Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Ta’lim Muta’allim

Fasal Tentang Belas Kasih Dan Nasehat

فصل فى الشفقة والنصيحة

           ينبغى أن يكون صاحب العلم مشفقا ناصحا غير حاسد، فالحسد يضر ولا ينفع

Orang yang berilmu, hendaknya mempunyai sifat belas kasihan kalau sedang memberi nasihat. jangan sampai mempunyai maksud jahat dan iri hati. Karena sifat iri hati dan dengki adalah sifat yang membahayakan dan tidak ada manfaatnya.

وكان أستاذنا شيخ الإسلام برهان الدين رحمه الله يقول: قالوا إن ابن المعلم يكون عالما لأن المعلم يريد أن يكون تلميذه فى القرآن عالما فببركة اعتقاده وشفقته يكون ابنه عالما

Guru kami, Syekh burhanuddin berkata: para ulama berkata: .” biasanya, Putra seorang guru itu menjadi orang yang pandai pandai Karena Guru tersebut sangat mengharapkan murid-muridnya agar menjadi orang yang pandai pandai, khususnya pandai tentang Alquran. lantaran berkat kemauan dan belas kasih seorang guru terhadap murid-muridnya, kemudian putranya biasanya menjadi orang yang pandai.

          وكان أبو الحسن يحكى أن الصدر الأجل برهان الأئمة جعل وقت السبق لابنيه الصدر الشهيد حسام الدين  والصدر السعيد تاج الدين وقت الضحوة الكبرى بعد جميع الاسباق، وكانا يقولان: إن طبيعتنا تكل وتمل فى ذلك الوقت، فقال أبوهما رحمه الله: إن الغرباء وأولاد الكبراء يأتوننى من أقطار الأرض فلا بد من أن أقدم أسباقهم. فببركة شفقته فاق ابناه أكثر فقهاء الأمصار، وأهل الأرض فى ذلك العصر

Diceritakan: bahwa Syekh shadhul ajal Kalau waktu mengajar pada anak-anaknya yang bernama Shadrusy Syahid Husamuddin dan Shadrus Said Tajuddin, ditetapkan pada akhir waktu (Dhuha kira-kira jam 11), telah mengajar sebagai santri pondok. Kedua anaknya berkata:” Sesungguhnya mata dan hati kami sudah merasa lelah dan bosan menunggu sampai saat akhir waktu Dhuha. (Tolong kami berdua inti dari pelajaran terlebih dahulu sebelum santri-santri pondok).” Ayahnya menjawab:” sesungguhnya santri-santri yang mondok dan anak orang besar dari berbagai penjuru, yang kesemuanya itu memerlukan datang ke sini maka sudah sepantasnya aku mendahulukan mengajar mereka .” Karena berkat belas kasihan ayahnya terhadap sanrri-santri pondok, akhirnya kedua anaknya dapat mengungguli semus ahli fiqih pada masa itu dalam bidangnya.

          وينبغى أن لا ينازع أحدا ولا يخاصمه لأنه يضيع أوقاته

Sebaiknya bagi orang yang berilmu, jangan sampai menentang atau membedakan yang lainnya. karena yang demikian itu hanya akan menyia-nyiakan waktu saja.

          قيل: المحسن سيجزى بإحسانه والمسيئ ستكفيه مساويه

dikatakan: orang yang berbuat kebaikan akan dibalas atas kebaikannya itu. orang yang berbuat keburukan karena dia akan tercukupi atas keburukannya.

          أنشدنى الشيخ الإمام الزاهد العارف ركن الإسلام محمد بن أبى بكر المعروف بإمام خواهر زاده مفتى الفريقين رحمه الله قال: أنشدنى سلطان الشريعة والطريقة يوسف الهمذانى

          لا تجز إنسانا على سوء فعله * سيكفيه مــا فيه وما هو فاعله

aku pernah dibacakan sebuah syair oleh Syekh Muhammad bin Abu Bakar, yang terkenal sebagai Imam negara Khowahir Zada Al Mufti rohimakumullah Beliau berkata aku telah dibacakan syair oleh Sultanushy Syari’ah, yaitu Syekh Yusuf Al-Hamdani, inilah syairnya: Apabila Engkau diolok-olok oleh seorang, janganlah engkau membalas atas keburukanya, tetapi engkau diam saja. Tentu dia akan terkena akibat dari perbuatannya itu .

          قيل: من أراد أن يرغم أنف عدوه فليكرر

Dikatakan: barangsiapa yang ingin membuatmu musuhnya menjadi Hina, sebaiknya selalu mengulang ngulang syair tadi.

وأنشدت هذا الشعر

          إذا شئت أن تلقى عدوك راغمـا * وتقتله غما وتحرقــــــــــه هما

          فرم للعلى وازدد من العلم إنه * من ازداد علما زاد حاسده غما

Aku juga pernah dibacakan syair yang isinya demikian: ketika kamu ingin bertemu dengan musuhmu, dan agar musuh merasa hina dan rendah, sehingga musuh itu meninggal dunia lantaran susah atau terbakar karena keprihatinannya. Maka Carilah keluhuran kan menambah ilmu titik Karena, barangsiapa semakin bertambah ilmunya, bagi orang yang menghina kan, tentu semakin bertambah susahnya.

          قيل: عليك أن تشتغل بمصالح نفسك لا بقهر عدوك، فإذا أقمت مصالح نفسك تضمن ذلك قهر عدوك

Dikatakan: Usahakanlah agar berbuat baik terhadap diri sendiri, janganlah sibuk memikirkan usaha untuk mengalahkan musuhmu. Jika kamu telah dapat menetapkan diri menjadi baik, berarti sudah mengalahkan musuhmu.

إياك والمعاداة فإنها تفضحك وتضيع أوقاتك، وعليك بالتحمل لا سيما من السفهاء

Jagalah dirimu jangan sampai sikarena permusuhan itu hanya akan membuat dirimu tercela dan membuang-buang waktu saja. Sebaiknya, lakukanlah kesabaran dari menahan rasa yang kurang berkenan. Apalagi dari perbuatan orang-orang bodoh.

          قال عيسى بن مريم صلوات الله عليه: احتملوا من السفيه واحدة كى تربحوا عشرا

Nabi Isa bin Maryam Alaihissalam telah berkata: bertahan karena dirimu dari perbuatan orang-orang bodoh, agar kamu dapat selamat dari 10 perbuatan orang-orang foto yang menyakitkan.

          وأنشدت لبعضهم شعرا

بلوت الناس قرنا بعـــــد قرن   ولــــــم أر غير ختال وقالى

ولم أر فى الخطوب أشد وقعا   وأصعب من معاداة الرجال

وذقت مرارة الأشياء طـــــرا   وما ذقت أمر مــــن السؤال

ada syair mengatakan : raku telah banyak mencoba terhadap manusia dari zaman ke zaman titik tetapi aku belum pernah melihat mereka kecuali orang-orang yang banyak cacat celanya dan selalu menjengkelkan. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang lebih besar sangat Membekas nya dan lebih menderita daripada hinaan manusia. Dan aku telah merasakan pahit getir segala sesuatu, tetapi tidak ada yang lebih pahit daripada meminta.

          وإياك أن تظن بالمؤمن سوءا فإنه منشأ العداوة ولا يحل ذلك، لقوله عليه الصلاة والسلام: ظنوا بالمؤمنين خيرا.

Janganlah sekali-kali kamu mengangkat buruk terhadap orang mukmin. karena anggapan yang buruk itu akan dapat menimbulkan permusuhan, lagi pula tidak diperbolehkan. Untuk itu perhatikanlah hadis Rasulullah SAW: “Beranggaplah kamu kepada orang-orang mukmin dengan anggapan yang baik.”

وإنما ينشأ ذلك من خبث النية وسوء السريرة

Adapun hal tersebut timbul dari keburukan niat dan jeleknya hati

كما قال أبو الطيب

          إذا ساء فعل المرء ساءت ظنونه * وصدق ما يعتاده مــــــن توهم

          وعادى محبيه بقول عداتــــــــــه * وأصبح فى ليل من الشك مظلم

Abu Tholib berkata dalam syairnya : Apabila salah seorang itu buruk kelakuannya, maka anggap nya adalah buruk. keterangan yang demikian itu bisa dibenarkan oleh sesuatu yang dikerjakan orang tersebut dari anggapannya. Dan dibenarkan anggapan musuh terhadap kekasihnya, dengan ucapannya yang menunjukkan terhadap anggapan musuh kekasihnya. Kejadian orang tersebut dalam berkasih-kasihan tidak dapat diyakini (ada keragu-raguan), seperti halnya malam yang gelap gulita.

          وأنشدت لبعضهم

          تنح عن القبيح ولا تـــرده * ومن أوليته حسنا فزده

          ستكفى من عدوك كل كيد * إذا كــاد العدو فلا تكده

Setelah dibacakan Sya ir kepunyaan Sebagian ulama: menyingkir dari perbuatan yang buruk, dan janganlah menghendaki untuk berbuat buruk. Jika kamu berbuat baik kepada orang lain, maka tambahlah kebaikan itu. Allah SWT titik akan mencukupi kamu dari usaha buruk kepadamu, janganlah kamu membalas dengan keburukan. Aku juga telah dibacakan

          وأنشدت للشيخ العميد أبى الفتح البستى

          ذو العقل لا يسلم مـــــــن جاهل * يسومـــــــــــــه ظلما وإعناتا

          فليختر السلم على حربـــــــــــه * ولـــــــيلزم الإنصات إنصاتا

syair kepunyaan Syekh Umaid Abu Fath Al-Busati rohimahullah. : Orang yang berakal itu tidak akan selamat dari godaan orang bodoh yang sengaja membuat kedholiman dan menghalang-halangi. Maka dari itu, orang yang berakal hendaklah memiliki damai saja, orang bodoh itu tidak perlu dilawan. jika orang bodoh itu menyerang, maka tetaplah Diam, tidak perlu ditandingi.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker