7- Anak perempuan yang shalihah
Khadijah adalah anak perempuan yang shalihah: ayahnya, ibunya, dan seluruh guru-gurunya mencintainya, seluruh sahabatnyapun mencintainya, dan tidak luput setiap perempuan berharap akan memiliki anak perempuan seperti Khadijah. Salah satu dari kebiasaannya ketika ia hendak tidur adalah: menyebut nama Tuhannya, bersyukur kepadaNya agar ia dijaga sepanjang harinya dari segala bala dan penderitaan dengan berkata: Dengan menyebut namaMu Tuhan, aku hidup dan aku mati. Ketika Khadijah terbangun dari tidurnya, ia juga menyebut nama Tuhannya, bersyukur atas segala kenikmatan tidur yang mengistirahatkannya dari segala keletihannya, serta mengembalikan kepadanya rasa semangat seraya berkata: Segala puji bagi Allah, dzat yang telah menghidupkan kita setelah mewafatkan kita, dan kepadaNya lah kita dibangkitkan.
Jika Khadijah hendak makan, ia berdoa terlebih dahulu: Dengan menyebut nama Allah dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dan ketika selesai makan, ia bersyukur kepada Allah atas nikmat makan, karena ia tahu bahwa Allah lah yang telah menjadikan untuknya makanan yang ia makan dengan berkata: segala puji bagi Allah dzat yang telah memberiku makanan ini dan memberikan rizqi tanpa adanya daya dan upaya dariku.
Khadijah juga tidak melalaikan untuk melakukan sholat 5 waktu secara berjama’ah di setiap waktu-waktunya, berpuasa di bulan Ramadhan, membaca al-Qur’an. Ia juga takut untuk melakukan perbuatan jelek, baik ketika ia sedang sendirian ataupun di depan orang-orang karena ia tahu bahwa Allah akan selalu melihatna di setiap tempat.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Allah ridha dengan Khadijah dan Allah akan memasukkannya ke dalam surge karena Khadijah merupakan perempuan yang shalihah.
8- Apa kewajibanmu kepada nabimu?
Ketahuilah wahai anak perempuan sebagaimana engkau diwajibkan untuk mengagungkan Tuhanmu, Allah SWT, maka diwajibkan juga kepadamu untuk mengagungkan nabi Muhammad SAW dan keluarganya, mengisi hatimu dengan kecintaan kepadanya, sehingga kecintaanmu kepadanya jauh lebih besar dibandingkan dengan kecintaanmu kepada kedua orang tuamu dan dirimu sendiri. Hal demikian karena nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan agama Islam kepada kita dan karena beliaulah kita mengetahui Tuhan kita, membedakan kita antara halal dan haram. Disebutkan dalam hadits: “tidaklah salah satu diantara kalian beriman sehingga aku jauh lebih dicintai dibandingkan dengan anaknya, kedua orang tuanya, dan orang-orang seluruhnya”.
Sesungguhnya tanda-tanda kecintaanmu kepada Tuhanmu adalah: engkau mencintai nabimu dan mengikutinya seperti halnya firman Allah ta’ala: (katakanlah jika kalian mencintai Allah, ikutilah aku, maka Allah akan mencintai kalian). Perbaikilah dirimu dengan segala nasihatnya, semua nasihatnya sangat berharga. Setiap orang yang mengikuti nasihatnya akan ditunjukkan ke jalan kebaikan dan dijauhkan dari kejahatan, serta dapat menghantarkan kepada kebahagiaan. Teladanilah akhlak nabi, karena semua akhlaknya sangat baik bahkan Allah ta’ala telah memuji nabi Muhammad dengan firmanNya: (Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur). Bahkan disebutkan dalam hadits: “Tuhanku telah mendidikku, maka ia telah memperbaiki pendidikanku”.
9- Sekelumit akhlak dan nasihat-nasihat nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad SAW adalah insan yang paling baik akhlaknya. Beliau sangat rendah hati dan qana’ah dengan apa yang dimilikinya, tidak pernah meminta sesuatu kepada orang lain, tidak pernah iri dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, beliau bersabda: “Qana’ah adalah harta benda yang tidak akan pernah lenyap dan peti harta yang tidak akan pernah habis”. Dan disebutkan dalam hadits yang lain: “jangan pernah meminta-minta sesuatu kepada orang lain”.
Nabi Muhammad SAW juga insan yang sangat murah hati, beliau tidak pernah marah, tidak pernah mencaci seseorang. Beliau bersabda: “sifat pemarah dapat merusak tatanan keimanan, seperti halnya cuka dapat merusak madu”. Beliau juga penyabar atas segala musibah dan penderitaan, memaafkan setiap orang yang menyakitinya, bahkan sampai mendoakan orang tersebut. Beliau bersabda: “Sifat pemaaf akan menambah kemuliaan seorang hamba, saling memaafkanlah kalian semua, maka Allah SWT akan memuliakan kalian”. Beliau juga sangat rendah hati (tawadhu) dengan anak kecil dan orang tua, ketika seseorang memanggilnya, beliau langsung menjawab: “Labbaika (Aku datang memenuhi panggilanmu)”. Dan disebutkan di dalam hadits: “Sifat tawadhu akan menambah kehormatan seorang hamba, saling tawadhu lah kalian, maka Allah SWT akan menyayangi kalian”.
Nabi Muhammad adalah insan yang jujur dan dapat dipercaya, beliau sangat melarang perilaku pembohongan, penghianatan, dan melanggar janji. Beliau bersabda: “Tanda-tanda orang munafik ada 3, yaitu: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji, ia melanggar, dan jika dipercayai, ia menghianati”. Nabi Muhammad adalah sosok yang besar rasa belas kasih dan sayang: beliau tidak pernah menyakiti manusia ataupun hewan, menyayangi para fakir dan miskin, bersedekah banyak kepada mereka, selalu memenuhi panggilan mereka, suka makan bersama mereka, selalu menjenguk sebagian dari mereka yang sedang sakit, tidak pernah menolak seseorang yang meminta sesuatu kepadanya, dan jika beliau tidak mempunyai sesuatu, beliau akan berjanji untuk memberikannya di waktu yang lain, beliau bersabda: “Orang-orang yang menyayangi, maka akan di sayang Ar Rahman (Allah SWT)”.
Nabi Muhammad sangat menyayangi seorang pelayan, tidak pernah membentaknya, bahkan memerintahkan kita untuk memaafkan pelayan jika melakukan kesalahan, beliau juga memerintahkan kita untuk menyayangi anak kecil, bahkan ketika beliau sedang menunaikan shalat dan kemudian mendengar suara tangisan seorang bayi, maka beliau langsung mempercepat shalatnya. Diceritakan pada suatu hari, Sayyidina Hasan RA – ketika masih kecil – mendatangi Nabi Muhammad SAW dan beliau dalam keadaan sedang menunaikan shalat. Kemudian, Sayyidina Hasan menaiki punggung Nabi Muhammad SAW padahal beliau dalam keadaan sedang sujud. Karena hal demikian, beliau memanjangkan sujudnya sebagai bentuk belas kasihan kepada Hasan RA sampai ia turun dari punggung beliau. Dalam hadits disebutkan: “Bukanlah bagian dari kami, seseorang yang tidak menyayangi anak-anak kecil diantara kita, dan tidak menghormati orang tua diantara kita”.









One Comment