Fasal Mencari Faedah dan Mencari Adab
فصل فى الإستفادة واقتباس الأدب
وينبغى أن يكون طالب العلم مستفيدا فى كل وقت حتى يحصل له الفضل والكمال فى العلم
Sebaiknya bagi orang yang mencari ilmu dalam setiap waktunya, hendaknya dipergunakan untuk mencari faedah, agar dapat memperoleh ilmu dengan sempurna.
وطريق الإستفادة أن يكون معه فى كل وقت محبرة حتى يكتب ما يسمع من الفوائدالعلمية
Adapun cara memperoleh faedah adalah, agar dalam setiap ada waktu dan kesempatan selalu membawa alat tulis (pulpen dan kertas) untuk mencatat segala yang didengar, yang berhubungan dengan faedah ilmu.
قيل: من حفظ فر ومن كتب قر
Dikatakan: Barang siapa yang pernah hafal sesuatu maka kadang-kadang bisa terjadi lupa, akan tetapi, jika tersebut dicatat(ditulis), tentu tetap tidak akan lupa.
وقيل: العلم ما يؤخذ من أفواه الرجال، لأنهم يحفظون أحسن ما يسمعون، ويقولون أحسن ما يحفظون
Dikatakan juga: ilmu yang sempurna kebaikannya ilmu yang diperoleh dari ucapan para ulama. Karena, para ulama tersebut menghafalkan sesuatu dengan jalan memilih yang baik, yang sudah dihafalakan.
وسمعت عن شيخ الإمام الأديب الأستاذ زين الإسلام المعروف بالأديب المختار يقول: قال هلال بن زيد بن يسار: رأيت النبى صلى الله عليه وسلم يقول لأصحابه شيئا من العلم والحكمة، فقلت يا رسول الله أعد لى ما قلت لهم، فقال لى: هل معك محبرة؟ فقلت: ما معى محبرة، فقال النبى عليه السلام: ياهلال لا تفارق المحبرة لأن الخير فيها وفى أهلها إلى يوم القيامة
Aku telah mendengar Ustadz Zainul Islam yang terkenal ahli mendidik tata krama yang terpilih berkata demikian: Sahabat Bilal bin Yasar berkata demikian: Aku melihar Nabi Saw bersabda kepada para sahabatnya, me erangkan sesuatu dari ilmu dan hikmah. Kemudian aku berkata:”wahai Rosulullah Saw, tolong engkau ulangi keterangan yang telah engkau sampakkan kepada sahabat tadi.” Kemudian Rosulullah Saw bersabda kepadaku:” Apakah engkau membawa pulpen? ” Aku menjawab : “kami tidak membawa pulpen.” kemudian Rasulullah SAW, bersabda:”Hai Hilal, jangan sampai kamu terpisah dari pulpen. karena kebaikan itu tidak dapat terlepas dari pulpen, dan orang yang menggunakan pulpen, demikian itu sampai hari kiamat .”
ووصى الصدر الشهيد حسام الدين إبنه شمس الدين أن يحفظ كل يوم شيئا من العلم والحكمة فإنه يسير، وعن قريب يكون كثيرا
Syekh Shadrusy Syahid berwasiat kepada putranya Syamsuddin, agar setiap hari menghafal sedikit-sedikit ilmu dan hikmah. Karena, kalau setiap hari menghafal sedikit-sedikit, maka semakin lama akan bertambah banyak.
واشترى عصام بن يوسف قلما بدينار ليكتب ما يسمعه فى الحال، فالعمر قصير والعلم كثير
Syekh Isham Bin Yusuf membeli pulpen dengan harga satu dinar, maksud dan tujuannya adalah untuk menulis segala sesuatu yang sewaktu-waktu beliau mendengar faedah- faedah yang perlu dicatat. Karena umur itu pendek, sedangkan ilmu itu banyak sekali.
فينبغى أن لا يضيع طالب العلم الأوقات والساعات ويغتنم الليالى والخلوات
Oleh karena itu, sebaiknya seorang pelajar jangan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan . Gunakanlah waktu malam dan tempat-tempat yang sepi.
يحكى عن يحيى بن معاذ الرازى أنه قال الليل طويل فلا تقصره بمنامك، والنهار مضيئ فلا تكدره بآثامك
Syekh Yahya bin Muadz Az-Zari berkata: Malam itu amat panjang, Maka janganlah engkau buat pendek hanya digunakan untuk tidur. Sedang siang itu terang benderang, maka janganlah waktu siang itu engkau pergunakan untuk melakukan dosa, sehingga yang mestinya terang Kau jadikan gelap.
وينبغى أن يغتنم الشيوخ ويستفيد منهم، وليس كل ما فات يدرك، كما قال أستاذنا شيخ الإسلام فى مشيخته: كم من شيخ كبير أدركته وما استخبرته
Sebagai pelajar, hendaknya dapat menyempatkan diri untuk mendatangi para sesepuh, dan Ambillah beberapa faedah dari para sesepuh tersebut, selagi masih ada kesempatan untuk bertemu. Karena Setiap perkara yang sudah berlalu tak mungkin akan bertemu. Sebagaimana kata guruku, Syekhul Islam dalam kitabnya: banyak sekali para sesepuh yang agung ilmunya lagi Mulia, sedangkan aku pada saat itu masih ada kesempatan untuk bertemu tetapi aku belum sempat mengaji dan belajar ilmu dari para sesepuh tersebut, sampai meninggal dunia dari kerugian ku itu
وأقول على هذا الفوت منشئا هذا البيت:
لهفا على فوت التلاقى لهفا ما كل ما فات ويفنى يلفى
dan aku ucapkan dan Nyatakan dalam sebuah syair: Aduh…! Aku sangat merugi dan menyesal sekali tidak ada kesempatan bertemu dengan para sesepuh, Setelah beliau terlanjur meninggal dunia akhirnya aku tidak dapat memperoleh ilmu nya. Benar-benar Aku sangat menyesal. Padahal sesuatu yang telah hilang musnah dan tidak mungkin akan kembali lagi.
قال على رضى الله عنه: إذا كنت فى أمر فكن فيه، وكفى بالإعراض عن علم الله خزيا وخسارا واستعذ بالله منه ليلا ونهارا
Sayyidinah Ali r.a. berkata: Apabila engkau sedang melakukan sesuatu, maka lanjutkanlah pekerjaanmu itu sampai berhasil. Menghindari dari ilmu Allah SWT, adalah sangat hina dan rugi dunia akhirat. Karena itu selalulah berlindung diri kepada Allah SWT. Siang dan malam, semoga selamatkan dari menghindari ilmu Allah SWT.
ولا بد لطالب العلم من تحمل المشقة والمذلة فى طلب العلم
Orang yang mencari ilmu harus tabah dan tahan merasakan segala penderitaan serta rela dirinya hina selama mencari ilmu.
والتملق مذموم إلا فى طلب العلم فإنه لا بد له من التملق للأستاذ والشريك وغيرهم للإستفادة منهم
dan Rasa dekat adalah tercela, kecuali rasa dekat yang berhubungan dengan mencari ilmu. Karena bagi orang yang mencari ilmu harus mempunyai rasa dekat dan lekat terhadap gurumteman-teman dan lain-lainya, agar sapat mengambil faedah dari guru maupun temanya.
قيل: العلم عز لا ذل فيه، لا يدرك إلا بذل لا عز فيه
Dikatakan: ilmu itu Mulia adanya, bila tidak kecampuran hina sama sekali. Ilmu yang agung tersebut, tidak akan dapat diperoleh tanpa hina dan rendah, yang tidak kecampuran mulia.
وقال القائل:
أرى لك نفسا تشتهى أن تعزها * فلست تنال العز حــتى تذلها
Dikatakan salam sebuah syair : Aku melihat nafsunya ingin sekali mendapat kemuliaan. Tetapi kamu tidak akan memperoleh kemuliaan itu apabila telah tersedia merendahkan nafsumu.









One Comment