Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 1

37- Murid Perempuan Yang Didambakan

Radiyah merupakan anak perempuan yang sangat dicintai keluarganya dan juga guru-gurunya bahkan teman-temannya karena ia rajin dalam belajar dan tekun datang ke sekolah setiap hari dalam waktu-waktu tertantu, ia selalu memuliakan gurunya, menaati segala perintahnya, berakhlak baik dengan setiap orang.

Radiyah menyukai aturan dan tata tertib di segala hal, selalu menjaga waktu-waktunya, tidak menyia-nyiakan waktu dalam hal yang tidak bermanfaat karena ia bahwa ayahnya mengirimnya ke sekolah untuk belajar sehingga menjadi perempuan yang pandai, memahami kewajiban-kewajibannya, mampu untuk mengatur segala urusannya sendiri.

Pada suatu hari, Radiyah lupa bahwa bukunya masih di dalam rumah dan ia ingat bukunya ketika telah sampai di sekolah, kemudian iapun kembali kerumah seketika itu juga untuk mengambil buku tersebut agar ia tidak datang pada pelajaran tanoa buku yang menyebabkan gurunya marah dan pemahaman pelajarannya terlewat.

Ketika Radiyah hendak memasuki sekilah, tampaklah rasa capek dalam dirinya karena sebab jalan terlalu cepat. Kemudian sang guru menanyakan sebab kelelahannya, kemudian Radiyah menyampaikan fakta yang terjadi. Kemudian sang guru berkata kepadanya: baiklah, akan tetapi jangan lupa untuk kedua kalinya, lihatlah semua peralatan-peralatanmu sebelum berangkat ke sekolah.

Seorang anak perempuan mendengarkan nasihat gurunya, sehingga setelahnya itu, ia tidak pernah lupa dengan peralatan-peralatannya.

38- Murid Perempuan Yang Dibenci

Dulu ada seseorang perempuan yang memiliki anak perempuan yang akhlaknya rusak, ia selalu berkelahi dengan teman-teman perempuannya di sekolah karena terkadang ia memfitnah mereka dan terkadang juga ia mencemooh mereka, menyombongkan diri kepada mereka, mencuri peralatan-peralatan mereka. Apabila gurunya melarang akhlak yang tidak terpuji ini, ia keras kepala dan beradab buruk sehingga seluruh gurunya marah kepadanya bahkan tidak ada seorangpun yang ingin berteman dengannya. Suatu hari, ia datang ke sekolah, sedangkan pakaiannya kotor, peralatan-peralatannya tidaklah lengkap, ia selalu tidak menghafal pelajarannya bahkan tidak dapat memahaminya karena ia sendiri tidak mendengarkan penjelasan guru, serta selalu tidak hadir kesekolah selama beberapa hari dalam satu bulan.

Akhirnya, ketika kepala sekolah mengetahui keburukan akhlaknya, tertinggalnya ia dalam pembelajaran, kepala sekolahpun mengeluarkannya dari sekolah. Setelah beberapa waktu, ibunya meninggal, hingga ia hidup miskin: ia selalu mondar-mandir di saat cuaca panas untuk meminta beberapa dirham kepada orang-orang, iapun menyesal akan ketidak tahuannya dan ketidak berakhlaknya ketika masih kecil. Akan tetapi, penyesalannya tidaklah berguna.

39- Nafisah dan Ibunya

Ketika umur nafisah telah mencapai 6 tahun, ibunya menawarkanya untuk belajar di salah satu sekolah islam khusus perempuan. Kemudian nafisah menolak dan berkata: apa manfaat dari sekolah wahai ibu? Lebih baik saya menetap di sini (di rumah) sehingga aku dapat bermain dengan bonekaku dan lukisanku, lantas ibunya menjawab seraya berkata: engkau miskin wahai anakku. Sesungguhnya ketika engkau mengetahui beberapa manfaat dari sekolah karena engkau masih kecil, maka dengarkanlah nasihat ibu:

Kamu harus selalu berangkat ke sekolah setiap hari agar engkau tahu kewajibanmu terhadap Allah, kedua orang tuamu, dan seluruh umat manusia, dan agar kamu berakhlak yang mulia, mengetahui ilmu yang bermanfaat yang dapat membahagiakanmu di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW telah bersabda: Mencari ilmu hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan.

Ketahuilah bahwa waktu yang sangat tepat untuk belajar adalah waktumu yang sekaran, bersungguh-sungguhlah dalam mencari ilmu, jangan engkau sia-saiakan waktumu, sehingga engkau akan menyesal di masa yang akan datang, sedangkan penyesalan tidaklah berguna seperti halnya mereka para perempuan yang bodoh yang tidak mau belajar di masa kecilnya, sehingga mereka sangat menyesal.

Setelah nafisah mendengarkan nasihat ibunya, ia pun segera bergegas ke sekilah dengan perasaan gembira, iapun selalu berusaha dan bersungh-sungguh, sehingga menjadi murid perempuan yang paling baik akhlaknya, paling mengetahui pelajaran, dan paling mencintai guru-gurunya.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker