Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 1

10- Sekelumit akhlak dan nasihat-nasihat nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW juga selalu memperbaiki interaksi dengan para sahabatnya: selalu tersenyum di hadapan mereka dan selalu menjadi penengah diantara mereka, selalu memulai uluk salam dan berjabat tangan, lebih mengutamakan mereka di atas dirinya sendiri, sehingga mereka lebih mencintainya dibandingkan dengan kecintaan mereka kepada diri mereka sendiri dan anak-anak mereka. Nabi Muhammad SAW juga merupakan pribadi yang sangat menghormati tetangga, selalu memerintahkan untuk berbuat kebajikan kepada mereka. Beliau bersabda kepada salah satu sahabatnya: “Jika engkau memasak kuah, maka perbanyaklah airnya dan berikanlah kepada tetanggamu”. Beliau juga suka menjamu seorang tamu, beliau bersabda: “Siapa orangnya yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka muliakanlah seorang tamu”. Beliau juga memperbaikai hubunganya kepada seluruh keluarganya. Beliau bersabda: “Siapa orangnya yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim”.

Nabi Muhammad SAW pernah meengenang janji persahabatan di masa lalu setelah wafatnya Sayyidah Khadijah RA: jika beliau menyembelih seekor domba, maka beliau akan membagikan dagingnya kepada para kerabat Khadijah. Disebutkan dalam hadits: “menepati janji merupakan bagian dari iman”. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang suka mengatur segala aktifitasnya kemudian menuntaskannya, beliau bersabda: “sesungguhnya Allah telah menuliskan kebaikan atas segala sesuatu”. Beliau juga merupakan sosok yang suka dengan kebersihan dalam beberapa hal, seperti: makanannya, pakaiannya, dan tempat tinggalnya. Beliau juga memerintahkan untuk selalu bebersih sebagaimana yang disabdakan dalam hadits: “kebersihan merupakan bagian dari iman”.

Apabila nabi Muhammad SAW sedang berjalan kaki, beliau tidak pernah menoleh ke kanan dan ke kiri, apabila makan tidak sampai kenyang. Beliau bersabda: sesungguhnya orang yang paling banyak kenyangnya di dunia, mereka adalah orang yang paling lama merasa kelaparan di hari kiamat”. Jika nabi sedang berbicara, maka beliau hanya berbicara sesuai kebutuhan. Disebutkan di dalam hadits: “siapa yang mau berdiam, ia akan selamat”. Nabi Muhammad SAW juga merupakan sosok yang selalu menjaga waktu-waktunya, kemudian menggunakan seluruh waktunya untuk taat kepada Tuhannya. Beliau bersabda: “renungilah 5 perkara sebelum 5 perkara: “hidupmu sebelum matimu”, kesehatanmu sebelum penyakitmu, waktu luangmu sebelum kesibukanmu, masa mudamu sebelum masa tuamu, kekayaanmu sebelum kefakiranmu”.

11- Tata Krama Anak Perempuan Di Dalam Rumah

Seorang anak perempuan harus memperhatikan tata krama di dalam rumahnya: menhormati kedua orang tuanya, menghormati saudara laki-laki dan saudara perempuannya serta menghormati setiap orang yang ada di dalam rumah, tidak melakukan perbuatan yang memicu kemarahan salah satu diantara mereka, tidak melawan saudara perempuannya yang lebih tua, tidak berkelahi dengan saudara perempuannya yang lebih muda, tidak mengambil boneka permainan miliknya tanpa izin, serta tidaj menyakiti pelayannya.

Seorang anak perempuan juga harus bermain sesuai aturan: tidak berteriak-teriak atau bergerak dengan gerakan yang tidak sesuai dengannya, terlebih jika salah satu orang yang ada di rumah sedang tertidur ataupun sakit. Seorang anak perempuan juga tidak bermain dengan sesuatu yang membahayakan, seperti: debu, api, dan kotoran. Apabila ia memiliki boneka, kemudian saudara perempuannya yang kecil meminta boneka tersebut, ia segera memberikan boneka tersebut kepadanya dengan senang hati dan tidak melarangnya agar tidak menyebabkan tangisan yang membuat ibunya marah.

Seorang anak perempuan juga harus memperhatikan kebersihan dan ketertiban rumahnya, yaitu dengan mentapu kamar rumah, tidak meludah dan membuang riak diatasnya, tidak mengotori pintu-pintu dan tembok-tembok, selalu menjaga perlengkapan rumah dengan tidak memecahkan wadah-wadah, kaca-kaca jendela dan pintu, selalu merapikan tempat tidurnya, membersihkan ranjangnya terkhusus jika ia ingin tidur atau bangun dari tidurnya.

Seorang anak perempuan juga harus memperhatikan segala pepohonan yang ada di rumahnya: menyiraminya pada waktunya, tidak mengubah sesuatu dari pohon tersebut serta bersikap lemah lembut terhadap segala jenis hewan yang ada di pohon, yaitu dengan tidak lupa memberinya makan dan minum, berhati-hati untuk tidak menyiksa dan menyakitinya. Disebutkan dalam hadits: “seorang perempuan masuk neraka karena kucing, karena sebab seekor kucing”.

12- Aisyah Perempuan Yang Memiliki Tata Krama

Aisyah di dalam rumah merupakan contoh dalam tata krama dan ketertiban: Aisyah mandi setiap pagi dan sore secara mandiri tanpa perintah dari seorangpun, ia juga tidak berlama-lama di dalam kolam karena ia tahu bahwa berlama-lama di dalam kolam sangat bertentangan dengan adab atau tata krama serta dapat membahayakan kesehatan. Ia juga sangat memperhatikan kebersihan pakaian-pakaian dan kitab-kitabnya dan meletakkannya secara teratur di tempat khusus, ia juga tidak membuang riak pada bajunya atau bahkan ditembok, melainkan ia membuangnya di sapu tangan. Aisyah juga sangat memperhatikan untuk menyisir rambutnya, akan tetapi ia juga tidak lama-lama berdiri di hadapan kaca.

Aisyah selalu beranjak tidur lebih awal dan bangun dari tidur di pagi hari, kemudian ia mandi dengan menggunakan sabun, berwudhu dan menunaikan shalat subuh berjama’ah dengan keluarganya, kemudian bersalaman denga kedua orang tuanya, saudara lakai-laki dan perempuanya, kemudian mengulas materi pelajarannya. Setelah itu, Aisyah beranjak sarapan dan bersiap untuk berangkat ke sekolahnya.

Salah satu dari tata karamanya yang lain adalah Aisyah selalu berjabat tangan dengan keluarganya setiap sore dan tidak memasuki kamar salah satu keluarganya tanpa izin, ia tidak suka duduk dan bersenda gurau dengan para pelayannya dan ia juga tidak suka untuk bercerita tantang apa yang terjadi di dalam rumahnya kepada orang lain, ia tidak pernah meninggalkan shalat atau mengakhirkan waktu shalat dan selalu mendengarkan segala nasihat-nasihat ayah dan ibunya.

Oleh karena hal itu, Aisyah mendapatkan keridhaan kedua orang tua dan seluruh keluarganya dan Aisyah hidup bersama mereka dengan bahagia dan gembira.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker