Fasal Tentang Wira’i Ketika Belajar
فصل فى الورع فى حالة التعلم
روى بعضهم حديثا فى هذا الباب عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: من لم يتورع فى تعلمه ابتلاه الله تعالى بأحد ثلاثة أشياء: إما أن يميته فى شبابه، أو يوقعه فى الرساتيق، أو يبتليه بخدمة السلطان
Sebagain ulama meriwayatkan sebuah hadis dari Rosulullah SAW . Tentang wira’i Sesungguhnya Rasulullah SAW, relah bersabda:” Barangsiapa yang tidak melakukan wira’i selama belajar. Maka Allah SWT, memberi cobaan kepada Nya salah satu diantara tiga perkara: masih salah usia muda, orang tersebut ditempatkan di pedesaan atau menjadi pegawai pemerintah.”
فكلما كان طالب العلم أورع كان علمه أنفع، والتعلم له أيسر وفوائده أكثر
selama orang yang mencari ilmu itu lebih wirai, maka ilmunya akan lebih bermanfaat, lebih mudah belajarnya dan memperoleh faedah yang lebih banyak.
ومن الورع الكامل أن يتحرز عن الشبع وكثرة النوم وكثرة الكلام فيما لا ينفع
Sebagian warak ialah menjaga diri dari kekenyangan, terlalu banyak tidur, banyak bicara (membicarakan sesuatu yang tidak ada manfaatnya)
وأن يتحرز عن أكل طعام السوق إن أمكن، لأن طعام السوق أقرب إلى النجاسة والخباثة، وأبعد عن ذكر الله وأقرب إلى الغفلة، ولأن أبصار الفقراء تقع عليه ولا يقدرون على الشراء منه، فيتأذون بذلك فتذهب بركته
dan sedapat mungkin menjaga jangan sampai memakan makanan pasar. Karena, makanan pasar itu keadaanya gampang terkena najis dan kotoran. Jauh dari mengingat Allah SWT, dan justru lebih dekat melulakan Allah SWT. Sedangkan penglihatan para fakir yang mengetahui makanan tersebut tidak mampu membelinya, sehingga yang ada hanya keinginan saja. Karena yang demikian itu justru membuat sakit hati para fakir, sehingga menjadikan kehilangan berkah dari makanan tersebut.
وحكي أن الإمام الشيخ الجليل محمد بن الفضل كان فى حال تعلمه لايأكل من طعام السوق، وكان أبوه يسكن فى الرساتيق ويهيئ طعامه ويدخل أليه يوم الجمعة، فرأى فى بيت ابنه خبز السوق يوما فلم يكلمه ساخطا على ابنه فاعتذر ابنه، فقال: ما اشتريت أنا ولم أرض به ولكن أحضره شريكى، فقال أبوه: لو كنت تحتاط وتتورع عن مثله لم يجرؤ شريكك على ذلك
Diceritakan : Bahwa Syekh Jalil Muhammad bin Fadhal selama pada masa belajarnya beliau tidak pernah memakan makanan pasar. Ayah Syekh Jalil Muhammad bin Fadhal yang bertempat tinggal didesa yang selalu menyediakan makanannya. Kalau hari jum at kadang kala ayahnya menengok ke tempat Syekh Meuhammad. Pada suatu hari, ayahnya datang melihat kerumah Syekh Muhammad terdapat roti pasar, maka ayahnya tidam mau bicara dengan Syekh Muhammad karena marah melihat roti pasar tersebut. Setelah Syekh Muhammad mengetahui bahwa ayahnya marah, kemudian Syekh Muhammad menjelaskan kepasa ayahnya denga menyatakan: ” Roti ini buka aku yang membeli, lagi pula aku tidak suka roti itu. Tetapi roti ini temanku yang membawa.” Kemudian ayahnya berkata:” Kalau kamu mau berhati-hati dan warak, pasti temanmu itu tidak akan berani membawakan roti yang dibeli dari pasar.
وهكذا كانوا يتورعون فلذلك وفقوا للعلم والنشر حتى بقى اسمهم إلى يوم القيامة
Demikianlah para ulama kuno dalam melakukan Warak. Karenanya, mereka itu mendapatkan pertolongan Ilmu dan menyebarkan ilmunya, sehingga namanya tetap akan harum sampai hari kiamat.
ووصى فقيه من زهاد الفقهاء طالب العلم أن يتحرز عن الغيبة وعن مجالسة المكثار، وقال: من يكثر الكلام يسرق عمرك ويضيع أوقاتك
Seorang ahli fiqih yang zuhud telah memberikan wasiat kepada orang yang mencari Ilmu:” Hendaklah engkau menjaga dari ghibab(mengumpat) dan tempat banyak orang bicara. Karena orang yang banyak bicaranya, hanya akan mencuri umur dan menyia-nyiakan waktumu.”
ومن الورع أن يجتنب من أهل الفساد والمعاصى والتعطيل، ويجاور الصلحاء فإن المجاورة مؤثرة، وأن يجلس مستقبل القبلة ويكون مستنا بسنة النبى عليه الصلاة والسلام، ويغتنم دعوة أهل الخير، ويتحرز عن دعوة المظلومين
Termasuk juga sebagian warak, ialah hendaknya orang yang mencari Ilmu itu dapat menjaga dan menjauhi orang yang rusak kelakuanya, orang yang suka bermaksiat dan orang yang suka menganggur. Sebab jika berdekatan atau berteman , pasti segala sesuatunya pasti akan menular dan membekas. Sebaiknya orang yang mencari Ilmu disaat mengaji dan belajar, hendaknya menghadap kiblat dan menunaikan (mengikuti) sunnah nabi SAW. Serta mengharap doa restu dari orang yang ahli berbuat kebaikan, di samping itu menjaga doa dari orang teraniaya.
وحكي أن رجلين خرجا فى طلب العلم للغربة وكانا شريكين فرجعا بعد سنين إلى بلدهما وقد فقه أحدهما ولم يفقه الآخر، فتأمل فقهاء البلاد وسئلوا عن حالهما وتكرارهما وجلوسهما فأخبروا أن جلوس الذى تفقه فى حال التكرار كان مستقبل القبلة والمصر الذى حصل العلم فيه والآخر كان مستدبرا القبلة ووجهه إلى غير المصر
Diceritakan : Ada dua orang laki-laki bersama-sama pergi mondok untuk mencari ilmu, kedua orang tersebut selama mencari Ilmu, selalu berdua samoai bertahun- tahun. Setelah lama keduanya dipondok, kemudian bersama-sama pulang kekampungnya. Kenyataannya kedua orang tersebut, yang satu menjadi alim dan pandai. Sedangkan yang satunya tidak berhasil memperoleh kepandaiannya. Dari kejadian tersebut para ulama ahli fiqih di daerahnya sampai berpikir Apa sebabnya? akhirnya nya, ditanyakan kepada kedua orang itu tentang belajar dan duduk pada waktu mengaji, bagaimana? Kemudian para ulama mendapat keterangan (jawaban), bahwa keadaan kedua orang itu dalam segalanya hampir sama, bedanya hanya orang yang berhasil menjadi Alim dan pandai tersebut, , kalau sedang belajar atau mengaji duduknya menghadap kiblat atau arah Mesir karena mesir adalah tempat dia mencari ilmu. Adapun yang tidak berhasil menjadi orang alim, Biasanya kalau tetap belajar atau mengaji duduknya selalu membelakangi kiblat dan tidak menghadap Mesir.
فاتفق العلماء والفقهاء أن الفقيه فقه ببركة استقبال القبلة إذ هو السنة فى الجلوس إلا عند الضرورة، وببركة دعاء المسلمين فإن المصر لا يخلو من العباد وأهل الخير والزهد، فالظاهر أن عابدا دعا له فى الليل
Dari keterangan diatas maka para ulama dan fuqaha sepakat bahwa orang yang berhasil menjadi pandai dan Alim tadi keberhasilannya sebabkan berkat menghadap arah kiblat karena menghadap kiblat Memang disunahkan ketika duduk kecuali karena darurat dalam keadaan terpaksa juga karena berkat doa restu karang muslimSesungguhnya Mesir itu tidak lebih dari orang-orang ahli ibadah dan ahli berbuat baik dan ahli berbuat kebaikan . Secara lahir , setiap orang yang ahli ibadah pasti mendoakan kepada orang alim tersebut setiap malam.
فينبغى لطالب العلم أن لا يتهاون بالآداب والسنن، ومن تهاون بالأدب حرم السنن، ومن تهاون بالسنن حرم الفرائض، ومن تهاون بالفرائض حرم الآخرة. وبعضهم قالوا بهذا حديثا عن رسول الله صلى الله عليه وسلم
Sebaiknya, seorang pelajar jangan suka menganggap remeh terhadap tata krama dan kesunnahan. Karena, barangsiapa yang menganggap remeh terhadap tata krama, maka orang tersebut akan tertutup untuk melakukan sunnah. Barangsiapa yang menganggap remeh terhadap remeh terhadap sunnah, maka dia akan tertutup dari fardu. Dan barangsiapa yang menganggap remeh terhadap fardu, maka dia akan terhalang oleh pahala akhirat. Sebagaimana ulama mengatakan, bahwa hadis tersebut dari Rasulullah SAW.
وينبغى أن يكثر الصلاة، ويصلى صلاة الخاشعين، فإن ذلك عون له على التحصيل والتعلم
Demikian pula, seorang pelajar hendaklah selalu rajin memperbanyak salat sunnah dan dilakukan secara khusuk, karena salat dengan khusuk itu dapat memberi pertolongan kepada pelajar dalam memperoleh ilmu.
وأنشدت للشيخ الإمام الجليل الزاهد الحجاج نجم الدين عمر بن محمد النسفى شعرا
Aku pernah dibacakan sebuah syair oleh guru besarku yang ahli zuhud , yaitu Syekh Najmuddin Umar bin Muhammad:
كـــــــــــن للأوامر والنواهى حافظا * وعلى الصلاة مواظبا ومحافظا
Jagalah selalu olehmu terhadap semua perintah dan larangan, apalagi perintah salat hendaknya engkau selalu menjaganya.
واطلب علوم الشرع واجهد واستعن* بالطيبات تصر فقيها حافــــــظا
Belajarlah ilmu syariat agama dengan sungguh-sungguh dan carilah Pertolongan Allah SWT, dengan amal-amal Saleh serta akhlak yang terpuji, yang insya Allah engkau akan menjadi orang pandai lagi hafalan.
واسئل إلهك حفـــــــظ حفظك راغبا * مــــــــن فضله فالله خير حافظا
Mintalah kepada Tuhanmu, agar hafalan mu terjaga karena suka mengharap karunia Tuhan, Sesungguhnya Allah SWT adalah sebaik-baik perlindungan.
وقال رحمة الله عليه
Syekh Umar bin Muhammadbaerkata:”
أطيعوا وجدوا ولا تكسلوا وأنتم إلــى ربكم ترجعون
Taatlah kamu sekalian (kepada Allah SWT, beserta Rosul-nya), rajin-rajin dan bersungguh-sungulah, jangan bermalas-malasan karena engkau semua akan kembali kepada tuhan kalian.
ولا تهجعوا فخيار الورى قليلا من الليل ما يهجعون
Janganlah kamu suka tidur, karena sebaik-baik manusia dan yang paling mulia adalah mereka yang sedikit tidur diwaktu malam.
وينبغى أن يستصحب دفترا على كل حال ليطالعه. وقيل: من لم يكن الدفتر فى كمه لم تثبت الحكمة فى قلبه
Sebagai pelajar, sebaiknya selalu membawa buku untuk mencatat hal-hal yang perlu dicatat, agat suatu saat dapat muthala’ah (mempelajari). Dikatakan: Barangsiapa yang tidak menyempatkan membawa buku catatan, maka hikmah itu tidak akan dapat menetap dalam hatinya.
وينبغى أن يكون فى الدفتر بياض ويستصحب المحبرة ليكتب ما يسمع من العلماء. وقد ذكرنا حديث هلال بن يسار
Setiap saat, bawalah selalu buku kosong dan pena, agar dapat mencatat beberapa faedah yang sempat didengar. Bab ini telah kami terangkan diatas, yang berhubungan dengan hadis Hilal bin Yasar.









One Comment