Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 1

31- Tata Krama Murid Perempuan Di Sekolah

Apabila murid perempuan sudah sampai ke sekolahnya, maka bersihkanlah sepatunya dengan pembersih, kemudian menuju ke kelasnya, mengetuk pintu dengan lembut, memasuki kelas dengan tata krama, mengucapkan salam kepada teman-temannya, berjabat tangan seraya tersenyum dan berkata: semoga Allah menjadika pagi kalian dengan kebaikan dan kebahagiaan, kemudian meletakkan tasnya di laci meja. Apabila gurunya datang, maka berdirilah dari tempatnya, menyambutnya dengan tata krama dan kehormatan, kemudian berjabat tangan.

Apabila bel berbunyi, maka bergegaslah menuju ke kelas, kemudian duduk dengan lurus dan penuh khidmat: tidak berbicara dengan teman-temannya, tidak bermain, tidak menoleh-noleh, kemudian masuk ke kelas setelah ada petunjuk guru dengan penuh tata krama dan aturan, menuju ke tempat duduk kemudian duduk dengan baik: duduk lurus dan tidak membengkokkan dadanya, tidak menggerak-gerakkan kedua kakinya, tidak berdesakan dengan selainnya, tidak meletakkan kaki di atas kaki yang lain, tidak mempermainkan kedua tangannya dan meletakkannya di bawah kedua pipinya. Seorang murid perempuan juga harus menjauhi perilaku menulis pada saat sedang membaca, dan menjauhi perilaku mengabsen pada waktu menulis, tidak mencipratkan tinta di atas lantai, tidak mengotori jari-jarinya atau pakaian-pakaiannya.

Pada saat duduk, seorang murid menyambut gurunya, diam untuk belajar, tidak menoleh ke kanan dan ke kiri, tidak mengajak orang lain berbicara atau membuatnya tertawa karena semua hal tersebut dapat menghalangi pemahaman, tidak melarang teman-temannya, sehingga membuat guru marah dan menyebabkan tertinggal pelajaran bahkan gagal dalam ujian, tidak berpindah dari tempatnya ke tempat yang lain tanpa izin, tidak sibuk sendiri dengan pelajaran lain pada saat pembelajaran.

32- Bagaimana Murid Perempuan Menjaga Barang-Barangnya?

Seorang murid perempuan harus menjaga peralatan-peralatannya, yaitu dengan menata semua pada tempatnya, sehingga tidak berubah atau hilang atau mengotori, serta agar tidak merasa letih ketika membutuhkannya dan waktunya hilang dalam mencarinya, selalu menyampuli kitab-kitab dan buku catatannya sehingga tidak sobek dan kotor, tidak menjilati jari-jari tangannya ketika ingin membalik lembar kitab-kitab dan buku catatannya karena hal tersebut merupakan kebiasaan yang jelek, berlawanan dengan tata krama, dan membahayakan kesehatan.

Seorang murid perempuan juga harus menjaga pensilnya sehingga tidak terjatuh dan pecah, apabila ingin mengasa pensil, maka jangan mengasah di atas kursi atau jangan mengasah pensil dengan sampul kitab-kitab dan buku catatannya, melainkan gunakakanlah tempat pensil atau pisau, dan janganlah menghisap pensil dengan bibirnya atau menghapus tulisan dengan air ludahnya, melainkan gunakanlah penghapus, atau mengeringkan tinta dengan menggunakan pakaiannya, melainkan gunakanlah handuk kecil.

33- Bagaimana Murid Perempuan Menjaga Perlengkapan-Perlengkapan Sekolahnya

seperti halnya seorang murid perempuan harus menjaga peralatan-peralatannya, ia juga haru menjaga peralatan sekolah agar tidak berubah atau mengotori tempat duduk, bangku, dan kursi, tidak duduk di atas tembok-tembok dan pintu-pintu sekolah, serta tidak memecahkan kacanya, tidak mengotori halaman dengan tidak membuang ludah dan ingus di atasnya atau membuang bekas rautan pensil, tidak memotong kertas-kertas di halaman, melainkan buanglah di keranjang sampah khusus, tidak bermain bel sekolah, tidak menulis di papan sekolah atau merubah penghapus papan tulis, dan apabila seorang murid perempuan ingin memasuki divisinya, maka bersihkanlah sepatu dengan pembersih terlebih dahulu.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker