كل النور يهدى عن العمى

Ilmu adalah nur yang dapat menerangi dan memberi petunjuk terhadap butanya kebodohan.

                             وذو الجهل مر الدهر بين الغــياهب؛

Adapun orang yang bodoh itu selamanya akan berjalan diatas kegelapan.

هو الـذروة الشماء تحمى مـــن التجا

Ilmu itu ibarat gunung  yang tinggi, sehingga dapat menjaga terhadap orang-orang yang mengungsi ke gunung tersebut

                             إليها ويمشى آمـــــنا فـى الـــنـوائب

Dan menjaga keamanan dari bahaya

به ينتجــــى والناس فى غفلاتـــــهـم

Dengan ilmu, orang dapat selamat dikala orang-orang lupa

                             به يرتجـــــى والـروح بين الترائب

Sebab, dengan ilmu orang akan mempunyai harapan selamat, dikala roh mendekati tulang rusuk dada (menjelang kematian atau sakaratul maut)

به يشفع الإنسان مــن راح عاصـــيا

Dengan ilmu orang dapat memberi syafaat kepada orang yang sudah mati dalam keadaan durhaka

                             إلى درك النيران شـر العـــــــواقب

ketika digiring menuju neraka, seburuk-buruk tempat terakhir.

فمن رامه رام المآرب كلــــــــــــــها

Barangsiapa yang menghendaki ilmu, maka berarti menghendaki segala sesuatu.

                             ومـــــن حازه قد حاز كـل المطالب

Demikian juga barangsiapa yang memperoleh ilmu, maka berarti ia memperoleh segala yang dimaksud.

هو المنصب العالى يا صاحب الحجا

Ilmu adalah suatu pangkat yang tinggi, ingatlah wahai saudara yang mempunyai akal:

                             إذا نلته هون بفــــــــوت المـناصب

Jika engkau telah menghasilkan ilmu, maka lebih muda untuk memperoleh derajat atau pangkat selain ilmu.

فإن فاتك الدنيا وطيب نعيمـــــــــــها

Jika engkau telah mencapai puncak kenikmatan dunia beserta kesenangannya,  janganlah engkau menoleh pada dunia.

                                    [ فغمض[ فإن العلم خير المواهب

Tetapi pejamkalah matamu, karena sesunguhnya ilmu adalah sebaik-baiknya pemberian dari Allah swt.

      :   وانشدت لبعضهم

Dan kami ulama juga memacakan syair kepada kami :

إذا مـــــــا اعتز ذو علم بعــــــــــلم

Karena ilmu pengetahuan itu menjadi sebab kemulian orang yang memilikinya,

                             فعلم الفقــــــــه أولـــــــــى باعتزاز

Maka ketahuilah, bahwa ilmu fiqih itu lebih utama dan paling unggul untuk mendapatkan kemulian. 

فكـــــــــــم طيب يفوح ولا كــمسك  

   Banyak sekali wewangian, dan semuanya harum baunya. Tetapi tidak seharum misik (kasturi).

                             وكــــــــــــم طير يطير ولا كبازى

Demikian juga, banyak sekali burung yang dapat terbang, tetapi tidak seperti burung elang. 

        :  وأنشدت أيضا لبعضهم

Sebagian ulama juga membacakan syair kepada kami :

الفقه أنفس كل شيئ أنت ذا خـــــره

Ilmu fiqih itu seindah-indah segala sesuatu yang engkau punyai. 

                             مــن يدرس العلم لم تدرس مفاخره

Barangsiapa yang membacakan ilmu, maka tidak akan habis kebahagiaanya.

فاجهد لنفسك ما أصبحت تجهــــله

Maka dari itu, rajin-rajinlah mempelajari sesuatu dan pahamilah apa yang belum kamu tahu untuk kepentingan dirimu.

                             فأول العلم إقبال وآخـــــــــــــــــره

Sebab prmulaan dan berakhirnya ilmu itu adalah semata-mata menuntun pada kebahagiaan. 

          وكفى بلذة العلم والفقه والفهم داعيا وباعثا للعاقل على تحصيل العلم.

Kiranya telah cukup keterangan mengenai kelezatan suatu ilmu fiqih dan faedah memahami dalam menarik dan menggiatkan orang  berkal dalam mencapai keberhasilan ilmu.

          وقد يتولد الكسل من كثرة البلغم والرطوبات، وطريق تقليله، تقليل الطعام.

Bisa juga adanya sifat malas itu timbul karena daha dan basahnya tubuh  lantaran banyak makan. Adapun jalan untuk mengurangi dahak dan basahnya tubuh itu harus mengurangi makan.

          قيل: اتفق سبعون طبيبا على أن النسيان من كثرة البلغم، وكثرة البلغم من كثرة شرب الماء، وكثرة شرب الماء من كثرة الأكل، والخبز اليابس يقطع البلغم، وكذلك أكل الزبيب على الريق، ولا يكثر منه، حتى لايحتاج إلى شرب الماء فيزيد البلغم.

Dikatakan: Tujuh puluh nabi telah sepakat bahwa sering lupa itu diseabkan kebanyakan dahak. Adapun banyak dahak itu disebabkan oleh banyak minum. Sedangkan banyak minum itu disebabkan banyak makan. Ketahuilah ! Bahwa dengan kering-kering itu dapat menghilangkan dahak. Demikian juga memakan anggur kering  ketika perut sedang lapar dapat menghilangkan dahak. Meskipun demikian, janganlah terlalu banyak makan anggur agar tidak terlalu membutuhkan minum . Sebab, kalau terlalu banyak minum dapat menimbulkan bertambah dahak.

          والسواك يقلل البلغم، ويزيد الحفظ والفصاحة، فإنه سنة سنية، تزيد فى ثواب الصلاة، وقراءة القرآن، وكذا القيء يقلل البلغم والرطوبات، وطريق تقليل الأكل التأمل فى منافع قلة الأكل هى: الصحة والعفة والإيثار. وقيل فيه      شعر 

Adapun bersiwak ( mengosok gigi dengan mengnakan kayuk irak) juga dapat menambah (memperlancar) hafalan dan kefasihan juga dapat menambah pahal shalat dan membaca Al-qur’an. Karena  bersiwak itu merupakn suatu perbuatan yang luhur, juga termasuk sunnah Rasul. Disamping itu untu mengurangi dahan dan basahnya tubuh adalah dengan jalan memuntahkan isi perut. Adapun jalan untuk mengurangi makan adalah dengan melalui berfikirdan berangan-angan tentang manfa’at makan sedikit, yaitu dapat menyehatkan badan, menjaga diri dari barang haram dan syubhat, serta mau mengalah demi kepentingan orang lain. Dikatakan dalam sebuah syair :

          فعار ثم عار ثم عار    شقاء المرء من أجل الطعام

Disebut sangat cacat dan tercela, orang yang celaka hanya masalah makanan , sehingga mendatangkan maksiat. 

       . وعن النبى عليه السلم أنه قال: ثلاثة يبغضهم الله من غير جرم: الأكول والبخيل والمتكبر

Diceritakan, bahwa Nabi Muhammad saw, bersabda:” Ada tiga orang yang dimurkai Allah swt tanpa dosa, yaitu: 1.) Orang-orang yang banyak makan , 2.) Orang yang bakhil , 3.)Orang yang sombong.”

    .  وتأمل فى مضار كثرة الأكل وهى: الأمراض وكلالة الطبع، وقيل: البطنة تذهب الفطنة

Ingat dan pikirkanlah , bagaimana akibat dari terlalu banyak makan , yaitu hanya akan menyebabkan timbul berbagai penyakit dan tumpul otak . Dikatakan: Bahwa perut yang terisi penuh itu dapat menghilangkan kecerdasan.

  حكى عن جالينوس أنه قال: الرمان نفع كله، والسمك ضرر كله، وقليل السمك خير من كثرة الرمان

Diceritakan, bahwa Pendeta Jalinus pernah berkata: ” Buah delima itu bermanfaat semua. Adapun ikan laut , semuanya dapat membahayakan . Kedati demikian , makan ikan laut sedikit itu lebih baik daripada makan delima yang banyak .

        وفيه أيضا: إتلاف المال، والأكل فوق الشبع ضرر محض ويستحق به العقاب ودار الآخرة، والأكول بغيض فى القلوب

Disamping yang telah tersebut diatas,banyak makan itu dapat membuat orang jadi boros dan merusak harta benda. Adapun makan melebihi dari kenyang itu sangat berbahaya . Sebab yang demikin itu kelak di akhirat berhak mendapat siksa ( karena makan terlalu kenyang itu hukuna haram ). Dan orang yang terlalu banyak makan itu justru dibenci oleh semua banyak orang .

          وطريق تقلييل الأكل: أن يأكل الأطعمة الدسمة ويقدم فى الأكل الألطف والأشهى، ولايأكل مع الجائع إلا إذا كان له غرض صحيح، بأن يتقوى به على الصيام والصلاة والأعمال الشاقة فله ذلك

Termasuk jalan untuk mengurangi makan ialah, apabila sedang makan  makanlah makanan yang mengandung gaji (lemak), mendahulukan makan-makanan yang halus-halus dan yang lebih disukai . Janganlah makan bersama orang yang sedang lapar, kecuali  orang-orang tersebut mempunyai hajat makan banyak dengan maksud baik dan sah, misalnya, dengan tujuan agar puasa , shalat, dan suatu pekerjaanya yang berat itu dapat dikerjakan dngan baik . Demikian itu diperbolehkan.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker