34- Tata Krama Murid Perempuan Terhadap Guru-Gurunya
Sesungguhnya engkau perempuan sangat mencintai kedua orang tuamu: karena mereka berdua telah mendidikmu di rumah. Maka, cintailah gurumu karena ia telah mendidikmu di sekolah: ia telah mendidik akhlakmu, mengajarimu ilmu yang bermanfaat untukmu, menasihatimu dengan nasihatnya yang bermanfaat, karena sangat mencintaimu bahkan ia berharap engkau akan menjadi anak perempuan yang pandai serta berakhlak baik.
Hormatilah gurumu seperti halnya engkau menghormati kedua orang tuamu yaitu dengan engkau duduk di hadapanya dengan sopan santun, berbicara kepadanya dengan penuh adab, apabila ia sedang berbicara, maka jangan engkau potong pembicaraannya, melainkan tunggulah sampai ia selesai dari pembicaraannya, dengarkanlah pelajaran yang sedang disampaikan olehnya. Apabila engkau belum dapat memahami beberapa masalah, maka bertanyalah kepadanya tentang masalah tersebut dengan lembut dan penuh penghormatan, yaitu dengan mengangkat jari telunjuk kananmu terlebih dahulu, hingga ia memberikan izin kepadamu untuk bertanya, janganlah bertanya kecuali pada tema yang sedang dipelajari, apabila ia bertanya sesuatu kepadamu maka berdirilah dan jawablah pertanyaanya dengan jawaban yang baik dan dengan suara yang jelas dan sesuai pertanyaan, dan janganla engkau menjawab jika guru bertanya kepada siswa yang lain karena hal tersebut bukan merupakan adab.
apabila engkau ingin dicintai gurumu, maka lakukanlah kewajibanmu yaitu untuk selalu hadir setiap hari di waktu tertentu, janganlah alpa dalam pelajaran, jangalah terlambat masuk kecuali dengan udzur yang tepat, bergegas memasuki kelas setelah istirahat, dan hindarilah untuk suka terlambat, apabila gurumu menyalahkanmu, maka kemukakanlah alasan-alasan yang dapat membatalkan, memahami semua pelajaranmu, melanggengkan hafalan atau muthalahahnya, memperhatikan kebersihan dan ketertiban buku-bukumu dan peralatan-peralatanmu, tunduk terhadap segala perintag gurumu dengan sepenuh hatimu bukan karena takut dari hukuman. Jika ia menghukummu, maka janganlah engkau marah karena ia tidak akan menghukummu kecuali agar engkau menunaikan kewajibannya, dan hal tersebut sangat bermanfaat untukmu, dan engkau akan bersyukur terhadap hal tersebut jika engkau sudah beranjak dewasa.
Tidak dapat dipungkiri bahwa bersamaan dengan didikan guru kepadamu, ia sangat menyayangimu, dan ia berharap didikan ini bermanfaat untukmu. Oleh karena itu, bersyukurlah kepadanya atas keikhlasannya dalam mendidikmu, janganlah engkau melupakan kebaikannya selamanya. Sedangkan murid perempuan dengan akhlak yang rusak, maka ia akan selalu marah jika gurunya mendidiknya dan akan mengadu kepada kedua orang tuanya.
35- Tata Krama Murid Perempuan Terhadap Teman-Temannya
Wahai siswi yang pandai, engkau belajar dengan teman-temanmu dalam satu sekolah, seperti halnya engkau hidup bersama saudara-saudaramu dalam satu rumah, maka cintailah teman-temanmu seperti halnya engkau mencintai saudara-saudaramu, hormatilah orang yang lebih tua darimu, sayangilah orang yang lebih muda darimu, saling menyokong dengan teman-temanmu di waktu belajar untuk mendengarkan perkataan guru, menjaga aturan, bermainlah dengan mereka di waktu istirahat di halaman sekolah dan bukan di kelas, hindarilah perbuatan memutus, bertengkar, dan berteriak-teriak, dan hindarilah permainan yang tidak sesuai denganmu seperti lompat tinggi dan berlari yang dapat membahayakanmu.
Apabila engkau ingin menjadi orang yang dicintai dikalangan teman-temanmu, maka janganlah bakhil kepada mereka apabila mereka ingin meminjam sesuatu darimu, karena sifat bakhil sangatlah buruk, janglah bersifat sombong kepada mereka apabila engkau menjadi orang yang pandai atau rajin, ataupun kaya, karena sifat sombong merupakan bukanlah merupakan akhlak anak perempuan yang baik. Apabila engkau melihat siswi yang malas, maka nasihatilah ia untuk rajin dan meninggalkan sifat pemalas atau bodoh, bantulah ia untuk memahami pelajarannya, atau engkau melihat siswi yang fakir, maka kasihanilah ia dan bantulah ia sesuai dengan kemampuan dalam membantu.
Janganlah engkau menyakiti temanmu dengan mempersempit tempatnya atau menyembunyikan peralatan-peralatannya atau membuka dompetnya tanpa izin sehingga engkau dikenal sebagai pencuri atau penghianat yang menyebabkan gurumu memberikan hukuman kepadamu, orang-orang menjauhimu. Hindarilah juga untuk memalingkan pipimu kepadanya atau melihatnya dengan pandangan tajam atau berprasangka buruk kepadanya atau menyakitinya dengan meniup atau bersuara di telinganya karena semua hal itu dapat menyakitinya. Dalam hadits disebutkan: “Seorang muslim adalah mereka yang menjaga lisan dan tangannya”.
Apabila engkau meminjam sesuatu kepadanya maka jangan merubahnya atau menghilangkannya atau mengotorinya dan kembalikanlah secepatnya kemudian ucapkanlah terima kasih atas kebaikannya. Apabila engkau berbicara dengannya, maka berkatalah dengan lembut dan senyum, janganlah engkau meninggikan suaramu atau berwajah masam. Hindarilah perselisihan, sifat pemarah, hasud, perkataan yang kotor, berbohong, mencela, dana du domba, jangalah engkau bersumpah walaupun perkataanmu benar. Hindarilah untuk tidak mencontek pelajaran imla atau insya dari temanmu, karena hal tersebut bukanlah merupakan sifat amanah. Sesungguhnya engkau tidak mengetahui kerugian yang disebabkan karena mencontek kecuali ketika engkau tidak lulus dari ujian, sehingga engkau menyesal tiada berguna.
36- Tata Krama Kembali Ke Rumah
Apabila bel pulang telah berbunyi, maka bergegaslah untuk mengumpulkan buku-bukumu dan catatan-catatanmu dan tatalah secara rapi di dalam tasmu, telitilah untuk tidak meninggalkan sesuatu di sekolah yang dapat menyebabkan kehilangan dan engkau tidak dapat mengulas pelajaran di rumah. Hindarilah juga untuk tidak lambat dalam menata peralatan-peralatanmu sehingga engkau tertinggal dari teman-temanmu dan dapat merubah aturan keluarnya mereka dari kelas dan dapat menyebabkan mereka terlambat untuk pulang ke rumah dan pada akhirnya mereka marah denganmu dan membuang waktu gurumu.
Tunggulah perintah gurumu untuk dapat keluar dari kelas, kemudian keluarlah dari kelas dengan penuh adab, janganlah mendesak seseorang, berjalanlah secara lurus dengan penuh rasa malu dan wibawa di jalan sehingga engkau sampai ke rumah dengan selamat, janganlah engkau menemani kecuali dengan perempuan yang beradab, janganlah engkau berhenti di jalan untuk bermain atau melihat-lihat pemandangan. Apabila engkau ingin membeli peralatan-peralatan sekolah, maka hal tersebut tidaklah apa-apa yang penting dilakukan dengan cepat dan menjaga waktu.
Jagalah waktu kepulanganmu ke rumah karena keterlambatanmu untuk pulang ke rumah menyebabkan kekhawatiran dalam keluargamu terutama kedua orang tuamu. Oleh karena itu, janganlah engkau bergegas setelah keluar dari sekolah kecuali ke rumahmu. Apabila engkau di ajak untuk berkunjung ke kerabat terdekatmu atau sahabatmu, maka engkau harus meminta izin kepada kedua orang tuamu terlebih dahulu agar hati mereka tenang terhadapmu. Apabila kebiasanmu pergi di pagi hari bersama salah satu tetanggamu, maka jangan lupa juga untuk menaminya pulang karena hal tersebut merupakan salah satu pemenuhan hak-hak kekerabatan dan tetangga dan meninggalkannya menyebabkan kerisauan dan kekasaran.
Ketika engkau sampai di rumahmu, maka jabatlah tangan kedua orang tuamu, kemudian bergegas ke kamarmu dan letakkan tasmu di dalam lemari atau di tempat khusus. Hindarilah untuk membalikkan tas atau meletakkannya di tempat yang bukan semestinya sehingga waktumu terbuang untuk mencarinya. kemudian pergilah ke kamar mandi dan berwudhu serta sholat duhur berjama’ah. Setelah selesai makan siang, beristirahatlah sejenak, kemudian telaahlah materi pelajaranmu yang sudah engkau pelajari hari ini, dan pelajarilah kembali materi kemarin, kemudian persiapkanlah untuk pelajaran besok dengan tanpa membutuhkan pengawasan seseorang melainkan engkau mengawasi dirimu sendiri dalam melakukan kewajibanmu.









One Comment