Kitab Tasauf

Terjemahan Kitab Akhlaq Lil Banat Juz 1

16- Kecintaan Anak Perempuan Kepada Ibunya

Shofiyah berkata kepada kedua saudara perempuannya: hari ini kita akan bermain dengan lebih tenang dan damai dibanding dengan hari biasanya karena ibu kita sedang sakit. Merekapun pergi ke halaman rumah: mereka bermain di sana tanpa meninggikan suara mereka. Dan ketika ayah mereka datang dari sebuah toko, ia melihat mereka dengan kondisi seperti ini: sang ayahpun merasa lebih bahagia karena mereka.

Adapun saudara mereka – Saniyyah – pergi ke apotik untuk membeli botol obat. Kemudia ia membawanya kepada ibunya seraya berkata: Silahkan wahai ibuku, minumlah obat ini agar rasa sakitmu cepat hilang. Sang ibupun duduk di atas kasurnya seraya berkata: sesungguhnya muamalah kalian yang baik dan penuh dengan kecintaan dan kejujuran kepada ibu kalian merupakan salah satu obat paling baik bagiku. Oleh karena itu – insya Allah – saya (ibu) akan sehat dalam waktu dekat.

17- Ayahmu Yang Penyayang

Ketahuilah wahai anak perempuan: bahwa ayahmu sama halnya juga seperti ibumu, ia keluar dari rumah setiap waktu dengan penuh kesabaran merasa lelah, panas, dan dingin. Untuk apakah semua itu? Tidak lain hanya untuk mencari nafkah untuk diberikan kepadamu, ibumu, saudara-saudara laki-lakimu, dan saudara-saudara perempuanmu. Kemudian sang ayah telah membelikanmu sebuah pakaian dan makanan serta segala sesuatu yang engkau butuhkan. Apabila engkau meminta sesuatu yang yang memiliki manfaat untuk dirimu, maka ia tidak pernah melarangmu, bahkan ia rela memberikan apa yang engkau inginkan dan iapun merasa bahagia.

Ayahmu berharap agar engkau hidup selamat dari segala marah bahaya dan penyakit. Oleh karena itu, ia selalu melarangmu terhadap sesuatu yang dapat membahayakanmu dan menyuruhmu untuk menjaga kesehatanmu agar engkau tidak jatuh sakit. Apabila engkau jatuh sakit, maka iapun merasa sedih kepadamu bahkan sampai memanggilkan dokter untukmu dan ia membelikanmu obat-obatan dan ia tidak peduli dengan kerugian demi kesehatanmu yang sangat mahal.

Ayahmu selalu memikirkan setiap waktu terhadap pendidikanmu. Oleh karena itu, ia memasukkanmu ke sekolah dan membelikanmu beberapa buku serta peralatan belajar agar engkau belajar dan akhlakmu terdidik serta agar di masa yang akan datang, engkau dapat menjadi perempuan yang sempurna dalam akhlak dan tata kramanya, bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun bagi kaumnya.

18- Kasih Sayang Ayah

Dulu ada seorang ayah yang memiliki seorang anak perempuan yang sangat ia cintai karena sang anak selalu melaksanakan segala nasihat-nasihatnya. Pada suatu hari, sang anak perempuan menyelisihi nasihat sayahnya. Sang anak suka mencampur-campur ketika makan, bahkan ia makan dengan tanpa aturan. Kemudian sang ayah memperingatkannya tentang hal tersebut. Akan tetapi sang anak justru tidak mendengarkan perkataan sang ayah hingga tibalah ia ditimpa sakit pinggang. Sang ayahpun akhirnya memanggilkan seorang dokter untuknya. Setelah dokter selesai memeriksa sakit yang diderita sang anak, sang dokter menuliskan nama-nama obat. Akhirnya ayahnya pun membelikan obat tersebut di sebuah apotik dengan harga yang sangat mahal. Bahkan sang ayah juga menyerahkan upah yang mahal untuk sang dokter. Akan tetapi, ang ayah tidak peduli dengan hal tersebut karena ia sangat berharap sang anak dapat sembuh dengan cepat.

Ketika sang anak melihat kasih sayang ayahnya, kedua bola matanya mengalirkan air matanya karena bahagia dan hatinya penuh dengan kegembiraan. Setelah beberapa hari kemudian, sang anak telah sembuh dari sakitnya kemudian berjanji kepada ayahnya untuk selalu melaksanakan nasihat-nasihatnya dan tidak lagi menyelesihi segala perintah-perintahnya sehingga sang anak merasa sehat dan hidup dalam ketentraman.

Laman sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14Laman berikutnya
Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker